Like Fanpage Bang Syaiha

Inilah Ciri-Ciri Tulisan yang Bagus!

By Bang Syaiha | Monday, 11 April 2016 | Kategori:

Inilah ciri-ciri tulisan yang bagus, menulis buku, Bang Syaiha, Kisah Inspiratif, One Day One Post, Menulis Setiap Hari, Blogger Aktif, Penderita Polio, Trainer, Guru Blogger, bangsyaiha.com
Inilah ciri-ciri tulisan yang bagus
Kemarin saya memposting tentang dua tipe penulis di blog. Penulis potensial dan penulis stagnan. Penulis potensial adalah mereka yang senantiasa berlatih dan memperbaiki kualitas karyanya. Sedangkan penulis stagnan, tentu saja adalah kebalikan dari penulis potensial. Mereka tak mau belajar, mudah puas. Baru menerbitkan buku satu –itu juga tidak begitu laku, lalu berhenti dan tak menulis lagi.

Penulis stagnan adalah mereka yang lalai, larut dalam kegembiraan hingga lupa diri. Lupa belajar menjadi lebih baik lagi. [Klik: Dua Tipe Penulis yang Harus Kamu Ketahui]

Sekarang, di tulisan yang singkat ini, saya akan membahas tentang tipe pembaca dan beberapa ciri tulisan-tulisan yang berkualitas.

Di dunia kepenulisan, dikenal dua tipe pembaca. Yaitu pembaca setia dan pembaca kebetulan. Pembaca setia adalah mereka yang menemukan tulisan kita dan kemudian terkesan. Tertarik dan selalu penasaran. Pembaca ini, adalah mereka yang dengan sabar menunggu karya-karya kita. Mereka boleh jadi adalah orang pertama yang akan mencari hasil jerih payah kita menulis. Dibeli dan dinikmati.

Sedangkan pembaca kebetulan adalah mereka yang tidak sengaja membaca karya kita, baik berupa buku atau tulisan di blog. Mungkin mereka mendapatkan tulisan kita dari link-link yang disebarkan oleh pembaca-pembaca setia kita, atau darimana saja.

Pembaca kebetulan bukanlah pembaca setia –walau pada kenyataannya, bisa saja pembaca kebetulan berubah menjadi pembaca setia karena tulisan kita yang menawan–, mereka terdampar di tulisan kita dan membacanya. Selesai.

Pembaca kebetulan tidak datang lagi dan tidak menunggu-nunggu tulisan kita yang baru. Mereka datang, lalu selesai, mendapatkan manfaat dari tulisan kita, lalu pergi.

Umumnya, pembaca menikmati tulisan kita karena beberapa alasan. Pertama, tulisan yang kita buat memberi solusi dari masalah yang mereka hadapi. Misalnya seperti tulisan-tulisan saya tentang keluarga, itu dibuat karena ada yang bertanya dan saya mencoba memberikan pendapat dan saran.

Kedua, alasan mengapa seseorang membaca tulisan kita adalah karena yang kita goreskan mengajarkan sesuatu kepadanya. Misalnya, tulisan tentang resep masakan, tentang bagaimana menanam sayuran, dan sebagainya. Tulisan seperti ini adalah jenis tulisan yang mengajarkan sesuatu dan pasti akan ada yang membacanya kelak.

Ketiga, alasan seseorang membaca tulisan kita adalah karena tulisan kita menghibur. Tipe tulisan jenis ini adalah tulisan ringan yang lucu, kocak, hingga mengocok perut. Jangan sepelekan tulisan jenis ini, karena di google, kata kunci cerita lucu –atau cerita komedi, ternyata dicari oleh puluhan ribu orang dalam sebulan. Menakjubkan, bukan?

Orang-orang, mungkin sudah mulai stress dengan beragam masalah di negara kita. Harga daging sapi meroket, pasokan ayam di pasaran menghilang, kurs rupiah menyentuh angka 14ribu, hingga anggaran kasur anggota dewan yang mencapai 12 Miliar.

Semua itu menjejali kepala kita yang kecil. Hidup semakin susah dan menderita saja. Sedangkan orang-orang yang kita harapkan menjadi penolong kita –anggota dewan, malah sibuk memperkaya diri sendiri. Lupa kepada orang-orang miskin di bawah.

Maka tulisan-tulisan yang menghibur menjadi kebutuhan sekarang. Raditya Dika berhasil memanfaatkan ceruk ini, sehingga ia bisa kaya raya karenanya.

Nah, untuk kalian yang ingin menjadi penulis, maka pelajari ketiga alasan ini, mengapa seseorang harus membaca karya-karya kita? Apakah kalian akan membuat buku yang isinya adalah solusi dari beragam masalah yang ada? Atau ingin mencipta buku yang mengajarkan sesuatu hingga cerita lucu yang membuat orang tertawa?

