Like Fanpage Bang Syaiha

Ketika Bingung Mau Menulis Apa, Maka Membacalah!

By Bang Syaiha | Tuesday, 23 August 2016 | Kategori:

Ketika Bingung Mau Menulis Apa, Maka Membacalah!, Tips dan trik menulis, Bang Syaiha,
Ketika Bingung Mau Menulis Apa, Maka Membacalah!
Ketika saya bingung mau menulis apa, maka biasanya saya akan membuka beragam situs berita. Seperti yang saya lakukan sekarang. Saya sedang duduk di ruangan berpendingin dan membaca beberapa opini di portal-portal terkenal. 

Isinya bermacam-macam: mulai dari tentang kesehatan, artikel dewasa (ehem), hingga tentang ekonomi dan bisnis yang saya awam sekali disana. Benar-benar tidak mengerti. 

Sejak tadi, sebenarnya saya ingin menulis disini. Saya bahkan sudah membuka dasbor blog ini dan berharap bisa sedikit menuangkan tulisan dalam bentuk apa saja. 

Tapi hasilnya apa?

Setelah setengah jam lewat, saya tidak berhasil membuat apapun. Jendela tempat menulis postingan baru masih putih bersih tanpa ada kata satupun. 

Benar-benar menyedihkan. 

Karena hal inilah, maka saya memutuskan membaca!

Bagi saya, membaca itu penting sekali. Banyak ilmu dan wawasan baru yang bisa kita dapatkan darisana. Orang yang tidak mengerti banyak tentang perekonomian dan bisnis seperti saya, bisa dengan mudahnya mencari berita, ilmu, dan apapun yang berkaitan dengan topik itu di internet. 

Tapi tentu saja benar, di tengah-tengah banjir informasi seperti sekarang, kita harus lebih pintar memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Termasuk dalam hal memutuskan akan membaca informasi yang mana. 

Kita harus lebih kritis terhadap apa saja yang kita lihat, dengar, dan baca. Jangan diterima mentah-mentah tanpa melakukan tabayyun (memeriksa ulang, apakah info yang kita dapatkan valid atau tidak).

Lebih jauh, membaca bagi seorang penulis adalah keharusan. Ibaratnya, seperti yang sering saya bilang, membaca bagi seorang penulis itu adalah makan. Sedangkan menulis itu, seperti buang hajatnya. 

Makan terus tanpa henti tanpa buang hajat, maka khawatir sembelit. Ada yang salah dengan pencernaan. Pun sebaliknya, buang hajat terus tapi jarang diisi, maka bisa bahaya nanti. 

Keduanya, buang hajat dan makan, membaca dan menulis, harus seimbang. Dilakukan berbarengan setiap hari. 

Afifah Afra dalam salah satu tweetnya malah pernah bilang begini: "Sejatinya, pekerjaan seorang penulis itu, sebagian besarnya adalah membaca. Sekitar 80 persen. Sisanya baru menulis." 

Tuh, kan? Membaca itu penting sekali. 

Dan pagi ini, ketika saya sempat bingung mau menuliskan apa di blog ini, boleh jadi disebabkan karena saya memang jarang membaca belakangan. Hanya ada dua buku yang sedang saya lahap dalam beberapa hari ini, itu juga belum selesai. Masih on progres. 

Saya yakin sekali, kalau saya senantiasa membaca setiap hari, maka saya pasti juga mudah menulis disini. 

Demikian. 

4 komentar

avatar

Membaca=makan
Menulis=buang hajat
Kalo ngerumpi bang??hehehe

avatar

setuju, saya kalo nggak bisa nulis juga baca buku
tapi keseringannya kkeenakan baca buku tapi nggak nulis-nulis

avatar

Aku nyasar di sini pun karena mencari alasan mengapa aku jadi bosan menulis.


EmoticonEmoticon