Like Fanpage Bang Syaiha

Jadilah Istri yang Bisa Mengerti Suami!

By Bang Syaiha | Tuesday, 31 May 2016 | Kategori:

Jadilah istri yang bisa mengerti suami, bagaimana lelaki menghadapi masalah, bang syaiha, http://bangsyaiha.com/

Lelaki mulia itu pulang ke rumahnya dengan tubuh menggigil. Gemetaran. Bukan! Bukan karena kedinginan, buktinya tubuhnya kuyup oleh keringat yang terus mengucur deras seperti sebuah bendungan yang pecah, tanda bahwa ia tidak kedinginan. Keringat itu, mengalir membasahi seluruh raut wajah dan tubuhnya.

Lelaki mulia itu menggigil karena ketakutan. Baru saja ia bertemu dengan sesesok manusia, jelmaan Malaikat utusan Tuhan. Datang tiba-tiba dan memberi sebuah amanah yang berat. Tanggung jawab yang besar. Ia benar-benar ketakutan.

Istri tercintanya, yang juga adalah perempuan paling mulia sepanjang masa, bingung. Benar-benar panik menyaksikan suami tercinta demikian. “Ada apa ini?” katanya dalam hati saja.

Bukan saatnya ia banyak bertanya. Nanti, suaminya sendiri pasti akan menceritakan semuanya. tidak perlu buru-buru. Jangan dulu bertanya ini dan itu.

“Selimuti aku..” kata suaminya, “Selimuti aku..” katanya lagi. Istrinya menuruti. Ia ambil selimut kesayangan mereka dan menyelimuti sang suami tercinta.

Kawan, kitab-kitab sejarah mencatat bahwa keluarga mereka adalah keluarga terbaik sepanjang jaman. Mereka saling mengerti dan saling berbagi. Saling menghargai dan saling memberi.

Sungguh, indah sekali mereka. Termasuk dalam sepenggal episode di atas, itu adalah sebuah pelajaran maha hebat yang mereka tinggalkan.

Secara logika, melihat suami tercinta pulang dengan keadaan menggigil, basah berkeringat, dan ketakutan, seharusnya sang istri akan kebingungan, panik, dan bertanya banyak hal, bukan?

“Kau kenapa? Apa yang telah terjadi? Ada masalah apa? Ayo ceritakan kepadaku?” begitu.

Tapi tidak...

...Istri mulia itu tidak melakukannya. Ia memilih diam saja dan menuruti permintaan suaminya. Menyelimutinya. Mesra sekali.

Untuk perempuan, ini sebuah pelajaran, ketika suami sedang ada masalah, entah itu masalah pribadi atau masalah pekerjaan, maka jangan terlalu banyak bertanya dulu.

Tidak tepat waktunya.

Biarkan suami menyendiri. Beri ruang dan waktu. Nanti, ketika ia merasa sudah lebih baik, ketika ia merasa emosinya sudah mereda, ia pasti akan menceritakan semuanya kepadamu. Sungguh, ia pasti akan menceritakan kepadamu.

Tentu berbeda dengan seorang perempuan yang sedang ada masalah. Ia akan mencari teman terbaiknya, menceritakan semua keluh kesahnya, curhat.

Walau ia tidak mendapatkan solusi apa-apa, hanya berhasil menceritakan semuanya saja, ia sudah cukup lega. Berton-ton masalah yang tadi ada di pundaknya, bisa jadi lenyap seketika.


Istri mulai tadi mengajarkan begitu. Ada hal-hal yang tidak perlu buru-buru kita serbu. Santai saja. Segala sesuatu itu ada masanya. Jika sudah tepat, nanti pasti semua akan terungkap. Masalah suamimu juga demikian. 


EmoticonEmoticon