Itu semua terserah kalian. Yang pasti, mau menulis apapun, pastikan tulisan yang kalian hasilkan adalah tulisan yang baik dan berkualitas. Untuk ini, tidak bisa dilakukan secara spontan butuh kerja keras dan latihan yang tak berkesudahan.

“Lalu Bang Syaiha, kira-kira apa sih kriteria sebuah tulisan sehingga bisa dibilang bagus atau tidak?”

Baik, sejatinya tidak ada satupun tulisan yang benar-benar bagus, atau benar-benar jelek. Buktinya, tidak ada satupun karya yang lepas dari kritik dan masukan. Sehebat apapun pengarangnya, selalu ada segelintir orang yang mempertanyakan.

Jadi, bagus atau tidaknya sebuah tulisan itu adalah relatif. Bagi saya, tulisan Tere Liye itu bagus. Tapi bagi sebagian orang mungkin tidak. Tulisan rendahan dan sederhana sekali.

Bagi saya pribadi, tulisan yang dikatakan baik adalah tulisan yang menggerakkan.

Kalian pasti pernah membaca tulisan tentang kuliner dan setelahnya kalian menjadi ingin sekali mencicipinya, bukan? Atau, pernah membaca buku motivasi yang setelah membacanya, kalian langsung bersemangat sekali? Pernah? Atau, pernah membaca tulisan tentang KKN di Indonesia, dan setelah membacanya kalian menjadi geram, marah, jengkel, kemudian ingin menikam semua koruptor hingga mati?

Jika pernah, maka selamat, kalian baru saja membaca tulisan yang berkualitas.

Sebaliknya, kalian juga pasti pernah membaca tulisan yang ketika baru sampai pada paragrap pertama, kalian langsung berhenti dan tidak ingin melanjutkan lagi? Berkata dalam hati, menggerutu, “Tulisan ini jelek sekali! Bisa-bisanya, tulisan semacam ini diterbitkan menjadi sebuah buku! Padahal tidak ada bagus-bagusnya sama sekali!”

Nah, jika pernah juga mengalami yang demikian, maka kalian baru saja membaca sebuah buku yang tidak ciamik –menurut versi kalian, jelek.

Saran saya, baca saja semua tulisan, entah itu bagus atau tidak. Jadikan semuanya sebagai pembelajaran.

Dari tulisan yang bagus, kita belajar bagaimana pemilihan diksinya, konstruksi setting dan konfliknya, hingga ending yang ciamik.

Sedangkan dari tulisan yang buruk, kita pun belajar. Berusaha menjadi lebih baik, jangan sampai melakukan kesalahan yang sama seperti buku –atau tulisan, yang baru kalian baca. Amit-amit!


Begitu. 

23 komentar

avatar

nambah lagi ilmunya, makasih bang

avatar

nambah lagi ilmunya, makasih bang

avatar

Terima kasih untuk sharing ilmunya Bang :)

avatar

menggerakkan, seperti harakah ya bang :-D

avatar

Tulisan yg bagus itu disamping menarik juga mengandung pesan kebaikan dan bermanfaat bagi pembacanya.

avatar

Yap, terima kasih, Bang, atas ilmunya.

avatar

Sama2 Drey.. Terimakasih juga sudah mampir..

avatar

Bener banget, pak.. Harus baik dan nggak melenceng.. Hehe

avatar

Bener banget, pak.. Harus baik dan nggak melenceng.. Hehe

avatar

Sama2 mbak.. Terimakasih sudah mampir..

avatar

wah.. keren ini tulisan yang berkualitas (well,versi saya.. hehehe)
memberikan solusi mengenai tulisan yang baik, mengajarkan cara membuat tulisan yang berkualitas dan menghibur..:D gamsahamida sajangnim..:D

avatar

cara ngikutin blog ini gimana ya bang ? :D. tulisannya bisa memotivasi buat saya untuk mencoba menulis lagi

avatar

akan dicoba membuat tulisan yang seperti itu Bang

avatar

Terimakasih mbak..
Tetap semangat menulis yaa..

avatar

Klik aja join this site, mas..
Semoga berhasil.. Hehe

avatar

Klik aja join this site, mas..
Semoga berhasil.. Hehe

avatar

Sip, mas.. Semoga berhasil dan semoga sukses.. Hehe

avatar

Setuju, Bang. Tulisan yang baik adalah tulisan yang menggerakkan.

Masih berusaha. ^_^

Oh iya, menu berlangganannya di sebelah mana, ya? Saya enggak ketemu nih, hehe.

avatar

Jadi penasaran? Kira2 tulisanku termasuk yang mana ya? Mendadak deg2an...

avatar

Tulisan mbak Rina mah udah jempolan.. Keren.. Renyah kayak keripik singkong gurih..

avatar

Menu berlangganannya di join this site.. Atau kunjungi aja blog ini tiap hari.. Hehehe..


EmoticonEmoticon