Like Fanpage Bang Syaiha

Apa Hukuman yang Pantas untuk Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan yang Sedang Marak Belakangan?

By Bang Syaiha | Wednesday, 18 May 2016 | Kategori:

Apa Hukuman yang Pantas untuk Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan yang Sedang Marak Belakangan, Hukuman mati atau kebiri, Bang Syaiha, http://www.bangsyaiha.com/
Hukuman Mati untuk Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan
Apa hukuman yang setimpal bagi pelaku pemerkosa dan pembunuhan yang marak belakangan? 

Jika itu yang menjadi pertanyaan banyak orang, maka jawaban terbaiknya adalah...

....silakan tanya pada keluarga korban yang telah kehilangan anak atau kerabatnya itu. 

Tanya ke ibunya Yuyun dan Eno. Sebagai perempuan yang sudah mengandung anak itu sembilan bulan, melahirkan bertaruh nyawa dan kehidupan, membesarkan penuh perjuangan, kira-kira hukuman apa yang mereka inginkan untuk si pelaku yang telah menghabisi anak kesayangan? 

Apa hukuman yang setimpal? Ibu dan keluarga korban jauh lebih pantas memutuskan. Tanyakan kepada mereka, “Ibu, hukuman apa yang harus kami berikan ke pelaku yang telah membunuh anak ibu?” 

Saya yakin sekali, jika bisa, mereka pasti ingin pelaku dihukum mati. Nyawa dibayar nyawa. Agar adil!

Bahkan, saya sendiri atau juga kalian, jika keluarga dibegitukan (dianiaya, diperkosa, hingga dibunuh dengan perlakuan tidak wajar), maka pasti akan menuntut sebisa mungkin agar pelaku di bunuh juga, kan? Dihukum mati. Enak saja cuma dipenjara 10 tahun! Udah gitu, di dalam sana, dikasih makan gratis, dan dapat fasilitas ini dan itu. 

Pelaku-pelaku itu juga harus dihabisi. Menghilangkan nyawa orang, balasannya adalah nyawa juga. 

Nah, ketika saya iseng bertanya di fanpage tentang hal ini, “Apa hukuman yang layak buat pelaku?” 

Ada yang berkomentar: “Hukum mati saja tidak cukup. Mereka harus ditembak tepat di kemaluannya lalu ditembak lagi di kepalanya.” 

atau..

"Masukkan saja pelaku ke kandang harimau yang ganas dan kelaparan. Biarkan mereka sampai mati didalam." 

Ada juga yang bilang: "Beri stempel di jidat mereka, tulis besar-besar: PEMERKOSA! Lalu lepaskan ke masyarakat. Biar hukuman soaial yang akan bekerja."

Begitulah... saking geramnya orang-orang pada pelaku yang notabenenya masih remaja tapi sudah berani sekali bertindak seperti iblis kelas binatang. 

Sadis? 

Tentu saja. Sebagai balasan karena ia juga telah memperlakukan keluarga korban sedemikian sadis. 

Tapi itu melanggar HAM, Bang Syaiha..

Lah, emangnya si pemerkosa dan pembunuh itu nggak melanggar HAM si korban kejahatannya? Mereka bahkan menginjak-nginjak dan merobek HAM orang-orang yang mereka habisi dengan sadis itu. 

Sudah salah, masih saja berlindung di balik HAM!

Mereka yang telah direnggut nyawanya dengan cara biadab itu adalah manusia, orang baik-baik. Satu orang adalah siswa berprestasi yang selalu masuk 3 besar di sekolahnya. 

Satu lagi adalah pekerja keras, yang ketika usianya masih 18 tahun, ia sudah bekerja demi kehidupan yang baik tanpa harus meminta-minta. Ia akhirnya pergi selama-lamanya setelah menolak diajak berzina. 

Hak Asasi Mereka telah direnggut dan dicabik-cabik oleh manusia-manusia berhati iblis. Digilir lalu dibiarkan mati. Dipacul hingga dalam sekali. 

Jika saudara kalian dibeginikan (tentu kita berharap jangan sampai), apa yang kalian minta dari penegak hukum di negeri ini? 

Hukum mati, bukan? 

Tapi pelaku-pelaku itu masih di bawah umur, Bang Syaiha.. 

Lah, emang yang dihabisi juga nggak di bawah umur? Yuyun masih 14 tahun. Terlihat punya masa depan yang baik karena rajin belajar dan berprestasi. 

Eno 18 tahun. Sudah rajin bekerja dan membantu dapur keluarga di kampung agar selalu ngebul. Korban yang mereka renggut nyawanya juga masih usia muda, masih di bawah umur. 

Lagian, jika orang dengan kelakuan seperti mereka (pelaku-pelaku itu) masih di anggap anak-anak yang lugu dan polos serta harus dilindungi padahal sudah jelas sekali sadis dan biadab, bagaimana nanti ketika mereka menjadi dewasa dan bertambah usia? 

Kalau tidak taubat, yang ada malah makin bejat. 

Tapi kan masih bisa bertaubat, Bang Syaiha.. 

Benar, maka dari itulah, di awal tulisan ini saya bilang, “Apa hukuman yang paling setimpal untuk pelaku pemerkosaan dan pembunuhan itu?” 

Jawaban terbaiknya adalah: silakan tanya ke keluarga korban yang telah kehilangan anak atau kerabatnya. 

Silakan tanya ke ibunya Yuyun dan Eno, Sebagai perempuan yang sudah mengandung anak itu sembilan bulan, melahirkan bertaruh nyawa dan kehidupan, membesarkan penuh perjuangan, kira-kira hukuman apa yang mereka inginkan untuk si pelaku yang telah menghabisi anak kesayangan? 

Jika keluarga korban berlapang dada dan memaafkan, maka baru silakan negara menindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku. 

Pahala besar buat keluarga sudah menanti di dunia setelah dunia ini. 

Tapi jika keluarga korban tidak rela dan ingin pelaku juga dihabisi, maka seharusnya itulah yang dilakukan. Agar setimpal. Agar keluarga korban mendapatkan keadilan. 

Demikian.

4 komentar

avatar

Hukum sesuai dengan aturan yg ada dlm Islam.

avatar

Yah begtulah bang syai, maunya keluarga dibayar nyawa. Tapi hukum di Indonesia memang begini adanya, sudah ada aturannya.

avatar

Qishash! Nyawa dibayar nyawa. Itu blm hukuman kelakuan sadis asusilanya. Duh negeriku... Lindungi ya Rabb.. (Tear)


EmoticonEmoticon