Like Fanpage Bang Syaiha

Inilah Akibatnya Jika Berhenti Menulis Setiap Hari

By Bang Syaiha | Friday, 5 August 2016 | Kategori:

Inilah Akibatnya Jika Berhenti Menulis Setiap Hari, menulis dan membaca setiap hari, Bang Syaiha,
Inilah Akibatnya Jika Berhenti Menulis Setiap Hari
Setiap kali ada yang bertanya ke saya, "Bang Syaiha, bagaimana sih caranya agar bisa menghasilkan tulisan yang baik?" maka dengan yakin sekali, biasanya saya akan bilang, "Dengan cara menulis setiap hari. Juga membaca sesering mungkin. Dua itu saja kuncinya, menulis dan membaca. Menulis terus dan membaca terus."

Lalu, jika ada yang bertanya, "Tapi kan EYD (atau sekarang, katanya sudah berganti menjadi EBI) saya belum baik, Bang? Apakah saya harus menulis sesegera mungkin? Apakah tidak sebaiknya saya belajar EYD dulu?" 

Dengan yakin juga, saya pasti akan berkata, "EYD atau ejaan yang benar itu bisa dipelajari sambil jalan. Toh, kalau kamu rajin menulis, juga rajin membaca, maka EYD akan baik dengan sendirinya, kok!" 

Begitu... 

...bagi saya, yang pengalaman dan ilmunya masih awam ini, hal terpenting yang harus dilakukan oleh seseorang yang katanya mau menjadi penulis adalah menulis dan membaca sesering mungkin. Menulis setiap hari, membaca juga begitu. Nggak ada yang lain dan jangan ditawar-tawar lagi. 

Menulis setiap hari akan melahirkan kebiasaan yang baik. Kebiasaan yang akan mengakar kuat di dalam dada dan ketika kamu meninggalkannya sehari saja, maka seperti akan ada yang hilang. 

Duh...

Menulis setiap hari juga akan melatih otak kita berpikir, agar setiap hari bisa menelurkan sebuah catatan ringan yang enak dibaca dan dinikmati oleh orang-orang. Dan dari dulu, keberhasilan selalu begitu, ia bisa dicapai ketika kita bisa bekerja sedikit lebih banyak dari orang-orang biasa. 

Saya tidak menganjurkan menulis sepuluh halaman setiap hari. Tidak. Karena sebagai awalan, kamu bisa kok menulis satu dua paragrap saja. Tapi rutin, setiap hari. Sibuk ataupun tidak. Harus ada yang dituliskan. 

"Kalau cuma satu dua paragrap, hasilnya sedikit dong, Bang?" 

Benar. Tentu saja hasilnya sedikit. Tapi, jika yang sedikit itu rutin dikerjakan, maka dalam sebulan, sudah banyak. Apalagi kalau dalam setahun. Maka jangan khawatir, sekecil apapun perubahan yang kamu lakukan setiap hari, hasilnya akan mengagumkan di penghujung tahun. 

Oh iya, menulis setiap hari akan membuat kita lancar menulis. Benar-benar tanpa hambatan. Jika sudah biasa, maka menghasilkan tulisan setiap hari itu simpel. Saya bahkan hanya membutuhkan waktu 15 sampai 20 menit saja untuk menulis sebuah catatan ringan di blog ini. 

Saya tulis hingga selesai yang ada di kepala tanpa saya edit lagi dan lansung posting. 

Blog ini adalah tempat latihan saya menelurkan gagasan ringan yang tetiba muncul. Sesegera mungkin, ketika ada ide yang liar di kepala, maka saya akan mengikatnya disini. Menjadi sebuah catatan ringan yang ala kadarnya. 

Tidak apa-apa. 

Karena dengan begitu, menulis setiap hari disini, maka saya menjadi benar-benar terbiasa. 

Lain halnya ketika saya berhenti menulis. Pernah suatu ketika, karena kesibukan dan malas, saya tidak menulis hingga seminggu lebih. Hasilnya apa? Ketika akan memulai lagi, berat sekali. 

Persis seperti gambar di atas. Lihat! Orang yang duduk itu bahkan bertubuh besar, berotot, dan pasti kuat. Tubuh itu menandakan bahwa sebenarnya ia sering berlatih (menulis). Tapi tetap saja, ketika ia berhenti dalam waktu yang lama, maka berat sekali ketika akan memulainya lagi. 

Selalu begitu. Siapapun dia. 

Akhirnya, ini pesan buat saya dan kamu semua, jika memang punya cita-cita ingin menjadi penulis, maka menulislah sesering mungkin. 

Kalau bisa setiap hari. 


EmoticonEmoticon