Like Fanpage Bang Syaiha

Buat Apa Nulis Setiap Hari?

By Bang Syaiha | Tuesday, 13 September 2016 | Kategori:


Sejak tanggal 26  November 2011, saya mulai membiasakan diri menulis setiap hari di blog. Awalnya, saya menulis di Kompasiana dan betah di sana. Sebanya adalah, di sana ramai dan tulisan kita, sesimpel apapun, pasti ada yang membaca, memberi apresiasi, dan meninggalkan komentar. 

Bagi penulis pemula seperti saya, hal ini   pembaca yang banyak, rating, dan komentar yang masuk   tentu saja menjadi penyemangat yang besar. Wah, tulisan saya ada yang membaca, ada yang memberi komentar   bahkan memuji. Bilang bahwa tulisan saya bagus. Bilang bahwa saya harus terus menulis dan berlatih. 

Senang bukan main rasanya!

Saya semakin antusias menulis. Sehari bahkan kadang tidak hanya satu postingan. Bisa dua, tiga, bahkan empat. Luar biasa sekali, toh? 

Cukup lama saya menulis di Kompasiana, hingga ketika suatu masa, Kompasiana menjadi berat diakses dan sering eror. Karena lelah dan bosan, akhirnya saya membangun blog sendiri dan menulis disini hingga sekarang. Sesekali, saya masih mampir di Kompasiana, sekedar melepas kangen dan membaca beberapa artikel yang sedang ramai dibicarakan. 

Saya tidak benar-benar meninggalkan rumah pertama saya, Kompasiana. Selalu ada rasa rindu untuk sekedar meliriknya.
.
.
Balik ke kebiasaan saya menulis setiap hari ya...

Dulu, karena saya selalu menulis setiap hari, beberapa teman ada yang mengejek, "Awas, jangan terlalu banyak ngobrol sama Bang Syaiha, nanti obrolan kalian dijadikannya tulisan loh!" ucapnya dengan nada agak meledek. 

Saya sih nyengir saja waktu itu. 

Yah, mau bagaimana lagi? Yang dia katakan memang benar! Setiap hari saya menulis dan idenya memang datang dari obrolan yang terjadi seharian. Entah itu obrolan bersama teman, tukang ojeg, sopir angkot, atau siapa saja. 

Kalau ada kebaikan yang bisa diambil, maka akan saya tuliskan di blog saya. 

Tujuannya apa? Tentu saja untuk belajar. 

Menulis   seperti yang sering saya bilang, adalah sebuah keterampilan. Sebuah keahlian. Dan mereka, keterampilan dan keahlian, hanya bisa dipelajari dengan baik dengan terus berlatih menulis setiap hari. 

Kamu hanya bisa menjadi ahli dalam menghasilkan tulisan, jika dan hanya jika rajin mempraktikkan, menulis setiap hari. 

Jadi intinya, sekali lagi, saya menulis setiap hari adalah untuk belajar menghasilkan tulisan yang lebih baik dan enak dibaca.

Selain belajar, dengan menulis saya juga mendapatkan kebahagiaan. Bahkan, jika boleh mengibaratkan, setiap kali saya selesai menghasilkan tulisan yang bagus di blog atau fanpage saya, maka otak saya seperti mengalami   maaf   orgasme yang hebat.

Rasanya plong. Lega! 

Jika di luar sana, banyak lelaki hidung belang yang mencari kepuasaan dan orgasme di jalan yang salah, maka saya mengais orgasme untuk otak saya dengan menulis setiap hari disini. Berharap ada yang baik dan berguna buat orang-orang. Itu saja. 

Maaf ya jika analoginya agak gimana gitu.. 

Beberapa kali, karena kebiasaan menulis setiap hari di blog, saya diejek seperti hal di atas. Saya menangkap dari nada bicara mereka, begini, "Halah, buat apa sih nulis setiap hari di blog? Kayak bisa kaya aja! Emang dapet duit? Udah deh, nggak usah gaya-gayaan! Mending ngerjain yang lain, yang lebih menghasilkan dibandingkan hal itu!"

Memang benar, itu hanya dugaan saya saja. Tapi toh, kita tentu bisa menangkap maksud lain dari nada bicara seseorang, bukan? Kita juga bisa menangkap bagian tersembunyi dari raut wajah, tatapan mata, hingga senyuman yang dibuat-buat. Bahwa yang dikatakan sesungguhnya bukan itu.

Dan saya menangkap hal demikian. Tidak apa-apa.

Menulis setiap hari di blog, memang tidak menjadikan saya kaya raya. Uang tidak berdatangan banyak. Tapi itu tidak penting. Di dunia ini, yang kita cari adalah kebahagiaan dan ketenangan. Dan kalau selama ini saya mendapatkan itu semua dari menulis setiap hari, maka saya akan lakukan itu hingga nanti. 

Tidak mengapa jika saya harus keluar uang setiap bulan untuk beli kuota atau apa. Yang penting saya senang. Cukup! 

Bagi saya, kebiasaan ini   menulis setiap hari   adalah baik. Maka lakukan saja. Allah pasti akan membalasnya dengan sesuatu yang luar biasa kelak. Kebaikan juga.

Misalnya, sejak membiasakan diri menulis setiap hari, hingga saat ini saya sudah menghasilkan beberapa buku. Alhamdulillah, semuanya bisa memberikan saya sedikit tambahan pemasukan. Yah, cukuplah kalau untuk beli permen atau kerupuk. 

Selain itu, karena menulis setiap hari, saya juga beberapa kali diundang untuk mengisi seminar, diliput televisi nasional, dan sebagainya. 

Jadi, menulis setiap hari, sesimpel apapun itu, akan memberikan efek yang besar buat yang mengerjakan. Yah, paling sederhana, tulisan kita lambat tapi pasti akan semakin bagus dan enak dinikmati. Lakukan saja, walau ada yang berkata nyinyir di belakang sana.

Demikian.

6 komentar

avatar

Jadi...terus..semangat yaaa

avatar

wah persis bang sama kayak saya.
waktu udah sering nulis, bahkan teman-teman lihat saya menulis terus, pertanyaan paling umum pasti, "Emang dapat duit ya?"
Karena melakukan kesenangan memang kebahagiaan dan kenikmatan melakukannya ya bang, salam semangat bang

avatar

Untuk yant bagian orgasmenya, saya juga..haha

Apalagi soal kebahagiaannya. Itu juga saya rasakan. Apa jangan-jangan kita adalah saudara kembar yang tertukar Mas?😂

avatar

Aku juga sering digituin sama teman, "awas entar curhatan lu malah dijadiin buku loh" Malah ada yang request minta dibikin buku dari Cerita hidupnya dia haha

avatar

Kalo tulisan kita baik dan memberikan kebaikan kepada orang lain, pasti kita akan mendapatkan kebaikan juga. Yakin itu!

avatar

Ooo gitu ya....jd pingin ketularan nulis nih


EmoticonEmoticon