Like Fanpage Bang Syaiha

Kisah Tragis Yuyun dan Kisah Kemenangan Leicester City

By Bang Syaiha | Tuesday, 3 May 2016 | Kategori:

Yuyun diperkosa 14 lelaki hingga tewas, Leicester City juara EPL, Bang Syaiha, Yuyun Bengkulu, http://www.bangsyaiha.com/

Saya sedang bingung nih mau nulis apa!

Padahal dashboard blog sudah saya buka beberapa menit lalu. Beberapa artikel juga sudah saya baca. Ada yang tentang kisah Yuyun, perempuan muda berusia 14 tahun yang meninggal karena telah diperkosa 14 lelaki biadab.

Tidak puas memperkosa, mereka kemudian melemparkan Yuyun ke jurang hingga perempuan malang itu meregang nyawa. Jenazah Yuyun baru ditemukan nyaris seminggu setelah ia tidak kelihatan. Tubuhnya sudah mulai membusuk dan mengenaskan.

Dua belas pelaku sudah ditangkap dan dua lagi buron. Kesemuanya adalah anak baru gede, usia mereka bahkan baru belasan tahun saja. Paling tua 23 tahun. Satu orang.

Mulanya, ke-14 pelaku melakukan pesta minuman keras di salah satu rumah tersangka. Setelah puas dan agak fly, mereka jalan-jalan ke kebun karet. Entah mau ngapain. Nah, saat itulah, ketika kesadaran mereka sudah rusak karena minuman beralkohol itu, Yuyun yang masih duduk di bangku SMP lewat.

Naas. Yuyun digilir hingga nyawanya melayang. Benar-benar kurang ajar tuh pelaku.

Konon, pelaku hanya dihukum maksimal 15 tahun penjara –kabar lain menyebutkan bisa 20 tahun bahkan seumur hidup. Saya pribadi sih, setujunya dihukum mati saja. Agar memberikan efek jera untuk semua orang, sehingga akan berpikir ulang jika ingin melakukan kejahatan yang sama.

Kisah pilu tentang Yuyun ini luput dan tenggelam. Media tidak memblow up–sibuk dengan reklamasi, pilgub DKI, dan sebagainya–sehingga kurang didengar oleh orang banyak. Hingga beberapa hari belakangan, salah seorang aktivis kemanusiaan menyadarkan banyak nurani warga dengan aksinya di internet.

Karena hal inilah, maka netizen kemudian ramai-ramai mengangkatnya ke permukaan. Agar banyak yang tahu dan pelaku bisa dihukum lebih tinggi. Kalau bisa dihukum mati. 

Manusia seperti apa yang tega memperkosa perempuan kecil beramai-ramai? Bahkan binatang paling hina sekalipun tidak melakukan hal demikian. 

Hari ini, saya membaca beberapa artikel yang menyangkut kisah Yuyun ini. Dan pada salah satu artikel yang saya baca, ada yang menganologikan pemerkosaan ini dengan negara kita.

Artikel itu berkata, "Barangkali, Indonesia tercinta kita juga seperti Yuyun. Ramai-ramai diperkosa oleh orang-orang yang punya kepentingan. Oleh bangsa-bangsa asing, hingga konglomerat yang rakus." 

Jika kita ramai-ramai mendukung Yuyun dengan menyalakan lilin, maka mari kita beramai-ramai pula mendukung Indonesia, mengawasi kinerja pemerintah dan petinggi-petinggi di atas sana, agar tidak ikut-ikut memperkosa Indonesia.

Tadi malam, sebelum tidur, saya sempat membuka twitter sejenak dan memperhatikan tagar #NyalaUntukYuyun menempati posisi yang tinggi, memang. Saya penasaran, ini Yuyun siapa ya? Apakah Yuyun teman kecil saya yang tidak terdengar kabarnya sejak lima belas tahun lalu? Jika iya, lalu apa kabar dia sekarang? 

Karena rasa penasaran itulah maka saya membuka tagar itu dan menyaksikan beberapa umpatan kemarahan dari sekian banyak netizen kepada 14 orang pelaku, meminta agar polisi dan penegak hukum lainnya memberikan hukuman yang paling berat. kalau bisa hukum mati!

Beberapa yang lain, menulis tentang bela sungkawa dan duka cita, mendoakan Yuyun dan keluarganya, agar tabah dan bisa menerima. 

Itulah awalnya, hingga saya tahu tentang kisah tragis Yuyun dan hari ini membaca beberapa artikel tentangnya.

Selain kisah tragis Yuyun, hari ini saya juga membaca beberapa artikel lain seputar Leicester City yang berhasil menjadi juara liga Inggris setelah 132 tahun. Berkebalikan dengan kisah Yuyun, kali ini tentang berita baik dan kegembiraan sebuah klub sepak bola: Leicester City.

Kejayaan mereka musim ini mengajarkan saya bahwa di dunia, tidak ada yang tidak mungkin. Kita harus punya mimpi besar dan jangan pernah menyerah. Teruslah berusaha dan berjuang, karena kita toh tidak pernah tahu kapan Allah akan memberikan apa yang kita inginkan. 

Iringi ikhtiar dengan doa dan tawakkal. 

Tentang Leicester City yang juara EPL ini, saya pribadi senang. Ini bagus agar kompetisi liga inggris berjalan lebih dinamis dan kompetitif. Kan bosen kalau tiap tahun hanya itu-itu saja yang juara, toh? Makanya, sejak pekan ke-25 saya berharap sekali Leicester bisa bertahan hingga akhir musim. 

Menakjubkan sekali, sebuah klub yang musim sebelumnya terseok-seok di papan bawah liga, berjuang agar tetap di kasta tertinggi kompetisi, musim ini malah menjadi yang paling tinggi. Mengangkangi klub-klub lain yang lebih besar dan kaya.

Leicester tidak! Mereka bukan klub tajir. Keuangan mereka pas-pasan. Pemain-pemain mereka juga bukan pemain kenamaan. Justru, kebanyakan adalah pemain-pemain buangan yang gagal bersinar di klub sebelumnya.

Tapi sekali lagi, di dunia ini nggak ada yang nggak mungkin. Asal berjuang penuh semangat dan pantang menyerah–juga percaya bahwa kita bisa–, maka, sekali lagi, tidak ada yang tidak mungkin.
.
.
.
.
Selain dua artikel itu, tentang kisah tragis Yuyun dan Leicester City, saya juga sebenarnya membaca beberapa lagi. Tapi sudah ah, dua itu saja yang saya bahas sekilas. Yang penting, saya posting tulisan hari ini.

Menggugurkan kewajiban saya pada diri sendiri: menulis setiap hari.

Akhirnya, saya turut berbela sungkawa kepada keluarga Yuyun dan mengucapkan selamat kepada Leicester City.


Demikian. 

3 komentar

avatar

Turut berbela sungkawa juga untuk adik Yuyun T_T

avatar

Sedih bacanya Bang... miris... aku baru tahu kisah yuyun ini malah dari tulisan Bang Syaiha .. kok ya ini air mata ngalir terus begini.. Yaa Rabb... lindungi kami...

avatar

aku baru baca tadi kisah yuyn :( entahlah manusia jaman sekarang terlalu banyak lupa..


EmoticonEmoticon