Like Fanpage Bang Syaiha

Obrolan Banu dan Bani: Mengapa Kebanyakan Orang Gila itu Lelaki?

By Bang Syaiha | Tuesday, 31 May 2016 | Kategori:

Mengapa kebanyakan orang gila adalah lelaki, Mekanisme perempuan mengurangi rasa stress, Bang Syaiha, http://bangsyaiha.com/
Mengapa kebanyakan orang gila adalah lelaki
“Tapi, Nu..” terlihat ada yang mengganjal di pikiran Bani, “Lo kemarin, kan, bilang kalau perempuan itu empat kali lebih mudah terkena stress dibandingkan laki-laki”

Banu mendengarkan celotehan Bani, khidmat. Dalam hatinya heran, tumben nih Bani agak seriusan. Padahal biasanya ngawur.

“Iya, kenapa, Ban?”

“Kalau perempuan itu lebih mudah terkena stress, harusnya banyak dong perempuan yang jadi orang gila. Tapi kok selama ini gue ngeliat orang gila itu laki-laki semua ya?”

Banu manggut-manggut. “Tumben pertanyaan Lo bener”

“Sekali-kali boleh dong jadi orang bener,” Bani bangga, baru kali ini ia dibilang bener. “Jadi, Lo punya jawaban pertanyaan gue nggak? Atau pertanyaan gue terlalu berat dan Lo nggak bisa jawab”

“Ah, pertanyaan Lo nggak berat kok. Nggak sampai sekilo!”

“Hahaha..”

“Jadi..” Banu mulai menjawab pertanyaan Bani serius, “Perempuan memang mudah terkena stress, tapi perempuan juga punya penyelesaian yang hebat dibandingkan laki-laki.”

“Enak juga ya jadi perempuan” Bani menimpali.

“Ya, udah.. Operasi plastik aja Lo sono!”

“Yee, enak aja!” Bani mengibaskan tangannya, “Oke, jadi gimana nih caranya perempuan menghilangkan stressnya?”

“Pertama, jika perempuan menghadapi sebuah masalah, ia akan mencari teman dan berbagi.”

“Curhat maksud Lo?”

“Yup! Bener. Kalau mereka curhat, mereka sebenarnya bukan minta solusi, Ban. Mereka hanya ingin berbagi dan menghilangkan sedikit beban masalahnya, itu saja. Makanya, setelah curhat tuh mereka plong banget rasanya." 

"Bedanya, kalau laki-laki yang terkena masalah dan stress, mereka diam saja. menyimpan masalahnya sendiri dan tidak membagikannya. Lelaki merasa begitu hebat dan begitu tangguh, sehingga jika masalah melanda, dia akan diam saja. Gue bisa kok nyelesein sendiri, gitu mungkin pikirnya.”

Bani manggut, “Berarti, walau perempuan sering mengalami stress, mereka juga punya mekanisme yang baik dalam mengungkapkan stress itu ya?”

“Yoyoi, Bro. Tumben Lo pinter!” Banu menjawab singkat, lalu melanjutkan, “Dan lagi, perempuan itu sering berpelukan kalau lagi ada masalah. setelah mereka selesai curhat sama temennya, biasanya mereka berpelukan tuh.”

“Iya, kayak teletubbies.. Hahaha..” Bani tertawa.

“Jangan salah, Ban,” Banu menjelaskan lagi, “Pelukan itu bagus loh buat kesehatan. Dengan berpelukan, masalah yang tadinya menggunung bisa terangkat sebagian besar.”

Setelah manggut-manggut lagi, Bani bilang, “Kalau gitu, peluk gue dong, Nu,” Bani merentangkan tangannya mendekati Banu.

Banu malah menghindar dan bilang, “Ih, najong deh Lo!”

“Hahaha.. Laki-laki emang beda ya sama perempuan. Laki-laki gengsi kalau mau berpelukan. Ntar malah dibilang suka sama sesama!”

“Satu lagi nih yang harus kita perhatikan dari perempuan,” Banu melanjutkan, “Kalau lagi ada masalah dan stress, mereka curhat, berpelukan, dan menangis. Ya, menangis ini ternyata terapi yang baik, Ban. Air mata yang tumpah seakan-akan membasuh dan membersihkan masalah yang selama ini mengganjal.”

Bani lalu diam sejenak, kepalanya menunduk, lalu tiba-tiba menangis.

“Eh, Lo kenapa, Ban?” Banu heran, “Kok tiba-tiba nangis?”

“Gue ada masalah, Nu. Tadi pas nilai ujian keluar, gue dapet jelek. Kali aja kalau gue nangis masalah itu hilang dan nilai gue jadi bagus.. Hiks.. Hiks..”

Banu, “!@%!$&^!@^*!@^(“

5 komentar

avatar

Lucu Bang pas di sini ending. Masa nangis nilainya jadi bagus.

avatar

Hahahha...baguuus Bang

avatar

Betul tu bang

Curhat n nangis

avatar

Hhaa.. Berpelukaaann... Cocok


EmoticonEmoticon