Like Fanpage Bang Syaiha

Berhati-Hatilah Ketika Ada Panggilan Asing Masuk ke Ponsel!

By Bang Syaiha | Friday, 30 September 2016 | Kategori:

Berhati-Hatilah Ketika Ada Panggilan Asing Masuk ke Ponsel!
Berhati-Hatilah Ketika Ada Panggilan Asing Masuk ke Ponsel!
Beberapa menit yang lalu, sebuah nomor yang tidak saya kenal, menghubungi. Saya angkat dan mengucapkan salam dengan santun. Dia pun membalas salam saya dan bertanya, "Eh, Bro, gimana kabarnya? Denger-denger elu udah sukses ya? Selamat ya! Sebagai teman gue ikut seneng nih!" 

Saya mengernyitkan dahi ketika ia bilang begitu. Sukses? Maksudnya apa? Tapi saya tidak mempertanyakan itu, lebih memilih mengaminkan doanya saja, sambil bertanya balik, "Bentar, ini siapa ya?" 

"Tuh kan!" katanya kemudian, "Mentang-mentang udah sukses, masa lupa sama teman lama?"

Kening saya semakin terlipat. Persis seperti kertas pembungkus gorengan yang lecek nggak karuan. Saya berusaha mengingat suara yang ada di ujung telepon dan kemudian menebak, "Ini Agrin ya?" 

Mengapa saya sebut nama itu? Yah, suaranya memang agak mirip dengan teman saya yang bernama Agrin. 

"Alhamdulillah, elu inget juga sama gue, Bro. Kirain lupa." 

Merasa bahwa tebakan saya benar, saya menimpali, "Eh, elu dimana sekarang? Masih kuliah apa udah lulus sih?" 

"Gue masih di tempat lama. Alhamdulillah udah lulus." 

Mendengar jawabannya barusan, saya tetiba tersadar. Ini Agrin beneran bukan ya? Perasaan, Agrin adalah adik kelas saya. Dia masih muda dan selama ini, dia memanggil saya dengan sebutan kakak atau abang. Lah ini kok elu gue elu gue?

Belum sempat saya konfirmasi lagi, dia sudah berkata, "Eh, sebenarnya gue mau minta tolong nih. Gue baru aja kecelakaan di jalan. Motor gue rusak dan sekarang gue di rumah sakit. Nggak parah-parah amat sih!" 

Saya kemudian berpura-pura iba, "Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Elu beneran nggak apa-apa?" 

"Alhamdulillah, cuma lecet-lecet aja." diam sejenak, lalu dilanjutkan, "Tapi, gue lupa bawa dompet dan nggak bisa keluar rumah sakit sebelum bayar nih. Elu bisa bantu nggak? Gue janji bakal segera balikin kok kalau udah sampai rumah!" 

Sampai sini, saya semakin yakin bahwa orang yang menelpon saya ini, pasti hendak menipu. 

"Elu butuh berapa?" saya masih mencoba berlama-lama. Toh yang menelpon dia. Maka yang akan habis pulsanya tentu saja ponselnya. 

"Nggak banyak. Lima ratus ribu aja. Ada?" 

"Oh, ada kalau segitu. Tapi gue mesti ke ATM dulu dong?" 

"Iya, tolong ya. Penting banget nih soalnya. Ntar gue ganti sekalian sama ongkos elu ke ATM deh!" 

"Tapi ini beneran Agrin, kan?" 

"Ya Allah, Bro. Beneran lah. Kita kan teman lama. Buat apa bohong sih?" 

"Kalau elu beneran Agrin, coba sebutin nama gue!" 

"Gue mau minta tolong masa mesti sebutin nama elu sih?" 

"Biar gue yakin aja. Kalau elu bisa sebutin nama gue, maka gue bakal langsung ke ATM dan kirim uangnya. Gimana? Syaratnya gampang dong? Sebutin nama gue doang, kok. Kita kan teman lama! Masa teman lama nggak tahu nama?" 

Setelah saya selesai bicara, tiba-tiba sambungan ponsel kami terputus. 

...dan usaha penipuan yang hendak dilakukannya gagal! 

***** 

Teman-teman pernah mendapatkan telepon dari nomor asing yang tidak dikenal lalu mengaku-ngaku sebagai teman? Jika pernah, semoga ketika itu kalian nggak berhasil ditipu. 

Tapi jika belum pernah, ini ada beberapa tips dari saya ketika ada telepon asing masuk lalu mengaku teman dan meminta bantuan:

Satu: jangan menebak nama. Karena si penipu pasti akan membenarkan nama apapun yang kita bilang. Dan karena kita nggak merasa ditipu di awal, maka kita benar-benar menyebut sebuah nama yang memang teman kita. 

Dua: kalau sudah terlanjur menyebutkan nama teman kita dan ia membenarkan, maka coba sebutkan beberapa momen kalian bersama teman yang kalian sebut barusan. Kalau dia bukan penipu, pasti dia akan tahu dan menimpali dengan benar. 

Pada kasus saya, saya bertanya tentang "Sekarang elu tinggal dimana? Kuliah sudah lulus belum?" 

Si penipu memang menjawab. Tapi salah dan karena kesalahannya inilah saya sadar bahwa saya sedang berusaha ditipu orang. 

Tiga: jangan mudah memberikan pinjaman uang kepada siapapun. Apalagi permintaan itu disampaikan lewat telepon asing. Orang-orang yang butuh dan ingin meminjam uang, bijaksananya adalah langsung ke rumah, menyampaikan niatnya baik-baik.

Empat: jangan mudah percaya pada siapapun. Ups! Maksudnya, bukan meminta kalian untuk berburuk sangka kepada semua orang ya. Tapi lebih kepada, ketika ada sebuah informasi    apalagi permintaan peminjaman uang   yang datang, kalian harus mempertanyakan banyak hal. 

Ini bener nggak ya? Dia bakal mengembalikan dengan mudah atau malah sebaliknya? 

Tidak mudah percaya pada siapapun, sangat penting diterapkan pada masa ini. Terutama menanggapi broadcast yang setiap hari selalu ada di grup-grup WhatsApp. Jangan mudah menyebarkan berita yang ujung-ujungnya provokasi dan dekstruktif. Nggak baik. Karena belum tentu yang kita sebar itu adalah kebenaran, toh? 

Demikianlah. Setidaknya ada empat hal yang bisa dilakukan ketika ada sebuah panggilan asing masuk ke ponsel lalu meminta bantuan uang. 

Selidiki dengan benar. Dia teman kita atau bukan?

5 komentar

avatar

Pernah banget kyak gitu bang...sampe orang yang ngakunya tukang bank..gaya bahasanya sok resmi. Padahal penipu..hehehe...tapi emang sering kerjain gentian...kwkwkw

avatar

Alhamdulillah..aman ya bang

avatar

Saya juga pernah demikian bang.

avatar

Waduh....saya pernah ken modus kayak gini dan sialNya sYa beneran ketipu, bang. Tapi bukan via telpon, langsung samperin saya ngaku anak salah satu dosen saya di kampus. Sayangnya saya terpancing menyebutkan salah satu nama dosen dan dia ngaku sebagai anak dosen saya itu. Waktu itu dia mau pinjam hape. Tanpa curiga sedikitpun saya kasih pinjam dan tiba-tiba dia hilang bawa pergi hape saya..hikzzz


EmoticonEmoticon