Like Fanpage Bang Syaiha

Membuka Kenangan Lama

By Bang Syaiha | Saturday, 6 August 2016 | Kategori:

Membuka Kenangan Lama, poto masa kecil, Bang Syaiha, Alif Fathul Hadi
Poto anak saya ketika habis sakit
Malam ini, ketika saya agak bingung mau menulis apa di blog, saya lalu membuka poto-poto yang ada di laptop. Tujuannya apa? Tentu saja, berharap agar ada ide yang muncul dan saya tuliskan dalam bentuk satu postingan. 

Soalnya, sebisa mungkin memang harus ada satu tulisan disini setiap hari. Tulisan apapun, bebas. Yang penting buatan sendiri dan tidak copy paste. 

Awalnya saya membuka poto-poto anak saya, Alif Fathul Hadi. Ada beberapa video disana. Koleksinya lengkap, mulai dari anak saya baru lahir hingga segede sekarang, sudah berumur 1 tahun lebih 5 bulanan.  

Satu demi satu saya perhatikan dan mendapati bahwa ia benar-benar menggemaskan. Selalu rajin tersenyum, tulus sekali. 

Selesai dengan poto Alif, saya lalu mengalihkan kursor ke folder poto saya pribadi. Pelan saya amati diri sendiri yang ada disana, tersenyum kecil ketika mendapati bahwa saya dahulu, sebelum menikah, kurus sekali. 

Berbeda dengan sekarang: ada sedikit kemajuan di bagian perut. Pipi juga sudah agak tembem. Wajar sih, soalnya, sejak menikah hingga sekarang, berat badan saya naik 10 kg lebih. 

Ketika sudah mulai bosan dengan poto sendiri, mata saya kemudian menangkap poto yang agak berbeda. Warnanya hitam putih dan ketika saya besarkan, oalah, ternyata itu adalah poto saya ketika masih kecil. 

Membuka Kenangan Lama, poto masa kecil, Bang Syaiha, Alif Fathul Hadi
Saya ketika kecil
Ini adalah poto yang tertempel di raport SD saya dulu. Suatu ketika, saya membuka raport itu dan mendapati poto tersebut. Merasa bahwa ketika kecil dulu saya cukup ganteng (ehem), maka saya abadikan dengan kamera ponsel. 

Saya jadikan kenang-kenangan. 

Istri saya bilang, "Kalau diperhatikan, mirip kok sama Abi. Nggak jauh berbeda." 

Padahal, kalau menurut saya, tentu saja berbeda sekali dengan wajah saya yang sekarang. Wajah yang udah nggak keruan. 

Jaman dulu, tentu saja tidak ada kamera yang semudah sekarang. Butuh kerja keras jika ingin mengabadikan kenang-kenangan dalam bentuk gambar. Makanya, poto ketika saya kecil itu sangat jarang sekali jumlahnya. Bahkan bisa dibilang tidak ada. 

Berbeda dengan Alif, anak saya. Ia hidup dimasa ketika kamera bukan barang mewah dan bisa digunakan oleh siapa saja. Ia sudah tertanam di ponsel apapun dengan harga tidak begitu mahal. Maka poto Alif, banyak sekali di laptop dan ponsel istri. 

Nanti, ketika Alif besar. Ia mudah saja menapak tilasi kehidupannya. Mulai dari ia lahir hingga dewasa. 

Dan saya berharap, ketika ia mulai membuka poto-potonya seperti apa yang saya lakukan malam ini, ia akan bergumam, "Terimakasih Abi dan Ummi..." 

1 komentar:

avatar

Setuju foto kecilnya ganteng..

(Senyum tulus)


EmoticonEmoticon