Like Fanpage Bang Syaiha

Selamatkan Anak-Anak Kita dari Sekolah!

By Bang Syaiha | Tuesday, 31 May 2016 | Kategori:

Selamatkan Anak-Anak Kita dari Sekolah, Pendidikan Indonesia, Sekolah adalah penjara, Bang Syaiha, http://bangsyaiha.com/
Selamatkan Anak-Anak Kita dari Sekolah
Leonardo Da Vinci lahir di Vinci, Propinsi Firenze, Italia, pada 15 April 1452 dan meninggal di Perancis, 2 Mei 1519 saat usianya menginjak 67 tahun. 

Leonardo Da Vinci adalah seorang arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis Renaissans Italia. Tetapi kita mengenalnya sekarang sebagai seorang pelukis yang fenomenal dengan dua karya besarnya, Jamuan terakhir (The Last Supper) dan Mona Lisa.

Sejak kecil, Leonardo Da Vinci dikenal sebagai anak yang senang belajar, tapi ia tidak pernah sekolah. Semua ilmu yang didapatkan adalah hasil belajarnya kepada orang-orang yang ahli di bidangnya masing-masing, tapi bukan di sekolah formal. 

Kepiawaannya dalam melukis misalnya, ia dapatkan dari seorang pelukis asal Firenze bernama Andrea del Verrocchio. Konon, Veerocchio bahkan menghentikan aktivitas melukisnya ketika mengetahui bahwa muridnya ini mampu menghasilkan karya jauh lebih baik daripadanya.

Leonardo Da vinci tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Ia merasa sekolah formal hanya akan mengekang kreatifitasnya dalam melukis dan hobinya yang lain.

Isaac Newton lahir di Woolsthorpe by Colsterworth, Lincolnshire pada 4 Januari dan meninggal pada 31 Maret 1727 di usinya yang 84 tahun. Saat ini kita mengenal Newton sebagai bapaknya Fisika. 

Bukunya yang berjudul Philosophiae Naturalis Principia Mathematica (1687) adalah buku paling berpengaruh dalam dunia sains hingga sekarang. Dalam buku ini Newton menjelaskan hukum-hukum tentang gerak dan gravitasi yang kita kenal sebagai Hukum Newton I, Newton II, dan Newton III.

Tapi tentu kita juga paham bahwa Newton suatu kali pernah dituduh sebagai anak bodoh oleh gurunya karena suka melamun dan tidak berkonsentrasi. Newton sering kali kedapatan sedang melamun di kelas, imajinasinya kemana-mana. 

Tapi dari sinilah, dari imajinasi lah semuanya bermula, Newton menjadi orang besar, ilmuwan dunia.

Thomas A Edison lahir pada 11 Februari 1847 dan meninggal 18 Oktober 1931 pada umur 84 tahun. Sejak kecil, Thomas A Edison senang belajar dan suka sekali bertanya, tetapi malah dikeluarkan dari sekolah. 

Ibunya sendiri yang mengeluarkannya dari sekolah karena nilainya selalu saja buruk. Thomas A Edison kecil lalu belajar di rumah dengan guru terhebatnya, mamanya. Ibunda tercinta.

Di rumah, Thomas A Edison lebih leluasa belajar, tidak terkekang dan tidak kaku. Bahkan di usinya yang masih belia itu ia sudah membaca buku-buku ilmiah yang lebih berat. Buku-bukunya orang dewasa. Di rumah juga, ia lebih leluasa melakukan berbagai eksperimen yang hebat, yang nantinya menjadikan namanya dikenal dunia.

Albert Einstein lahir di Jerman 14 Maret 1879 dan meninggal pada 18 April 1955 di Amerika Serikat pada usianya yang ke 76 tahun. Sejak kecil ia dikenal sebagai pelajar yang lambat, slow learner. Hal ini diduga karena disleksia yang ia alami. Bahkan beberapa sumber mempercayai bahwa Einstein ini menderita Asperger, gejala yang mendekati autisme.

Sejak kecil pula, Einstein dikenal senang belajar, tetapi sering membolos karena menganggap sekolah justru menghambat kesenangannya membaca dan main biola. Ia sempat keluar dari sekolah di Munich karena gurunya galak dan melarangnya banyak bertanya. Tapi sekarang, kita mengenal Einstein juga sebagai ilmuwan besar, penemu hukum relativitas yang fenomenal.

Bill Gates, orang yang kaya karena Microsoftnya ini adalah mahasiswa drop out dari Harvard, salah satu sekolah terbaik di dunia.

Pertanyaannya kemudian adalah, apakah sekolah terlalu formal dan kaku sehingga dianggap mengekang kreatifitas mereka? Atau apakah sekolah malah justru mengekang kesenangan belajar mereka yang menggebu-gebu? Entahlah!


Tapi jika memang semua itu benar, maka segeralah selamatkan anak-anak anda dari sekolah, sekarang juga. 


EmoticonEmoticon