Like Fanpage Bang Syaiha

Inilah Dua Tipe Penulis yang Harus Kamu Ketahui!

By Bang Syaiha | Sunday, 10 April 2016 | Kategori:

Inilah Dua Tipe Penulis yang Harus Kamu Ketahui, Bang Syaiha, Kisah Inspiratif, One Day One Post, Menulis Setiap Hari, Blogger Aktif, Penderita Polio, Trainer, Guru Blogger, bangsyaiha.com
Inilah Dua Tipe Penulis yang Harus Kamu Ketahui
Kehidupan Andrea Hirata, Tere Liye, Dee, Ahmad Fuadi, Kang Abik, Ilana Tan, dan penulis-penulis lain, boleh jadi manis sekali. Membuat sebagian besar orang iri. Gigit jari. Kerjanya mereka, hanya duduk di depan laptop, ongkang-ongkang kaki, menari-narikan jemari di atas tuts-tuts keyboard pribadi. Menyulam kata menjadi kalimat, lalu menjahitnya menjadi paragrap. Terus-menerus begitu hingga beberapa hari.

Hingga pada masanya nanti, saat tulisan mereka selesai, dan diterbitkan, maka susah sekali mencarinya di toko buku, karena sudah habis. Dicetak berkali-kali, selalu begitu, habis lagi dan habis lagi. Maka pundi-pundi materi pun mengalir tiada henti. Tidak hanya dari royalti, dari seminar-seminar yang dilakukan beberapa hari juga tidak mati.

Jika menyaksikan kehidupan mereka sekarang memang menggiurkan. Andrea Hirata misalnya, Laskar Pelanginya saja meraup keuntungan ke saku pribadi hingga 3.6 Miliar. Gila kan! Belum lagi dari film, seminar-seminar, dan kegiatan lainnya. Menjadi penulis, jika sukses, memang menjanjikan! Penghasilannya luar biasa. belum lagi akibat-akibat lain yang ditimbulkan.

Maka kemudian berbondong-bondong orang ingin mencoba peruntungan disini, menulis. Termasuk kau. “Ah, aku ingin jadi penulis juga!” kau bertekad demikian.

Salahkah? Tidak!

Bolehkah? Tentu saja. Boleh. Tapi kau harus sadar satu hal. Semuanya tidak mudah. Tidak pernah mudah.

Sebelum membaca lebih jauh, menurut saya, di dunia ini hanya ada dua tipe penulis. Pertama, penulis stagnan. Penulis tipe ini adalah penulis amatiran yang cepat sekali puas. Baru menerbitkan satu buku saja sudah senang bukan kepalang. Lupa dunia. Bahkan saking girangnya hingga ia lupa menulis lagi. “Nanti dulu lah, istirahat sebentar menulisnya.” begitu hatinya berkata. Beranggapan bahwa setelah menerbitkan satu buku, itu juga kurang laku, maka ia sudah menang dan selalu akan dikenang.

Ngimpi!

Ciri penulis stagnan boleh jadi juga adalah penulis yang tidak mau belajar. Merasa benar sendiri. Merasa paling baik. Merasa tulisan-tulisannya paling bagus. Sehingga saat ada orang lain yang memberi saran dan kritik, mencak-mencak ia berkata, “Kau kira mudah menulis sebanyak ini, hah! Enak saja kau berkata ini itu. enak saja menilai bahwa tulisanku jelek. Kau sendiri belum tentu bisa menulis seperti ini!”

Jika kau ada berada pada tipe ini, maka kau mungkin saja bisa menulis dan menerbitkan buku. Tapi percayalah, kau tidak akan bertahan lama. Sebentar saja, lalu mati. Hilang termakan jaman.

Tipe penulis yang kedua adalah penulis potensial. Tentu saja dia kebalikan dari penulis stagnan tadi. Penulis ini terus menerus berbenah dan belajar. Setiap hari, ia selalu menulis. Setiap hari pula ia selalu membaca. Baginya, tiada hari tanpa keduanya, membaca dan menulis. Kalaupun saat ini belum ada tulisannya yang dibukukan, ia selalu percaya bahwa nanti, jika masanya tiba, pasti tulisannya akan dikenang, dicari, dan bernilai tinggi.

“Aku akan menulis setiap hari, tidak peduli akan jadi apa nanti, aku tidak akan berhenti. Aku yakin, semua tulisanku ini, akan menentukan nasibnya sendiri.” begitu tekadnya.

Penulis-penulis ternama yang kau kenal itu, sekarang hidupnya memang menggoda. Tapi boleh jadi, dulu, mereka jatuh bangun berkali-kali. Mereka memilih tidak berhenti. Kini merekapun memetik mimpi.

