Like Fanpage Bang Syaiha

Jomblo adalah Tanggung Jawab Sosial

By Bang Syaiha | Tuesday, 14 June 2016 | Kategori:

Jomblo adalah Tanggung Jawab Sosial, nikahkan orang-orang yang sudah sanggup menikah, menikah akan membuka pintu rejeki, Bang Syaiha, http://bangsyaiha.com/
Jomblo adalah Tanggung Jawab Sosial
Beberapa hari yang lalu, ketika sedang membaca Al-quran, saya berhenti pada sebuah ayat yang menarik. Ia adalah surat An Nur (surat ke 24 dalam Al-quran) ayat ke 32. Kira-kira, artinya ayat itu adalah:
Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang diantara kamu, dan juga orang yang sudah layak menikah dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah maha luas (pemberiannya), maha mengetahui.

Saya menggunakan Al-quran terjemahan perkata, sehingga ketika membaca ayatnya, mata saya juga tertuju pada arti yang ada tepat di bawah bacaan bahasa Arabnya.

Saya berhenti sejenak, membaca arti ayat itu pelan-pelan dan kemudian memikirkan beberapa hal:

Pertama, jomblo adalah masalah sosial dan kita wajib membantu mereka melepaskan masa jomblonya agar tidak terlalu lama sendiri.

Menjadi single, atau yang biasa kita sebut dengan jomblo, adalah masa yang rentan. Agak ngeri-ngeri sedap. Apalagi jika iman tidak begitu kuat dan godaan ada dimana-mana. Ini bahaya sekali. Bukannya semakin giat beribadah, yang ada malah baper kesana-kemari.

Bagi saya, single (baca: jomblo) yang imannya nggak seberapa itu seperti radikal bebas.

Dalam ilmu kimia, radikal bebas adalah spesi yang aktif sekali, menabrak kesana-sini. Ia hanya kekurangan sedikit elektron saja untuk membuatnya stabil. Dan parahnya, ia sering menyerang sel-sel yang ada di dalam tubuh dan mengambil elektron seenaknya.

Singkatnya, radikal bebas adalah senyawa kimia yang belum lengkap (karena kekurangan elektron) dan mudah tergoda pada elektron yang ada di dekatnya. Ia mengambil paksa, tidak baik-baik.

Nah, single (jomblo) pun, sebagian besar demikian. Mereka yang tidak kuat imannya, mudah sekali terpesona kebablasan pada lawan jenis yang sering kali lewat dengan pakaian yang menggoda. Belum lagi melihat kawan-kawan lain yang kemana-mana berdua.

Duh.

Nah, ternyata, Islam sudah mengerti ini dan mengajarkan kepada pemeluknya untuk membantu mereka.

Lihat saja potongan ayat di atas, di kalimat awal dikatakan, “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang diantara kamu...”

Perhatikan, kata awal yang dipakai disana: nikahkanlah! Sebuah kalimat perintah buat kita yang sudah menikah dan ada di antara mereka untuk membantu menikahkan. Mencarikan pasangan dan segera menggenapkan.

Artinya, setiap kita bertanggung jawab membantu para single (baca: jomblo) yang ada di lingkungan tempat tinggal kita. Membantu itu bisa dalam hal mencarikan seseorang sesuai kriterianya, mengenalkan mereka, dan menemani selama masa perkenalan yang dibolehkan dalam Islam.

Ayat ini menjadi perintah buat kita yang sudah menikah agar lebih peka, memperhatikan sekeliling, mencari siapa yang masih sendiri dan kemudian berusaha menggenapkan dengan cara yang baik dan tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan.

Ayat ini juga menjadi landasan kita untuk tidak sibuk bertanya kapan nikah terus, tapi mendorong kita agar aktif dan ikut membantu. Bertanya hanya akan membuat kebaperan mereka bertambah parah, maka lebih baik diam dan aktif mengusahakan.

Kedua, ayat ini adalah motivasi buat siapa saja yang masih ragu menikah.

Selain menjadi perintah untuk membantu sesiapa saja yang mampu tapi belum menikah, ayat ini juga sering kali dijadikan oleh sebagian umat Islam untuk kembali yakin bahwa rejeki sudah ada yang mengatur. Dan ketika kita menikah, maka rejeki kita akan dimudahkan oleh Allah.

Tapi lihat bagaimana ayat menjabarkannya: “...Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya...”

Perhatikan, kata yang dipakai adalah, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka yang sudah menikah untuk mencari nafkah yang halal lagi baik. Tinggal kitanya saja yang mau memilih jalan itu atau tidak.

Pada ayat ini, Allah tidak berkata bahwa DIA akan serta merta memberikan kekayaan kepada siapa saja yang berani menikah, tapi yang dianugerahkan adalah kemampuan.

Simpelnya begini, seperti yang teman saya sampaikan beberapa waktu lalu ketika saya dan dirinya bertemu, lalu bercengkerama tentang banyak hal, termasuk tentang pernikahan.

