Like Fanpage Bang Syaiha

Apa yang Harus Dibaca oleh Seorang Calon Penulis?

By Bang Syaiha | Monday, 8 August 2016 | Kategori:

Apa yang Harus Dibaca oleh Seorang Calon Penulis, membaca dan menulis, membaca itu banyak manfaatnya, Bang Syaiha
Membaca dan menulislah
Ada yang bertanya, "Bang Syaiha, katanya, untuk bisa menjadi seorang penulis, kita harus banyak membaca. Nah, pertanyaannya adalah, buku apa yang harus kita baca, Bang? Apakah semua buku, atau buku-buku tertentu saja?" 

Baik...

Saya akan menjawab pertanyaan itu sesuai apa yang saya pahami, maka jika kalian berbeda pendapat, ya tidak masalah. Monggo tuliskan pendapat kalian di kolom komentar. 

Pertama, benar adanya, bahwa membaca adalah poin penting yang harus dilakukan oleh orang-orang yang katanya mau menjadi penulis. Jika menulis saya ibaratkan sebagai buang air besar, maka membaca adalah makan dan minumnya. 

Buang air besar saja terus menerus tanpa makan dan minum, bisa bahaya nanti ke depannya. Kalian akan kurus kering. Tidak enak dilihat. Pun sebaliknya, makan dan minum saja yang dilakukan tanpa pernah buang hajat ke belakang, itu pun tidak baik. 

Jadi, seorang penulis yang baik, harus seimbang. Makan banyak yang enak dan bernutrisi, juga buanglah hajat jika sudah penuh terisi... 

...artinya, orang yang punya keinginan menjadi seorang penulis, harus melakukan keduanya. Membaca dan menulis. 

Kedua, yang jadi pertanyaan berikutnya adalah, lalu buku apa saja yang harus dibaca? Jawabannya, tentu saja semua buku. Tanpa terkecuali. Membaca buku, apapun itu, selalu baik. Asal otak dan kecerdasan kita sampai saja. Asal buku yang dibaca sesuai dengan agama dan aqidah kita. 

"Tapi, Bang... Kalau saya mau buat novel, masa saya harus membaca buku sejarah atau ilmu pengetahuan?" 

Amboi, percaya deh, itu berguna. 

Jika kalian membaca buku sejarah, maka kalian bisa mengambil pelajaran dari kisah-kisah disana. Satu dua kisah yang menarik, siapa tahu bisa kalian adaptasi menjadi sebuah novel. Tinggal kalian ganti tokohnya saja, ganti nama dan jenis kelaminnya, ganti latar tempat dan suasananya. 

Pun begitu dengan buku ilmu pengetahuan. Ia pasti bermanfaat kalau novel yang akan kalian buat adalah novel science. Tokohnya adalah seorang ilmuwan, seorang dokter, seorang dosen, dan sebagainya. 

Intinya, buku apapun pasti bermanfaat. 

Ketiga, bagaimana jika tidak ada waktu untuk membaca semuanya? Nah.. Jika demikian, maka pilihlah buku-buku yang sesuai saja. 

Maksudnya apa?

Begini... 

Misalnya kalian akan menulis tentang novel yang berhubungan dengan dunia kedokteran. Tokohnya adalah seorang dokter bedah. Maka perlu sekali kalian baca buku-buku kesehatan. Pelajari nama-nama alat dalam dunia kedokteran. Pahami penyakit-penyakit yang ada disana juga. Apa saja namanya, apa nama obatnya, dan sebagainya. 

Selain itu, jika novel itu juga berhubungan dengan percintaan, maka banyak-banyak juga membaca buku romance. Banyak di pasaran. Tinggal beli saja, atau pinjam ke teman yang punya. 

Saya melakukan hal demikian ketika menghasilkan novel Sepotong Diam. Naskah mentah novel itu, Sepotong Diam, jadi dalam waktu tiga minggu saja. Dua puluh satu hari. Tapi selama menulisnya, tidak kurang ada lima novel yang saya lahap hingga kelar: 

Novel Dee: Partikel, Novel Tereliye: Sunset Bersama Rossie, Negeri di Ujung Tanduk, Negeri Para Bedebah, dan Kau dan Sepucuk Angpao Merah. 

Sambil menulis, saya juga membaca. Hingga saya pun mendapatkan banyak pelajaran dan masukan. Sungguh! Itu sangat berguna: perbanyaklah membaca. 

Keempat, ini juga penting banget loh, kalian, orang-orang yang ingin menghasilkan sebuah buku, tentu punya penulis idola toh? Jika punya, maka bacalah semua buku yang sudah ia terbitkan. Jika sanggup beli, silakan beli. Jika tidak sanggup, mungkin bisa dengan mencari ebooknya di internet, atau meminjam ke teman yang mungkin kebetulan punya. 

Sadar atau tidak, jika kalian mengikuti langkah keempat ini, maka tulisan kalian akan menjadi setipe dengan idola kalian tersebut. Tidak mengapa. Karena jika diasah pelan-pelan dan terus-menerus, maka lambat laun tulisan kalian akan menemukan jati dirinya sendiri. 

Pengaruh tulisan idola kalian ada, tapi pasti ada pembedanya. Setiap tulisan punya ciri khas masing-masing, termasuk tulisan kalian. 

Demikian

3 komentar

avatar

Setuju banget bang... menulis satu artikel saja, butuh membaca setidaknya 4 artikel dgn tema yang sama... apalagi membuat novel yah.

avatar

Terimakasih Bang, semakin bertambah ilmu saya. Tapi saya belum dapat ide juga mau nulis apa 😞

avatar

Bang, kalo belum tau mau nulis apa, tapi pengen nulis, gimana Bang?? Perlukah bikin semacam kerangka dulu? Supaya bisa punya gambaran buat nulis apa??


EmoticonEmoticon