Like Fanpage Bang Syaiha

Mengajar itu Belajar!

By Bang Syaiha | Wednesday, 6 April 2016 | Kategori:

Mengajar itu belajar, mengajar itu menjaga ilmu pengetahuan, Bang Syaiha, Kisah Inspiratif, One Day One Post, Menulis Setiap Hari, Blogger Aktif, Penderita Polio, Trainer, Guru Blogger, bangsyaiha.com
Mengajar itu belajar
Siang ini, saya nggak tahu mau nulis apa. Pikiran saya penat. Saya mengajar sejak jam 7 pagi hingga menjelang Dhuhur. Oh well, itu sangat melelahkan. Pagi-pagi sekali, saya menjelaskan tentang Hidrokarbon, dilanjutkan pelajaran Matematika di kelas IPS, pembahasan soal UN SMA, dan terakhir, menjabarkan tentang Matematika di kelas IPA. 

Lelah iya, tapi saya senang. Karena selain menulis, mengajar adalah hobi yang ingin saya kerjakan terus hingga tua kelak. Mengajar itu berbagi kepada orang lain, berbagi pengalaman dan wawasan, berbagi ilmu pengetahuan. Dengan mengajar, maka ilmu yang ada di kepala saya tetap terjaga dan malah terus bertambah. 

Simpelnya begini, misalkan saya berbagi tentang dunia blogging dan kepenulisan, maka saya harus membaca banyak referensi, mencoba beberapa tips dan trik, serta mengamalkannya terlebih dahulu sebelum dijelaskan ke orang-orang, bukan? 

Maka secara tidak langsung, dengan mengajarkan ilmu kepada orang lain, sejatinya saya pun belajar dan menjaga semuanya tetap ada di kepala. Saya malah semakin dan akan selalu ingat. 

Dan lagi, dengan mengajar, saya juga berkesempatan mendapatkan kebaikan yang berjenjang (seperti multilevel marketing). Misalnya saya mengajarkan untuk senantiasa bersemangat dalam hidup dan orang lain mengamalkan, juga mengajarkan kepada orang yang lain lagi, maka insya Allah saya juga akan mendapatkan imbasnya juga, toh? 

Itu dua keuntungan yang saya dapatkan dari mengajar: ilmu terjaga dan saya berkesempatan mendapatkan banyak pahala. Semoga. 

Atau, jika pun saya tak menyadari dua kebaikan itu, setidaknya dengan melihat senyum dan kepuasan siswa yang saya ajar saja, saya sudah senang bukan alang kepalang. Alhamdulillah. 

Sungguh, membuat orang lain tersenyum dan bahagia itu adalah kebahagiaan. 

Seperti ketika saya mengajar di pedalaman Kalimantan beberapa tahun lalu, luar biasa bahagianya saya ketika ada satu siswa yang berkata dengan penuh ketulusan, "Terimakasih, Pak Syaiha. Karena bapak, nilai saya sekarang bagus-bagus semua." 

Dan setelah saya kembali ke Bogor, siswa saya itu masih saja menyapa, bertanya, atau memberi kabar baik setiap kali mendapatkan prestasi. Dia sudah menganggap saya sebagai gurunya yang baik. Senang sekali rasanya. 

Saya berdoa, semoga semua siswa saya, baik yang di Kalimantan atau yang di Bogor sekarang, kelak menjadi orang-orang yang bermanfaat buat masyarakat, agama, dan negara. 

Demikian. 

12 komentar

avatar

Catatan menarik mas. Salam.

avatar

Pahalanya berlipat-lipat jika berbagi kebaikan. Hehe

avatar

Setuju Bang Syaiha. Perasaan saya juga tidak bisa terlukiskan bahagianya ketika ada seorang murid yang dianggap bodoh tetapi bersama kita bisa melesat jauh. Sampai sekarang kami pun masih berkomunikasi.

avatar

Wah, aku merasa ditampol karena hari ini blom sempet nulis Bang T_T

avatar

Aamiin.

Saya tulisan begini mungkin sejam, bahkan bisa sampai 3 jam.

Salut banget sama Bang Syaiha dan teman-teman.

avatar

Says blm posting hari INI bg

avatar

Segera posting, mbak.. Semangat..

avatar

Hemm.. saya berusaha untuk tidak menyentuh hutang di ODOP bang. Takut nanti malah ketagihan dan akhirnya misi menulis setiap hari tidak akan tercapai.

avatar
This comment has been removed by the author.


EmoticonEmoticon