Like Fanpage Bang Syaiha

Perjalanan Panjang Menerbitkan Buku

By Bang Syaiha | Friday, 8 April 2016 | Kategori:

Bagaimana menerbitkan buku, perjalanan panjang menerbitkan buku, bang syaiha, www.bangsyaiha.com
Perjalanan panjang menerbitkan buku
Saya yakin sekali, bahwa teman-teman saya di One Day One Post, pasti, hampir sebagian besar ingin menjadi penulis. Ingin menerbitkan buku dan dijual bebas di pasaran. Ingin buku-bukunya laku dan dibaca banyak orang. Tapi sebelum kesana, yuk kita bahas sejenak perjalanan sebuah buku untuk sampai ke rak toko-toko buku kenamaan. Bahwa untuk nerbitin satu buku kita harus: 1. Buat naskahnya sesegera mungkin. Itu bisa makan waktu sebulan kalau cepat, kalau malas-malasan dan mengandalkan mood doang, satu naskah buku bisa setahun lebih. Coba, cek laptop masing-masing, ada berapa draft yang belum kelar? Sudah dicek? Jika sudah, sebutin di kolom komentar, ada berapa draft yang sampai sekarang belum kelar? 2. Oke, jika rajin dan kemudian naskah berhasil di buat, temen2 nggak mungkin langsung kirim, harus dibaca ulang dan editing. Bagaimanapun, kita harus mengirimkan naskah paling rapi dan paling sedikit thypo. Maka perbaiki naskah mentahnya. Ini juga kalau malas-malasan makan waktu lama, bisa sebulan lebih. Malah ada yang sampai dua atau tiga bulan. 3. Setelah diedit dan ngerasa naskah udah paling baik, kita kirimkan ke penerbit mayor. Mesti nunggu minimal 3 bulan untuk kepastian diterima atau ditolak. Kadang-kadang malah ada yang lebih lama. Ada juga yang nggak ngasih kabar. Padahal kita sudah harap-harap cemas. 4. Kalau ditolak, maka selesai. Mungkin putus asa dan menyerah. Kalau masih semangat akan menulis lagi dan butuh waktu lama lagi. Makanya, jika ingin menjadi penulis, seharusnya menulis setiap hari, jangan berhenti. 5. Oke, balik lagi. Untuk satu naskah yang ditolak tadi, udah habis berapa bulan (berapa tahun)? Lama! Padahal hasilnya ditolak. 6. Kalaupun nasib baik dan diterima, perjalanan masih panjang. Kita akan diberi surat perjanjian, ttd, dan barulah pengerjaan dimulai. Desain cover, percetakan, pendistribusian, dan sebagainya. Inipun bisa berbulan-bulan. 7. Kalau udah di toko buku, emang perjuangan udah selesai dan menang? Eits, belum, cuy! Buku yang masuk gramedia itu belum tentu laku, kan? Termasuk buku kita. Bisa saja buku kita malah nggak laku, nggak dilirik orang. 8. Biasanya Gramedia akan mengevaluasi per dua minggu (atau per satu bulan). Buku-buku yang nggak laku akan diletakkan di tempat-tempat yang dalam, tersembunyi. Makin nggak laku deh. Nanti, ujung-ujungnya akan masuk gudang. Dibalikin ke penerbit. 9. Terus apakah kita akan jadi jutawan dan banyak uang? Nggak cuy! Padahal tuh buat satu buku panjang perjalanannya. Udah lolos penerbit mayor juga lagi. Eh, malah nggak laku. 10. Okelah, kalaupun laku, tau nggak sih kalau royalti satu buku (umumnya) hanya berkisar 5ribu - 10ribuan saja? Artinya, kalau laku seribu eksemplar buku, kita baru dapat royalti 5 juta sampai 10 juta saja. Dibayar setiap tiga atau enam bulan sekali. Padahal, ngejual seribu buku itu susah-susah gampang kalau nggak tahu caranya. 11. Jadi, dengan sedemikian banyaknya hambatan dan rintangan, kalian masih mau jadi penulis?

8 komentar

avatar

Ngomong2 soal buku, pengantar dah jadi belom?

avatar

Senin insya Allah ya mbak.. Aku bingun mau buatnya gimana.. Hehehe

avatar

Senin insya Allah ya mbak.. Aku bingun mau buatnya gimana.. Hehehe

avatar

Gimana sih bang biar berani ngirim? Masih takut... Butuh motivasi wkwk

avatar

Duuh...impossible deh penulis terkenal2, penggiat ODOP kok bingung nulis pengantar sehalaman doang. Nggak percaya...
Tapi ditunggu beneran Senin ya, soale endors yang lain dah masuk semua. Syukran...

avatar

saya juga, sudah belajar menulis, tapi belum berani mengirim.
hehehe

avatar

Biar berani ngirim? Ya ngirim aja.. Hehe

avatar

Padahal tulisan mas Heru sudah lumayan oke loh..
Semangat nulis terus, mas..


EmoticonEmoticon