Like Fanpage Bang Syaiha

Menikah itu Enak Nggak Ya?

By Bang Syaiha | Wednesday, 4 May 2016 | Kategori:

Menikah itu enak nggak, masalah suami istri, pernikahan, Bang Syaiha, www.bangsyaiha.com

"Pasti enak ya kalau sudah menikah.." kata teman saya sambil menerawang. Matanya tidak memandang ke arah saya, entah kemana. Melihat ke depan, tapi terlihat kosong. Otaknya pasti sedang berandai-andai. 

Ia kemudian melanjutkan, "Setiap hari ada yang membuatkan kopi, menemani saat mengobrol, dan sebagainya." 

"Kalau begitu, ya sudah, menikah saja segera!" saya menjawab asal saja.  

Sambil mengibaskan tangan di depan wajahnya, ia bilang, "Calonnya belum ada, Bang Syaiha." 

"Kalau begitu," kata saya lagi, sedikit mengulang respon awal, dengan nada yang sengaja saya sama-samakan juga, "carilah calonnya segera. Jangan diam saja!" 

Seperti tidak berhasrat lagi melanjutkan obrolan, teman saya menimpali, "Belum siap, Bang. Belum punya pekerjaan tetap dan penghasilan perbulan masih ala kadarnya." 

"Ya sudah, kalau belum berani, nggak usah berandai-andai." 

Obrolan lalu berhenti. Teman saya manyun. 

*****

Pada tulisan ini, saya akan membahas obrolan singkat di atas: 

Pertama, tentang apakah menikah itu enak? Oh well, menikah itu nggak enak. Tapi enak sekali (LOL). Silakan tanya pada pasangan muda yang baru saja menikah dan sedang honey moon, hampir semuanya, pasti akan bilang, "Saya menyesal nih menikah."

"Menyesal kenapa?" 

"Menyesal karena nggak dari dulu!" 

Wajar, namanya juga baru menikah. Makanya jawabannya seperti itu. Tapi nanti, ketika pernikahan telah menjalani masa setahun, dua tahun, lima tahun, atau berpuluh-puluh tahun, maka jawabannya, boleh jadi akan berubah. 

"Apakah menikah itu enak?" 

Dia akan diam beberapa lama, berpikir. Tidak akan menjawab secepat kilat seperti ketika baru menikah. 

Enak atau tidaknya pernikahan, bergantung pada kedewasaan sepasang suami-istri yang menjalaninya. Semakin dewasa dan bijak mereka, maka pernikahan akan enak selamanya, sepanjang usia, hingga ajal menjemput dan mereka pergi ke dunia yang lebih lama dan kekal. 

Tapi jika sepasang suami istri itu masih muda dan belum terlalu matang, maka boleh jadi, pernikahan akan menjadi seperti api, panas dan tidak mengasikkan. Di dalam rumah tangga, banyak hal yang harus dijalani dengan kematangan: tanggung jawab yang besar, memberi nafkah setiap bulan, mendidik anak, bersosialisasi kepada tetangga dan orang tua (juga mertua), menghadapi perbedaan sikap, menerima kekurangan pasangan, dan masih banyak lagi. 

Semua itu, jika diemban oleh orang-orang yang tidak dewasa, akan berabe jadinya. 

Karena hal inilah, maka tidak salah jika Islam sangat menganjurkan, pilihlah pasangan yang kuat keimanan dan takwanya. Sehingga ketika masalah datang menghampiri keluarga, mereka bisa melenggang menghadapinya berdua. 

Orang yang beriman dan bertakwa juga akan mencari jalan keluar yang sangat baik ketika ada rintangan di tengah perjalanan keluarganya. Nggak asal-asalan, apalagi gegabah. 

Kedua, belum siap menikah karena belum punya pekerjaan tetap? Oke, memangnya, kalau sekarang sudah punya pekerjaan, kamu bisa jamin pekerjaan itu akan terus ada bulan depan? Kalau sekarang sudah berpenghasilan, memangnya kamu bisa menjamin penghasilanmu akan terus ada juga?

Nggak! 

Jadi, walau sudah bekerja dan berpenghasilan pun, masa depan tetap nggak jelas. Buram. Maka nggak perlu takut menikah hanya karena belum punya pekerjaan dan penghasilan tetap. 

Eits, tapi ingat, saya juga tidak menganjurkan kalian menikah tanpa persiapan dan perhitungan, loh. Harus tetap ada pertimbangan. 

Sebelum menikah, kalian harus punya rencana akan mendapatkan penghasilan darimana kelak? Apakah akan bekerja? Atau berwirausaha? Semuanya harus disampaikan ke pasangan kita dan mintalah dukungan. 

Menikah itu nggak perlu nunggu punya pekerjaan tetap. Yang penting siap. 

Kalau nunggu kaya raya dulu baru menikah, boleh jadi orang tua kita dulu tidak akan menikah-nikah. Kita nggak akan ada. 

Bener, nggak? 

Oke, segitu aja..

Selamat malam!


EmoticonEmoticon