Like Fanpage Bang Syaiha

Tulislah, Nggak Usah Pake Mikir!

By Bang Syaiha | Monday, 1 August 2016 | Kategori: |

Tulislah tanpa berpikir macam-macam, Easy Writing, Menulis itu mudah, Bang Syaiha, http://www.bangsyaiha.com/
Tulislah tanpa berpikir macam-macam
Hari ini, saya mengisi pelatihan Easy Writing di anak-anak kelas 1 SMP. Anak yang baru lulus SD dan masih unyu-unyu semua. Apalagi, sehari sebelumnya, mereka baru saja dipelontos habis oleh kakak kelasnya, jadi kayak pentol korek api deh! Nggemesin. 

Easy writing, jika saya terjemahkan bebas sesuka hati saya, barangkali maksudnya adalah menulis itu mudah (atau mudah menulis). Dua kalimat yang memang menggambarkan aktivitas menulis. Bahwa ia gampang sekali dilakukan, asal nggak pakai mikir. 

Nggak usah mikir: "Tulisanku ini bakal jadi bagus nggak ya?" 

Nggak usah mikir: "Duh, bakalan ada yang membaca tulisan saya nggak nih nanti?" 

Nggak usah mikir: "Kayaknya tulisan saya nggak oke deh, soalnya saya kurang memahami mana kata baku, mana kata yang bukan baku!" 

Nggak usah mikir: "Bagaimana jika saya menuliskan ide ini, lalu nggak ada yang suka? Bagaimana jika orang lain malah mengkritik saya habis-habisan?" 

Nggak usah mikir: "Aku nggak jadi nulis deh, malu. Habis, tulisan teman-teman yang lain sudah bagus-bagus semua. Lah, aku mah apa atuh!" 

Selesai. Nggak jadi nulis akhirnya. Ia menjadi susah dikerjakan karena belum apa-apa saja kamu sudah mengharapkan banyak hal. Harusnya, lakukan saja ikhlas, tulus menulis dan tidak mengharapkan apa-apa, kecuali hanya ingin menuangkan ide yang ada di kepala. 

Menulis itu, agar menjadi mudah, sekali lagi, nggak usah mikir. Nulis aja apa yang ada di kepala sampai selesai dan habiskan semuanya. Monggo!

Oke.. Kok malah jadi bahas tentang kepenulisan. Saya tadi tuh mau menulis tentang pelatihan yang super keren hari ini. 

Tulislah tanpa berpikir macam-macam, Easy Writing, Menulis itu mudah, Bang Syaiha, http://www.bangsyaiha.com/
Anak-anak sedang melakukan games
Jadi, karena pelatihan tadi pagi adalah untuk anak-anak kelas 1 SMP, maka saya harus berpikir keras agar kelas tidak gaduh. Agar anak-anak bisa mengikuti apa yang saya berikan dan senang. Maka jadilah, selama satu jam saya mengisi materi, isinya adalah: bernyanyi, lompat-lompatan, games, dan sebagainya. 

Kelas tidak pernah senyap. Selalu ramai oleh teriakan semangat dan gelak tawa. 

Di awal, saya bermain sambung kalimat. Saya sediakan satu kertas di depan, dan secara bergantian, mereka maju ke depan menuliskan satu kalimat. Setiap anak saya batasi 20 detik saja, sehingga mereka tidak bisa mikir panjang. Harus segera menulis. 

Tujuannya apa? Saya ingin bilang ke mereka, bahwa menulis itu bisa menjadi mudah, sekali lagi, kalau mereka nggak banyak mikir. 

Nah, selesai dengan permainan itu, secara berturut-turut, saya lalu bermain tangkap tangan dan tepuk-tepuk. Mereka benar-benar senang dan bahagia sekali. 

Di akhir, sebagai penutup, saya lalu memberikan tugas ke mereka untuk menulis bebas selama 10 menit saja. Kamu tahu hasilnya? Bahkan dalam waktu sesingkat itu, mereka bisa menghasilkan tulisan yang lumayan panjang, nyaris satu halaman A4. 

Dan untuk anak seusia mereka, pencapaian itu bagi saya luar biasa. 

Apa kuncinya mereka bisa melakukan demikian? Sekali lagi, mereka nggak mikir ketika mengerjakan. 

Demikian. 

1 komentar:

avatar

Keren bang keren... Tapi aku nulisnya smabil mikir nih Bang. Hahahaha


EmoticonEmoticon