Katanya, “Menikah itu, tentu saja tidak akan menjadikan seseorang kaya raya seketika. Tapi menikah akan membuka beberapa pintu rejeki yang mungkin, sebelumnya masih tertutup. Entah itu karena tersumbat atau memang mampet. Menikah akan melancarkannya.”

“Saya misalnya,” ia berkata lagi, “penghasilan saya sebagai guru honorer, tentu tidak bisa diandalkan. Ia tidak seberapa. Tapi Alhamdulillah, istri dan ketiga anak saya tetap bisa makan, tetap bisa sekolah, dan jajan seperti anak lainnya.”

“Itu rejeki darimana?” katanya bertanya, ia mengangkat bahu dan tidak memerlukan jawaban, “Tentu saja dari Allah.”

“Menikah, sekali lagi, tidak akan membuat seseorang menjadi kaya raya dan dapat rejeki seketika. Tapi dengan menikah, beberapa hal yang ketika bujangan tidak mampu dikerjakan, menjadi bisa dilaksanakan.”

“Saya misalnya,” ia menjelaskan lagi, menggunakan dirinya sebagai contoh nyata, “ketika menikah, malu sekali berjualan ini dan itu. Tapi ketika sudah menikah dan sadar bahwa istri dan anak-anak harus makan, maka mau tidak mau hal itu harus saya kerjakan, toh?”

“Istri dan anak-anak saya tidak boleh terlantar. Asalkan halal dan tidak merugikan orang lain, maka saya bisa lakukan. Termasuk hal-hal yang ketika bujangan saya enggan.”

Begitulah, orang yang sudah layak menikah dan bertanggung jawab, akan berubah drastis setelah menikah. Ia akan lebih bijak, lebih giat, tidak malas-malasan, bisa diandalkan, dan sebagainya.

Barangkali, inilah yang dimaksudkan ayat di atas, “...Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya...”

Ketiga, Allah maha luas pemberiannya.

Beberapa waktu lalu, saya membaca sebuah tulisan di internet yang kira-kira isinya begini: “Katanya siapa menikah akan membuat rejeki orang menjadi lancar? Buktinya teman saya tidak demikian. Dia yang ketika bujangan mampu menghasilkan banyak uang, ketika menikah malah tidak. Usahanya bangkrut dan gulung tikar.”

Ia menegaskan, “Menikah tidak membuat rejeki seseorang menjadi mudah!”

Duh.. Isinya mengerikan sekali.

Ketika membaca tulisan itu, dalam hati saya berkata, “Dangkal sekali pikiran ini orang!”

Mengapa demikian?

Begini, mari kita ingat baik-baik, bahwa rejeki itu luas sekali, bukan? Ia bisa berupa kesehatan yang semakin prima, pikiran yang tenang, harta yang berkah (berkah tidak melulu harus banyak dan berlimpah), jodoh yang menentramkan, atau anak-anak yang enak dipandang.

Maka ketika ada orang yang mengatakan bahwa rejeki hanya sebatas uang, itu salah besar.

Uang memang adalah rejeki. Tapi mengatakan rejeki itu hanya berupa uang, itu keblinger. Sama seperti begini: “Kucing adalah hewan berkaki empat, tapi hewan yang berkaki empat bukan hanya kucing. Ia bisa saja sapi, kerbau, anjing, babi, onta, harimau, singa, rusa, dan masih banyak lagi.”

Dalam ayat di atas, sebenarnya juga sudah dijelaskan, kok!

Perhatikan penutup ayat itu: “Dan Allah maha luas (pemberiannya)!”

Indah sekali, toh?

Pertama-tama, Allah meminta orang yang sudah menikah untuk membantu saudaranya yang masih single untuk segera digenapkan. Jika ada yang ragu, ditengah ayat dibilangin, “Tenang saja. Menikahlah! Kalau kamu miskin, nanti Allah akan memampukan kamu melakukan beberapa hal.”

Lalu, ketika sudah menikah dan sudah melakukan ini dan itu tapi kemudian nggak kaya-kaya juga, Allah tutup ayatnya dengan, “Pemberian Allah itu maha luas loh.. Lihat, apa yang sudah kamu dapatkan setelah menikah? Istri yang menyejukkan, kehidupan yang lebih tenang, tidak galau dan baperan, serta sebagainya.”

Semuanya adalah rejeki.

Nah begitulah.. Semoga tulisan ini ada manfaatnya. Jangan lupa bagikan kepada orang lain yang membutuhkan.


Demikian. 

3 komentar

avatar

Wihh jadi memantapkan saya nih bang hehehe,
tapi sepertinya ramadhan tahun besok saya masih mau sendiri dulu wkwkwk

avatar

Wah bang syaiha bisa bantu juga untuk mncarikan pasangan para kaum jomblo ni membantu menemukan pasangan para bujanghidin dan bujanghida hehehe

avatar

post bang syaiha berkaitan dengan post saya,hehe

http://netizenberkata.blogspot.co.id/2016/06/jangan-malu-menjadi-jomblomatahari-saja.html


EmoticonEmoticon