Nah, masih ingin menjadi penulis? Maka menulislah! Sesering mungkin, buatlah sebuah karya dalam bentuk tulisan. Simpan baik-baik, lalu edit. Posting di blog dan beranda sosial mediamu, dan biarkan banyak orang membacanya.

Jika kau ingin menjadi penulis tapi tidak pernah mencoba menulis, maka mulai sekarang kubur saja mimpimu hidup-hidup, buang, dan jangan pedulikan.

Karena jika ingin menjadi penulis, maka harus menulis setiap hari. Itu harga mati. Tidak bisa ditawar-tawar lagi!

Sebuah nasihat untuk diri sendiri

34 komentar

avatar

Siaaap, Bang! Terimakasih untuk motivasinya

avatar

Siaaap, Bang! Terimakasih untuk motivasinya

avatar

Siap Bang Syaiha, aku pilih jadi penulis potensial saja, biar tidak mudah berpuas hati, tetap pada rendah hati..., hehe

avatar

Motivasi awal menulis.. itu karena saya beranggapan asik juga nih meluapkan segala apa yg dipikirkan dalam bentuk tulisan. Klo kagum dengan para penulis ternama sih iya Bang cuma saya gak iri kehidupan wow mereka dari hasil menulis. Hehehehe
Mengalir saja lah seperti air biar adem.

avatar

Sip.. Terimakasih sudah mampir, mbak..

avatar

Saya juga mbak, pilih yg nomor dua..

avatar

Bener mbak.. Saya niat awal nulis cuma buat belajar aja.. Hehe

avatar

riri ingin jd penulis potensial bang syaikha wlw pun dulu riri menulis buat curhat doang, tp pas coba" ikutan even terus terpilih karyanya utk jd kontributor, itu mmbuat riri semangat.. riri brsyukur bisa knal ma bang syaikha.. yg berawal dri kisah tmn bang syaikha " Dia tidak satu harokat dgn sy",, dri crita itu riri ingn knal bang syaikha, , Alhmdulikkah bnyk motifasi yg riri dpt dri postingan bang syaikha,

avatar

Saya juga suka baca karya Ilana Tan..

avatar

Terimakasih sudah mampir, mbak Riri..

Semoga mbak Riri semangat nulis terus yaa..

avatar

Tiap hr saya nulis...
Ntah apa apa yg saya tulis...
Saya simpan di blog, paling2 saya share di fb

avatar

Iya bang. Masih tetap pengin jadi penulis. Terimakasih. Tulisannya mengingatkan.

avatar

Jadi semangat untuk menulis lagi..makasih motivasinya

avatar

Semangat nulisnya, mbak.. Salam

avatar

Terimakasih kembali sudah mampir..

avatar

terima kasih...jadi termotivasi utk tetap konsisten dalam menulis

avatar

Ya, mungkin karena Bang Syaiha dan teman-teman lainnya sudah bekerja, sehingga niat awal menulis hanya buat belajar atau sekedar meluapkan segala hal.

avatar

Terima kasih motivasinya Bang Syaiha...
Sy ingin jd penulis potensial....
Aamiin...

avatar

Terimakasih kembali..
Salam kenal..

avatar

Saya juga ingin jd penulis potensial.. Insya Allah..

avatar

saya bermimpi menjadi penulis yang kedua Bang :)

avatar

jleb buat saya bang :D

avatar

Saya juga demikian, mas..

avatar

Buat saya juga jleb, mas.. Semoga kita bisa terus menulis dan tidak berhenti..

avatar

Ayo jadi penulis potensial.
semangat ngODOP. :)

avatar

“Aku akan menulis setiap hari, tidak peduli akan jadi apa nanti, aku tidak akan berhenti. Aku yakin, semua tulisanku ini, akan menentukan nasibnya sendiri.”

Bagus untuk dibisikkan ke hati. :)

avatar

Alhamdulillah, semenjak kenal dengan Bang Syaiha dan gerakan ODOP-nya. Saya jadi lebih terbiasa menulis.

Meski mungkin wadahnya sekarang berbeda. Insya Allah, saya tetap menulis tiap hari.

Seperti juga KBM sebagai gerbang pertama saya belajar menulis, begitulah ODOP, sebuah jalan yang telah mengajak saya melangkah setiap hari.^^

Pokoknya berkesan sekali.^^

avatar

Iya mbak.. Afirmasi buat diri sendiri juga..

avatar

Luar biasaa, berkesan, mengharukan.
s3mngattt menulis.

avatar

Terimakasih motivasinya ya mas...indah saling memberi dan saling mengingatkan dalam kebaikan.

avatar

Saya jg ingin jadi penulis potensial bang..meskipun saya hrs ekstra berjuang untuk bisa membagi waktu dan melawan sifat suka menunda..


EmoticonEmoticon