Like Fanpage Bang Syaiha

Tetanggaku PSK di Prostitusi Online?

By Bang Syaiha | Monday, 29 August 2016 | Kategori:

prostitusi online, jangan sembarangan upload poto di facebook, Bang Syaiha

“Papa, tahu nggak?” Rika antusias sekali hendak menjelaskan sesuatu kepada suaminya. Riko, yang diharapkan mendengar, hanya bergumam pelan, pandangannya masih terpaku pada monitor komputer di meja kerjanya. Persis seperti sebatang besi yang ditancapkan ke tanah, tidak bergeming sama sekali.

Menyaksikan hal itu, Rika sedikit ngambek. Ia bersuara lagi dengan nada yang dibuat-buat, “Ih, sebel deh. Orang mau cerita malah nggak diperhatiin!”

Rika sudah hendak balik kanan dan keluar dari ruang kerja suaminya ketika lelaki yang dia cintai itu berdehem, lalu menjawab, “Papa dengerin kok, Sayang...” Riko mengalah, meninggalkan pekerjaannya sejenak setelah menekan tombol save as. “Ada apa? Sepertinya penting banget..”

Rika tersenyum simpul. Ia tahu, suaminya memang lelaki paling baik di dunia. Dan ia juga sebenarnya mengerti, bahwa suaminya pasti akan mendengarkan apa yang akan dia ceritakan nanti, sebentar lagi.

Lalu, seperti sungai yang tidak ada sehelai pun sampah, mengalirlah apa yang menjadi uneg-unegnya sepanjang siang ini.

“Ini loh, lihat..” Rika menyorongkan ponsel pintarnya ke Riko, mempersilakan suaminya melihat, “Papa kenal nggak sama perempuan ini?” jemarinya menunjuk pada sebuah poto disana.

Riko memperhatikan sebuah akun media sosial. Disana terpampang poto-poto seorang perempuan dengan beragam gaya. Mulai dari bibir yang dimonyong-monyongkan sedikit, mata yang dikedipkan sebelah dengan dua jari tangan terangkat di pipi, serta masih banyak lagi.

“Oh tentu saja Papa kenal. Ini kan Bu Indah, Ma. Tetangga kita yang di RT sebelah.”

Rika seperti senang bukan main, “Iya, Pa. Bener. Itu Bu Indah, tetangga kita yang hobinya selalu upload poto di facebook. Duh, kayaknya, hampir setiap menit deh dia melakukan hal itu, mengunggah poto dirinya sendiri. Kayak nggak punya pekerjaan saja.”

“Sudah, Ma. Jangan diterusin. Nggak baik loh ngomongin orang.”

“Tapi, Pa. Itu kan bener. Dia selalu memajang potonya di dunia maya.”

“Ngomongin orang itu, kalaupun benar, jatuhnya ghibah. Kalau tidak benar, jadinya fitnah. Dua-duanya nggak ada yang baik, Ma.” Riko menasihati istrinya pelan.  

“Iya, deh...” Rika berniat tidak ingin melanjutkan, ia malah hendak meminta kembali ponsel pintarnya, ketika tiba-tiba teringat sesuatu, “Lihat deh akun yang banyak poto Bu Indah tadi, Pa. Nggak nyangka ya, ternyata Bu Indah punya kerjaan sampingan sebagai PSK!”

“PSK?” Riko mengernyitkan keningnya. Tadi, ia memang belum sempat melihat dengan lebih detail.

“Lah itu buktinya, Pa! Jelas-jelas dia menjajakan dirinya di media sosial. Apa itu namanya? Kayak yang diberita-berita itu loh, PSK Online ya?”

“Mama..” Riko meletakkan ponsel istrinya di meja kerja dan menjelaskan, “belum tentu Bu Indah seperti itu, loh. Bisa jadi, ada orang iseng yang mengambil poto-poto Bu Indah di facebook atau instagramnya, toh? Lalu, orang iseng itu membuat akun baru dengan nama yang sama dan menulis demikian. Berpura-pura sebagai PSK online.”

