Like Fanpage Bang Syaiha

Bagaimana Memenangkan Persaingan?

By Bang Syaiha | Monday, 30 May 2016 | Kategori:

Bagaimana memenangkan persaingan, kisah inspiratif, perbanyak keahlian, Bang Syaiha, http://bangsyaiha.com/
Bagaimana memenangkan persaingan
Dear adik-adik!

Ijinkan saya memanggil kalian demikian, adik-adik. Karena jika saya memanggil kalian anak-anak, tentu tidak mungkin. Kalian pasti sudah melewatinya. Maka adik-adik adalah pilihan paling baik dan bijak, bukan?

Oh iya, mengapa saya sampai menuliskan pesan ini kepada kalian, adik-adikku? Tentu ada hal penting yang harus diutarakan. Ada cerita bagus yang ingin saya sampaikan. Semoga dari kisah yang saya tuliskan ini, kalian bisa mengambil pelajaran.

Saya pernah punya seorang kawan yang ahli sekali di bidang perekonomian dan bekerja pada bank kenamaan di negeri kita. Oh well, itu adalah bidang yang sepertinya menjanjikan, bukan? Orang-orang yang bekerja disana, biasanya akan mendapatkan gaji yang besar dan menggiurkan.

Begitulah yang dialami teman saya. Setiap bulan, tidak kurang dari 10 juta diterimanya sebagai jasa atas pekerjaan yang dia lakukan. Dia memang giat bekerja dan sudah menduduki posisi yang bagus. Karena pendapatannya itu, ia berhasil membeli rumah dan kendaraan dalam waktu singkat.

Tapi, ada yang bilang bahwa kehidupan ini seperti roda. Ia berputar dan kita bergantian menempati posisinya. Kadang di atas, sesekali dibawah, atau berada di tengah-tengah antara keduanya. Nah, yang tidak kita inginkan adalah ketika kita sedang berada di bawah, roda kehidupan malah kempis dan tidak berputar lagi. Kita tidak beranjak darisana dan sengsara.

Alamak, membayangkannya saja saya tidak suka.

Tapi, itulah yang kemudian terjadi pada teman saya tadi. Kehidupannya berbalik hingga 180 derajat. Berubah total.  

Bagaimana bisa?

Begini, bank tempatnya bekerja mengalami penurunan pendapatan dan harus melakukan efisiensi pengeluaran. Sebabnya? Tentu saja karena perekonomian yang galau karena banyak faktor. Singkatnya, teman saya ini diberhentikan karena perusahaan harus menghemat anggaran.

Sedih dan kecewakah teman saya? Oh, tentu saja. Ia bahkan jengkel bukan main. Merasa dibuang begitu saja setelah melakukan banyak hal disana.

Tapi ia tidak larut dalam kesedihan dan pelan-pelan mulai berusaha bangkit. Berkata bahwa, “Aku punya keahlian di bidang perekonomian dan telah berpengalaman disana, maka mudah saja mencari pekerjaan lain yang lebih menjanjikan!”

Malangnya, seperti yang saya katakan tadi, roda kehidupan miliknya kempis dan tidak berputar. Padahal ia sedang berada di bawah dan terjepit. Akhirnya, dalam beberapa tahun berikutnya ia tidak mendapatkan pekerjaan sesuai harapan.

Tidak ada perusahaan yang menerimanya karena semua mendapatkan imbas yang sama dari bergolaknya perekonomian dunia. Bisnis harus lebih efisien dan hemat.

Teman saya menjadi pengangguran dengan keahlian yang dimilikinya. Lambat tapi pasti, teman saya mengalami depresi dan mulai stress. Ia mulai mudah marah, gampang emosi, dan senang sekali membentak.

Amboi, pribadinya yang dulu menyenangkan sekarang berubah. Saya dan teman-teman yang lain, menjadi agak takut berinteraksi dengannya. Takut salah bicara dan ia kemudian tersinggung. Kan bahaya!


Adik-adik, kita semua tentu tidak ingin mengalami hal demikian, bukan? Hidup senang, tapi ketika gangguan datang, kita terperosok dan tidak bisa berbuat banyak.

Pertanyaan berikutnya adalah, mengapa teman saya ini bisa menjadi demikian?

Jawabannya simpel, pertama karena memang perekonomian sedang gonjang-ganjing. Menyebabkan setiap perusahaan sebisa mungkin melakukan penghematan. Tidak merekrut karyawan baru yang harus dibayar mahal. Maka kualifikasi teman saya itu: ahli dan berpengalaman, akan susah mendapatkan pekerjaan.

Perusahaan lebih suka yang fresh graduate. Masih muda, enerjik, dan bisa dibayar lebih murah.

Kedua, ini kesalahan yang paling fatal, teman saya tidak memiliki keahlian lain selain perekonomian. Maka ketika keahlian itu tidak laku dijual, ia kelimpungan. Bingung harus melakukan apalagi.

Dunia berubah dan persaingan menggila, maka adik-adik, mumpung masih muda dan punya banyak kesempatan, segeralah perkaya diri dengan beragam keahlian. Jadilah juara kelas yang jago mendesain, pintar bicara di depan orang banyak, ciamik menghasilkan tulisan yang menggugah, ahli berjualan di dunia maya, atau apa saja.

Sehingga ketika nanti salah satu keahlian kalian tidak menghasilkan uang, masih ada keahlian lain yang bisa diandalkan untuk sekedar bertahan dan makan.

Demikian. 

1 komentar:

avatar

Menjadi semangat memperbanyak skill.


EmoticonEmoticon