Like Fanpage Bang Syaiha

10 Poin Penting untuk Kamu yang Katanya Ingin Menjadi Penulis

By Bang Syaiha | Friday, 29 July 2016 | Kategori:

10 Poin Penting untuk Kamu yang Katanya Ingin Menjadi Penulis, Tips dan Trik Menulis, Bang Syaiha,

Ketika sedang asik menikmati segelas teh manis dingin, saya berkelana di beberapa situs. [Mau ribuan ebook? Klik DISINI]

Membaca berita yang sedang hits: tentang Fredi Budiman yang akhirnya dieksekusi mati karena kasus narkoba yang sudah dijalaninya bertahun-tahun. Tidak lupa juga, saya pun membuka blog dan media sosial saya

Nah, ketika sedang membukan media sosial itulah, sebuah link yang menurut saya menarik lewat. Link itu tentang kepenulisan. Dan karena saya memang suka menulis, maka saya kemudian membuka dan membacanya. 

Jadi, di link itu dikemukakan bahwa setidaknya ada 10 hal yang seharusnya diperhatikan oleh penulis, yaitu: 

10 Poin Penting untuk Kamu yang Katanya Ingin Menjadi Penulis, Tips dan Trik Menulis, Bang Syaiha,
Sumber: Pinterest
1. Ignore Your Inner Critic
Ketika membaca poin satu ini, kening saya berkerut. Maksudnya apa ya? Maklum, dengan bahasa inggris yang pas-pasan, saya memang butuh kerja keras ketika mendapati frasa yang tidak familier di telinga saya. 

Dan untuk mengetahui apa maksud poin satu ini, saya lalu membuka google dan mengetikkan kalimat itu disana. Muncullah banyak sekali hasilnya. Saya buka satu dua link dan kemudian mulai memahami, bahwa poin satu ini maksudnya adalah, begini..

...ketika pertama kali kita ingin menjadi penulis dan menghasilkan buku, sering kali pula kita merasa bahwa tulisan kita nggak ada apa-apanya. Nggak layak baca. Merasa bahwa kita pasti tidak bisa menjadi penulis ternama. 

Bisikan-bisikan negatif yang berasal dari dalam ini, harus kita abaikan. Ignore! Di dalam dunia kepenulisan, tidak ada sesuatu yang buruk sekali, atau jelek sekali, semua ada penikmatnya masing-masing. Termasuk tulisan kamu. 

Jadi, abaikan suara negatif dari dalam dirimu. 

2. Write first, Edit Later
Ini penting banget, bahwa ketika kamu menulis dan punya beberapa ide di kepala, maka tulislah. Tuangkan ide yang ada di dalam kepala sampai habis dan jangan sesekali membaca ulang tulisan ketika belum selesai. 

Menulis hingga selesai lalu mengeditnya kemudian, setelah tulisan diendapkan... 

Eits, tunggu, tunggu.. tulisan diendapkan?

Yoyoi.. Tulisan itu, ketika sudah selesai dibuat, maka sebaiknya didiamkan saja dahulu. Sehari dan dua hari, lah. Kalau sudah, baru buka lagi tulisan itu dan baca ulang. Tambahlah jika kurang, potong jika berlebihan. Ganti jika ada kalimat atau kata yang tidak sesuai. 

3. Keep Learning! Joint a Writer's Group, Take a Class, Attend a Conference. 
Seorang penulis yang baik harus terus belajar, membaca banyak buku, hadir pada beberapa seminar kepenulisan, dan temui banyak orang. Berdikusilah dengan mereka dan terus tambah pengetahuan tentang apapun. 

Bahkan nih ya, seorang penulis itu, kata teman saya, belajarnya adalah dengan banyak-banyak menonton film dan membaca buku. 

Dari film, kita bisa meneliti bagaimana membangun konflik, gerak tubuh tokoh, dan sebagainya. Orang yang ingin menghasilkan novel romance, maka ada baiknya memperbanyak koleksi drama korea di laptopnya. Tonton kapan-kapan jika ada waktu. 

4. Make Time to Write Every Day
Tepat, sediakan waktu untuk menulis setiap hari. So, bukan target yang harus ditetapkan dahulu, tapi biasakan kamu punya waktu setiap hari untuk menulis. Dari waktu yang kamu sediakan itu, maka kemudian barulah kamu bisa menetapkan target yang sesuai. 

