Like Fanpage Bang Syaiha

Benarkah Mencari Pekerjaan Susah?

By Bang Syaiha | Friday, 30 September 2016 | Kategori:

Ketika mendapatkan gambar ini di internet, beberapa menit yang lalu, yang terlintas di kepala saya seketika adalah percakapan dengan driver Go-Jek beberapa hari yang lewat. 

Sepanjang jalan, saya bertanya banyak hal kepadanya. Tentang keluarga, anak-anak, bahkan sesekali tentang pilkada DKI yang akhir-akhir sedang marak dibicarakan banyak orang. 

Kami ngobrol ngalor-ngidul. Nggak jelas. Membicarakan topik yang satu, lalu pindah ke topik yang lain seketika. Persis seperti membalikkan telapak tangan begitu saja. Cepat bukan main dan mudah saja. Hingga entah darimana asal mulanya, obrolan nggak jelas kami mengarah kepada lowongan kerja dan pendidikan. 

Katanya: 

"Di jaman sekarang, cari kerja itu susah. Jangankan yang lulus SMA atau di bawahnya. Lah wong yang sarjana saja banyak yang pengangguran dan menjadi buruh kasar, kok!" 

Ketika si driver berbicara demikian, saya hanya ber-oh-oh ria saja. Mengangguk sesekali, atau apa lah. Pengen membantah, tapi buat apa? Lebih baik diam, menyetujui pendapatnya dan tidak berdebat. Karena perjalanan saya tidak jauh dan pertemuan kami pasti singkat. 

Jadi, pilihan bijaknya adalah menganggap semua yang ia katakan benar. Kalaupun harus mengomentari, maka kata-kata yang saya pilih adalah kalimat yang mendukung argumen dia. Selesai.

Berbeda halnya jika kondisi kami ketika mengobrol itu nyaman. Di warung kopi misalnya. Sambil menikmati secangkir kopi hangat dan cemilan, maka saya bisa lebih leluasa menanggapi apa-apa yang ia lontarkan.

Misalnya tentang...

Benarkah Mencari Pekerjaan Susah?

Jika ada yang bertanya ke saya demikian, maka saya akan dengan tegas menjawab: mencari pekerjaan tidak susah. Mudah saja sebenarnya. Asal kita mau bekerja lebih keras mencari peluang yang bertebaran dimana-mana.

Buktinya, banyak kok lowongan pekerjaan yang beredar, baik di dunia maya, broadcast yang berseliweran melalui pesan di WhatsApp atau di koran-koran yang terbit mingguan. Perhatikan baik-baik. Bahwa lowongan pekerjaann itu ada.

Sekali lagi, mencari pekerjaan itu tidak susah. Banyak lowongan yang ditawarkan. 

Tapi....

Yang berat adalah, mencari pekerjaan yang sesuai   baik dalam hal gaji setiap bulan, kesesuaian job description dengan passion dan kegemaran, atau sebagainya. Yang agak susah adalah mencari pekerjaan yang membuat kita nyaman. 

Kalau mencari pekerjaan doang tanpa berpikir macam-macam, tentu saja banyak sekali. Rejeki tersebar dimana-mana. 

Mencari Pekerjaan Memang Mudah, Tapi Kebanyakan Gajinya Kecil!

Kalau kalimat itu yang ada di kepala kamu, maka sebenarnya yang kamu butuhkan adalah penghasilan tiap bulannya kan? Kamu ingin mendapatkan uang setiap bulan dalam jumlah yang besar dan banyak. Jika demikian, maka jangan bekerja di perusahaan orang. Buat usaha sendiri saja   kalau berani dan kuat mental.

Kalau buat perusahaan sendiri, kan kamu yang akan mengatur akan dapat berapa setiap bulan. Semakin rajin dan keras kamu berusaha, maka semakin banyak yang akan kamu dapatkan. Isnya Allah.

Atau, kalau nggak berani membuka usaha, bekerja saja di lampu merah. Pakai kostum Masha atau Teletubbies dan berjoget-joget di sana. Hasilnya besar! Jangan salah, saya pernah menanyakan penghasilan mereka pada seseorang, dan minimal, dalam sebulan mereka mendapatkan income 20 jutaan ke atas. 

Yang penting, kuat malu dan mental saja. 

Di jaman seperti sekarang, mencari uang seharusnya menjadi lebih mudah. Apalagi internet gampang dijangkau. Di sana kita bisa berkreasi dan berkarya. Rajin menulis di blog misalnya, kalau rutin, maka pengunjung bisa datang banyak dan kamu bisa memonetizenya. 

Atau, jika hobi membuat video, maka upload saja di Youtube dan ajak orang datang menonton. Kalau ramai yang menyaksikan, maka kamu pun bisa mendapatkan uang dari sana.

Gunakan internet untuk hal-hal yang manfaat. Jika ini yang kamu lakukan, maka lambat tapi pasti, kalau karya kita tersebut bagus, pasti akan ada hasil yang kita dapatkan. Hasil tidak akan pernah mengkhianati proses!

Pesan Sebenarnya dari Gambar di Atas

Jika diperhatikan, pesan yang tersembunyi dari gambar di atas adalah bahwa: 

Pertama, lulusan sarjana jaman sekarang, kualitasnya tidak bisa diharapkan. Sehingga mereka hanya bisa mengerjakan hal-hal kasar yang seharusnya bisa dikerjakan oleh orang lain yang pendidikannya jauh lebih rendah. Lulusan sarjana, yang sudah menghabiskan waktu 16 tahun sekolah, ternyata nggak bisa apa-apa. 

Di kepalanya hanya terpikirkan bagaimana mencari pekerjaan yang layak, berpenghasilan dari gaji, menikah, punya anak, menua dan mati. 

Padahal, dengan waktu 16 tahun sekolah, seorang sarjana seharusnya bisa berpikir lebih kreatif membuka lapangan pekerjaan, membantu orang yang tidak mampu agar bisa bertahan hidup, dan sebagainya. 

Kedua, pesan lain yang mungkin bisa dijabarkan dari gambar di atas adalah: bahwa di jaman sekarang, sarjana semakin banyak setiap tahunnya. Terus bertambah dan meningkat signifikan. Hal ini, ternyata tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang seusia kualifikasi mereka. 

Akibatnya apa? Lulusan sarjana mendapatkan pekerjaan yang kasar. Mau bagaimana lagi? Lapangan pekerjaan minim dan daripada tidak makan, maka mereka rela melakukan apa saja. 

Demikian.


EmoticonEmoticon