Like Fanpage Bang Syaiha

Berbicara di Depan Orang Banyak itu Tidak Mudah

By Bang Syaiha | Monday, 25 July 2016 | Kategori:

Berbicara di Depan Orang Banyak itu Tidak Mudah, public speaking, pelatihan public speaking, Bang Syaiha
Berbicara di Depan Orang Banyak itu Tidak Mudah
Berbicara di depan orang banyak itu, susah-susah gampang. Dibilang susah, nggak juga. Dikatakan gampang tapi kok banyak yang nggak bisa. 

Ada yang bilang, agar bisa berbicara di depan orang banyak, maka jam terbang diperlukan. 

Bukan orang yang sering berpegian menggunakan pesawat terbang ya, tapi, maksud jam terbang disini adalah sudah seberapa sering kita berlatih (atau mempraktikkannya di depan orang banyak) 

Beruntungnya, hari ini saya diberikan kesempatan menambah jam terbang saya dalam melatih kemampuan untuk berbicara di depan orang banyak. 

Yuhuuu.. Hari ini saya diminta mengisi sebuah pelatihan public speaking di 40-an siswa baru di SMP SMART Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa. 

Mengisi pelatihan public speaking di depan anak-anak yang notabenenya adalah anak yang baru lulus SD itu sesuatu deh.. Usia mereka sudah berada di ujung masa kanak-kanan, tapi tepat pada masa remaja yang mulai menjanin. 

Hal ini menjadikan mereka mudah bosan, nggak mau dengar kalau tidak menarik, dan ribut. 

Karena hal inilah, ketika mengisi pelatihan tadi, saya lebih banyak berinteraksi dengan mereka. Kami bermain tepuk-tepuk satu dan dua, bermain rumus benar salah, bernyanyi, dan sebagainya. 

Nah, di sela bermain itulah saya menyisipkan prinsip-prinsip public speaking. 

Bahwa agar bisa berbicara di depan orang banyak itu harus: 

Mengusai apa yang akan disampaikan. Ini penting. Kalau kita akan menyampaikan tentang bagaimana memasak omelet yang maknyus, maka kita harus sudah paham betul bagaimana mengolahnya. Apa alat dan bahannya, bagaimana memasaknya, atau apa saja. 

Kuasai materinya dan kita akan yakin sekali berbicara di depan orang banyak. Kita akan menjadi seperti paling ahli dan orang lain akan terpana. 

Selain menguasai materi yang akan disampaikan, vokal yang bulat dan jelas juga teramat penting. Seorang public speaker, harus lantang bersuara, pandai bermain intonasi, dan tahu kapan kalimat harus ditekan, kapan harus berteriak, dan kapan harus lirih. 

Jangan sampai, karena vokal kita tidak jelas, kalimat yang disampaikan menjadi berdengung dan audiens nggak paham apa yang baru saja kita ucapkan. 

Bagi yang ingin mahir berbicara di depan orang banyak, diperlukan juga berlatih pernapasan. Hal ini bertujuan agar kita tidak mudah ngos-ngosan ketika sedang berkoar-koar. 

Jika durasi kita dua jam, maka selama itu kita harus tetap prima. 

Peserta tidak tahu menahu, selelah apapun kita, mereka inginnya ya kita tetap bertenaga. Nah, agar bisa demikian, maka berlatih pernapasan adalah keharusan yang selayaknya dilakukan. 

Tidak hanya tiga hal di atas saja yang saya sampaikan. Masih ada yang lain, semisal, jenis pakaian apa yang harus dipakai pada kegiatan tertentu, bagaimana sikap yang baik ketika menyampaikan materi di depan orang banyak dan sebagainya. 

Nah, di ujung kegiatan, saya kembali bermain ke anak-anak dan mendapatkan lima orang untuk ditantang: "Berbicara bebas di depan selama 3 menit." 

Awalnya semua yakin bisa. Semangat sekali mereka. 

Tapi pas mic saya berikan ke mereka dan semua mata peserta mengarah kepadanya. Tidak ada yang bisa menyelesaikan tantangan. Baru satu menit sudah menyerah dan berujar, "Ustad Syaiha, sudah. Saya bingung mau menyampaikan apa lagi." 

Hingga ada satu anak, namanya Gito, asal Sumatera Selatan. Dia adalah anak yang ada di gambar pada postingan ini. Dialah satu-satunya anak yang bisa berbicara lebih dari tiga menit di depan teman-temannya yang lain. 

Ketika berkata-kata, ia masih terlihat grogi memang. Kadang suaranya lirih, tapi tetap tidak berhenti. Saya salut padanya dan semoga kelak ia bisa menjadi salah satu orang yang sukses di Indonesia. 

3 komentar

avatar

nggak usah di depan banyak orang yang keliatan muka, di depan microfon di ruang siar yang sepi saja kalau kurang jam terbang bisa belibet apalagi yang model ngomongnya kayak saya, nyerocos.

salut uat adik yang sudah berani, salut juga buat ustadz nya...

avatar

Wah, betuuull itu....saya ingat pertama kali ngajar TK. Tetep aja grogi. Karena mereka ada yang masih didampingi orang tuanya...hehe

avatar

Mau jadi pembicara takut dikata tidak berbakat?. Jangan takut gan, semua orang yang jadi pembicara itu awalnya juga takut.


EmoticonEmoticon