Tapi Bang Syaiha, bukannya karena ada target yang harus kita capai, akan membuat kita bisa menyediakan waktu setiap hari? 

Iya, mungkin, tapi tidak selalu benar. Karena itu artinya, kamu belum terbiasa. Kamu akan terpaksa melakukannya. 

Berbeda jika sebelumnya kamu sudah menyediakan waktu setiap hari untuk menulis, maka ketika target kamu tetapkan kemudian, kamu mudah saja melakukan. 

5. Get Publish! 
Setelah tulisan kamu jadi setiap hari, maka publikasikan. Bisa di blog, media sosial, atau hanya sekedar di majalah dinding. Biarkan orang tahu bahwa kamu adalah penulis. Biarkan orang mengenal kamu. 

Pun begitu jika kamu sudah punya naskah buku, maka terbitkan! Kamu bisa mengirimkannya ke penerbit mayor. Menunggu keputusan mereka sambil tetap menulis. Atau, kamu juga bisa menerbitkan bukumu di penerbit indie yang sekarang sudah banyak bertebaran. 

Mayor atau indie, bukan masalah. Yang penting bukumu terbit!

6. Be You!
Jadilah dirimu sendiri. Tulis semua sesuai gayamu. Mau pakai bahasa gahol, baku, atau nyeleneh, ya monggo. Yang penting itu baik dan layak dibaca oleh banyak orang. Silakan. 

7. Try Something New: Experiment with a Different Genre
Nah, jika sudah berhasil menulis sebuah buku, maka coba lagi dengan genre dan gaya yang lain. Bukan untuk apa-apa, hanya untuk mencoba sesuatu yang baru saja. Sekalian belajar. Siapa tahu malah hasilnya luar biasa, kan? Ya nggak?

8. Have Fun!
Oke, kalau kamu sekarang berkeinginan menjadi penulis tapi nggak senang melakukannya, merasa berat mengerjakannya setiap hari, maka berhentilah. Jangan dilanjutkan kalau toh kamu sendiri nggak enjoy di dalamnya. 

9. Develop an Author Platform: Sosial Media, Website, Book Trailer, Blog
Poin sembilan ini, maksudnya apa ya? Kalau di benak saya, maksudnya adalah, ketika kamu memutuskan ingin menulis, maka tentukan juga, kamu mau menulis genre apa? Kamu harus menjadi ahli pada bidang itu. 

Misalnya, Sir Arthur Conan Doyle!

Dia adalah seorang penulis novel detektif. Karyanya terkenal hingga sekarang, bahkan ketika ia telah meninggal dunia. Karyanya tetap hidup, dibaca banyak orang dan difilmkan. Luar biasa sekali, bukan? 

Kita juga harus demikian. Jadilah penulis pada bidang tertentu saja. Pilih mana yang paling enjoy dilakukan. 

Oke, jika memang tidak ingin menerbitkan buku, maka menjadi penulis di blog atau sebuah website, juga sebuah pilihan yang baik. Apalagi di jaman yang serba digital seperti sekarang!

Atau, di benak saya juga nih ya, maksud nomor sembilan ini adalah: 

...jika kamu ingin menjadi penulis dan menerbitkan buku, maka bangun media sosial, blog, atau website. Mengapa ini perlu? Agar kamu mudah mengenalkan diri kepada orang lain, calon pembaca tulisan kamu. 

10. Set Goals!
Nah, poin 10 ini baru intinya. Jika sembilan poin di atas sudah dilakukan dengan baik, barulah tentukan target berikutnya. Tapi ingat, sebuah mimpi tetaplah sebuah mimpi. Agar mimpi itu bisa menjadi nyata, kita perlu rencana dan tenggat waktu yang jelas. 

Begitulah..

Semoga tulisan ini berguna dan silakan disebarkan. 

2 komentar

avatar

Menurut saya klo point yang no 4 ITU dilakukan terus..itu yg akan mengasah kemampuan kita dalam half tulis menulis
Lha sekarang saya sudah nggak konsisten setiap hari lagi nulisnya

avatar

Saya suka nulis, gak pernah bosen mikirin sebuah cerita tapi begitu dituangkan ide" itu, selalu ada rasa gak puas dgn kemampuan sendiri. Kayak di point pertama itu.mungkin karena saya kurang ilmu kali ya dalam hal menulis. Jadi mudah"an setelah dapet banyak motivasi saya jadi bisa lebih semangat belajar nulis. 😁


EmoticonEmoticon