Like Fanpage Bang Syaiha

Yang Panjang Tuh Menyakitkan!

By Bang Syaiha | Friday, 3 June 2016 | Kategori: |

Yang panjang itu menyakitkan, kepenulisan, bagaimana menghasilkan tulisan yang enak dibaca, Bang Syaiha, http://bangsyaiha.com/

Kalau menulis untuk di posting di dunia maya, entah itu di media sosial atau blog, maka usahakan jangan membuat tulisan dengan paragrap yang panjang-panjang.

Satu paragrap sampai 8 baris lebih: ini menyiksa. Apalagi kalau satu paragrap ada belasan baris. Masya Allah.. Ini akan membuat orang semakin menderita.

Karena semakin panjang punya kita, semakin menyakitkan ia.

Eh..

Bagi mata maksudnya.

Kalau memposting tulisan di dunia maya, entah itu di media sosial atau blog, justru lebih enak buat paragrap yang pendek-pendek saja. Asal diciptakan dengan ketulusan dan kasih sayang, pendek pun bisa memberikan kepuasan.

Loh!

Karakter pembaca di dunia maya adalah mereka yang ingin mendapatkan informasi secara instan, tidak bertele-tele, dan panjang lebar. Pembaca di dunia maya ingin segera mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Lihat saja portal-portal berita kenamaan. Mereka menyadari hal ini dan kemudian menyajikan informasi di dunia maya dengan tulisan yang instan-instan.

Apalagi satu portal berita yang sudah sama-sama kita ketahui itu (nggak perlu sebutkan nama yaa..), beritanya bahkan nggak perlu dibaca...

...baca saja judulnya dan selesai.

“Tapi kan, kalau membuat tulisan yang pendek dan singkat, takutnya informasi yang disampaikan nggak lengkap, Bang..”

Eits..

Coba kembali ke paragrap awal tulisan ini. Apa yang saya katakan? Apakah saya menganjurkan agar membuat tulisan yang singkat dan pendek?

Tidak, bukan?

Tapi...

...saya menganjurkan, ketika menghasilkan sebuah tulisan yang akan disebarkan di dunia maya, entah di media sosial dan blog, buatlah dalam paragrap yang singkat-singkat saja. Jangan kepanjangan.

Jika memang tulisan kita harus panjang kali lebar (agar lengkap, informatif, dan utuh), maka silakan saja buat tulisan demikian. Tapi paragrap yang dihasilkan jangan berlebihan.

Tulisan saya beberapa hari lalu misalnya (lihat DISINI), jumlah totalnya ada 6 halaman A4 loh!

Untuk ukuran tulisan di blog, maka itu adalah tulisan yang sangat panjang dan pasti akan melelahkan jika paragrap yang dibuat berukuran besar.

Beruntungnya, tulisan itu saya olah sedemikian rupa menjadi paragrap yang mungil-mungil dan menggemaskan. Sehingga satu dua orang pembaca, menghubungi saya secara pribadi dan berujar:

“Itu beneran 6 halaman A4, Bang Syaiha?”

“Iya.. Kenapa emang?”

“Nggak berasa panjang. Saya membacanya enak sekali, nggak kerasa eh tau-tau sudah selesai saja. Keren. Soalnya, bahasa yang dipakai mengalir dan enak sekali dinikmati.”

“Wah.. Terimakasih..”

Mendapatkan pujian demikian, saya senang bukan main. Berasa ingin terbang. Seperti ada helium yang dipompakan masuk ke dalam rongga dada hingga penuh.

Saya lalu mengambang di udara, seperti balon gas.
.
.
.
.

Balik lagi yaa...

Jadi, inti tulisan ini adalah, sekali lagi, saya hanya ingin menganjurkan kepada siapapun yang kebetulan mampir, bahwa ketika kalian menulis dengan tujuan untuk dibagikan di dunia maya, entah itu di media sosial atau blog, buatlah paragrap yang pendek-pendek.

Jangan yang panjang-panjang. Itu menyiksa.

Mengapa saya menulis ini?

Karena baru saja, saya membaca sebuah tulisan yang bagus sekali, luar biasa informatif, tapi paragrapnya gemuk-gemuk. Seperti raksasa. Panjang-panjang luar biasa.

Beruntungnya, walau penuh perjuangan, saya tetap membaca tulisan itu sampai selesai. Sempat mau berhenti saja, karena mata saya harus berjuang keras, tapi tetap saya lanjutkan.

Tapi, saya yakin, pasti jarang orang yang melakukan demikian.

Biasanya, pembaca hanya melihat sekilas, ketika mendapati paragrap tulisan yang panjang-panjang, orang akan berhenti di awal, menyerah dan tidak sudi menikmatinya..


Yang panjang itu menyakitkan.. 

6 komentar

avatar

iya bang tulisannya yang "Empat Hal Penting Agar Pendidikan Bisa Menjadi Gerakan Semesta" itu nggak terasa panjang..

dan tulisan kali ini..untk masukaan agar tulisan ke depannya nggak panjang panjang per paragraphnya

avatar

Dapat ilmu baru dari suhu kita, makasih bang syaiha

avatar

Semangat mempraktekkan nih Bang. Semoga bisa..hehehe

avatar

Wàaaah panjang itu memang menyakitkan. Eh tulisan panjang. Hehe

avatar

Wah, ilmu baru nih, bang Syaiha. Thayyib, syukran atas tambahan ilmunya, bang Syaiha,

avatar

Siap master guru... murid akan mengingat.....hehehe

Makasih bang syaiha tips nya.


EmoticonEmoticon