Like Fanpage Bang Syaiha

Bagaimana Agar Doa-Doa Kita Melangit?

By Bang Syaiha | Saturday, 4 June 2016 | Kategori:

Bagaimana agar doa-doa kita melangit, doa para nabi, Bang Syaiha, http://bangsyaiha.com/

Kau tahu kisah tentang nabi Yunus? Tentu saja kau tahu, bukankah kisahnya tertera jelas dalam kitab suci, juga diajarkan di sekolah-sekolah di negeri ini? Ya, kau pasti tahu.

Kitab sejarah mencatat bahwa setelah nabi Yunus berdakwah kepada umatnya, mengajak kepada kebaikan dan menyeru untuk meninggalkan kemaksiatan, hanya sedikit dari umatnya yang mengikutinya. Boleh jadi malah tidak ada. Nabi Yunus merasa kesal, jengkel, dan memutuskan pergi meninggalkan umatnya.

Malang, dalam perjalanannya menyeberangi lautan, badai datang dan menghantam kapal yang ditumpangi nabi Yunus.

Maka demi keselamatan orang banyak, pemimpin kapal memutuskan untuk mengurangi bobot kapal dengan membuang sebagian orang ke lautan yang ganas itu. Ke lautan yang sedang mengamuk. Mengerikan.

Menurutnya, mengorbankan beberapa orang saja demi keselamatan yang lebih besar tentu diperbolehkan. Diputuskanlah, dilakukan undian. Siapa yang namanya keluar, maka akan dibuang ke laut.

Undian pertama dilakukan, nama nabi Yunus yang keluar. Mereka tahu nabi Yunus adalah orang besar, pemimpin agama, disegani. Undian pun diulang. Sayangnya, berkali-kali diulang, tetap saja nama nabi Yunus yang keluar. Maka mau tidak mau akhirnya nabi Yunus dilemparkan ke lautan ganas.

Dengan caranya, Tuhan menyelamatkan nabi-Nya, Yunus ditelan ikan besar. Boleh jadi ikan paus. Atau ikan jenis lain.

Saya tidak pernah bisa membayangkan betapa menderitanya nabi Yunus hidup di dalam perut ikan itu. Pasti amis, berlendir, baunya menyengat, menusuk-nusuk hidung, pengap, dingin, dan tentu saja gelap. Entahlah. Membayangkannya saja mengerikan, apalagi mengalaminya.

Kawan, dalam kondisi demikian, nabi Yunus berdoa kepada Tuhan, kau tahu doanya?

“Tidak ada Tuhan selain engkau (Allah swt), maha suci engkau, sesungguhnya aku adalah orang-orang yang zolim” katanya. Doa ini tertulis dalam Al Quran. Silakan cari saja. Googling.

Oke. Sekarang ke kisah selanjutnya..

Tentang nabi Ayyub. Kau tahu nabi Ayyub? Ia diberikan penyakit kulit yang menahun, tidak sembuh-sembuh. Bahkan kitab-kitab sejarah mencatat bahwa sakit itu menggerogoti, bernanah, busuk, bau, menjijikkan, dan berulat (belatung). Karena penyakitnya kemudian nabi Ayyub mengasingkan (diasingkan) diri. Hidup menyendiri dalam hutan.

Sama juga, saya pun tidak pernah bisa membayangkan penderitaan nabi Ayyub. Pasti teramat sangat. Kita saja, baru diberikan sakit sedikit sudah tidak tertahan rasanya. Mungkin menangis, meratap.

Tapi nabi Ayyub tidak. Dalam cobaannya itu, nabi Ayyub berdoa, “Ya Tuhan sesungguhnya aku berpenyakit, dan engkau adalah maha penyayang dari semua penyayang”

Terakhir, tentang Adam. Manusia pertama. Tentu kita semua tahu kisahnya, ia dikeluarkan dari syurga karena memakan buah khuldi. Ini juga cobaan yang super berat.

Awalnya hidup di syurga, tempat yang semuanya ada. tinggal bilang mau apa, maka seketika ada. luar biasa. sungainya susu, buah-buahannya berjuta rasa. tidak pernah menjadi tua.

Eh tiba-tiba, karena kesalahannya, nabi adam dan hawa dikeluarkan dari syurga. Tidak tanggung-tanggung, bahkan dipisahkan jauh dari si buah hati belahan jiwa, Hawa.

Dan kita semua tahu doanya nabi Adam, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku adalah orang yang menzolimi diriku sendiri maka jika tidak engkau ampuni, aku pasti termasuk orang-orang yang merugi”

Demikian.

Kawan, kita belajar dari nabi Yunus, Ayyub, dan Adam. Tentang adab berdoa. Saya tanya dulu, ada yang pernah mendapat cobaan selevel mereka? antara hidup dan mati seperti nabi Yunus, berpenyakit separah nabi Ayyub, atau semenderita nabi Adam?

Tentu saja tidak. Cobaan yang kita hadapi tentu tidak sebanding dengan mereka. Cobaan-cobaan yang menimpa kita, pasti cobaan-cobaan kelas teri yang sepele, kita saja yang menjadikannya besar.

Merasa menjadi orang yang paling menderita sedunia. Sakit sedikit update status sana sini, mengeluh luar biasa seperti baru saja terhimpit bumi. Mengenaskan.

Lalu, mari dipikirkan, secara logika, seharusnya doa nabi Yunus adalah meminta dikeluarkan dari dalam perut ikan, meminta keselamatan, bukan? Juga dengan nabi Ayyub, seharusnya doanya adalah meminta kesembuhan dari penyakit kulitnya. Pun dengan Adam, seharusnya doanya adalah meminta ampun dan meminta dikembalikan ke dalam syurga bukan?

Apalagi mereka adalah nabi, orang-orang yang dekat dengan Tuhan, orang-orang yang doanya tidak terhijab, mudah sekali dikabulkan.

Tapi mereka tidak berdoa demikian, mereka justeru memuji Tuhan dan merendahkan dirinya sendiri.

Maka begitulah seharusnya kita berdoa. Apapun hajat yang kita inginkan, entah itu jodoh, rejeki, kelunasan hutang, ataupun kesembuhan dari penyakit, maka doa yang baik, doa yang menggetarkan langit, justeru boleh jadi adalah doa-doa seperti yang diajarkan oleh ketiga nabi tadi. Memuji Tuhan dan merendahkan diri.


Dan kau tahu kawan, doa-doa seperti itu, selain menggetarkan langit, juga jauh lebih bisa menggetarkan hati, bernyawa, dan boleh jadi malah mampu membuatmu menangis. Meluluhkan kesombongan yang selama ini kau semai. 

2 komentar

avatar

Mantap!
Melangitkan doa lewat peenghambaan yang sempurna :-)
semoga qt termasuk diantaranya

avatar

MasyaAllah, nangis bacanya...
Makasih, bang Syaiha, pagi-pagi dah ngasih pencerahan.
Semoga detik ke depan kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, InsyaAllah...


EmoticonEmoticon