“Masa sih ada orang iseng seperti itu, Pa?” Rika penasaran.

Riko menarik napas panjang dan mencoba menjelaskan, “Aih, Mama nih. Makanya lain kali banyak baca buku dan nonton berita,” Riko berkata dengan suara menyindir, bukan kesal atau apa.

Mendengar itu, Rika hanya manyun. Riko tertawa ringan, menjawil pinggang istrinya mesra sekali.

“Papa, genit!”

“Biarin, genit sama istri sendiri ini.”

Riko tertawa pelan, merasa menang.

Kini, sambil mengambil kembali ponsel istrinya, mengotak-ngatik akun media sosial yang disangka milik Bu Indah, Riko menjelaskan, “Lihat, di akun ini, orang iseng itu mengharuskan si hidung belang yang hendak membookingnya membayar uang muka, toh? Kata-katanya juga kayak bukan Bu Indah banget. Pasti ini tipuan.”

“Maksudnya, setelah mereka membayar uang muka, Bu Indah tidak benar-benar melayani? Begitu?”

“Ya begitulah, Ma,” diam sebentar, “besok, jika sempat, Mama kasih tahu saja akun ini ke Bu Indah. Tapi ingat, pakai cara yang baik dan jangan menuduh sembarangan. Kasihan Bu Indah. Dia kan sudah janda dan beban hidupnya pasti berat.”

Sempat diam beberapa jenak, hingga Rika kini berkata, “Kok Papa tahu banget sih masalah beginian? Hayoo... Papa salah satu korban yang pernah tertipu ya? Awas loh!”

“Eh, anu...” Riko sekarang kikuk, nggak nyangka istrinya bakal berpikir demikian, “Mama nih kok malah berprasangka buruk?”

“Yah, kali aja bagitu, kan?”

Riko menggeleng, berkata, “Di hati Papa cuma ada Mama kok. Nggak ada yang lain. Papa nggak mungkin mendua, apalagi sampai melakukan hal hina.”

“Janji?”

Riko mengangguk mantap, kali ini, ia mengerling nakal kepada istrinya.

Dan malam kemudian berlalu begitu cepat, juga begitu indah bagi mereka berdua.

*****

Apa pesan moral yang ingin saya sampaikan:

Satu, buat teman-teman perempuan, ingat ini baik-baik! Jangan mudah sekali memposting poto pribadi di dunia maya. Apalagi dengan pose yang    maaf, agak menggoda. Khawatir akan disalah gunakan oleh laki-laki berotak mesum. Dijadikan koleksi untuk dia onani misalnya. Kan menjijikkan.

Belum lagi, kalau ternyata, poto-poto kalian itu digunakan untuk membuat akun abal-abal seperti yang ada pada cerita di atas. Dan jika itu menyebar, lalu sampai ada tetangga atau sanak keluarga yang menlihat tanpa sengaja, yang malu siapa? Tentu saja kalian sendiri, bukan?

Dua, mari terus berbaik sangka kepada orang lain. Jangan mudah su’udzon. Menuduh orang sembarangan.

Jadilah seperti Riko yang selalu berpikir dua tiga kali sebelum menjudge seseorang. Bahkan walau ia sudah melihat poto Bu Indah di akun media sosial itu, dia masih bisa berpikir jernih dan mencoba bijaksana.

Di jaman yang seperti sekarang, saat informasi dan media sosial mudah sekali disaksikan oleh siapa saja, maka kebijaksanaan diperlukan. Jangan mudah menyebarkan berita atau isu apapun. Jangan mudah mengatakan si A begini dan begitu hanya karena sebuah tulisan atau postingan.

Kritisi setiap informasi yang masuk dengan ilmu yang benar.

Tiga, jika postingan ini bermanfaat, maka silakan sebarkan. Barangkali akan berguna untuk direnungkan oleh orang-orang.


Demikian. 


EmoticonEmoticon