Like Fanpage Bang Syaiha

Saya Masih Belum Sehat, Alif Malah Sakit Juga!

By Bang Syaiha | Saturday, 17 September 2016 | Kategori: | |


Hari ini, kondisi saya tidak jauh berbeda dibandingkan kemarin. Kemajuan paling berarti adalah, saya sudah bisa salat sambil berdiri. Tidak duduk lagi. Sendi saya masih nyilu, kepala juga masih cenat-cenut. Tapi, intensitasnya memang agak sedikit berkurang, sehingga saya bisa menghadap Allah dengan tegak di atas dua kaki saya    ralat: satu kaki maksudnya.

Hari ini, yang menjadi tidak karuan adalah lidah saya. Indera pengecap. Ia menjadi lebih sensitif. Tidak ada makanan yang enak. Bahkan air putih juga menjadi berasa pahit. Kalau tidak ingat bahwa saya harus banyak minum, pasti saya malas menenggak air itu. 

Lagian, siapa yang mau meminum air yang berasa pahit? 

Kemudian, yang menjadikan saya lebih sedih lagi adalah kondisi Bang Alif, anak saya, yang ikut-ikutan demam. Suhu tubuhnya naik juga. Hari ini bahkan ia sedikit lebih rewel. Serba salah. Dikasih susu nggak mau, dibelikan jajan menolak, direbuskan telor    padahal doyan banget    hari ini ia tidak menyentuhnya kecuali hanya sedikit saja. 

Melihat kondisinya yang sedemikian rupa, saya menjadi merasa bersalah. Merasa bahwa ia sakit, pasti karena ketularan saya. Duh, maafkan Abi ya, Nak. Cepet sembuh!

Saya beruntung memiliki pendamping seperti istri saya. Ia telaten sekali mengurusi kami, saya dan Alif. Tengah malam ia bangun merebus air panas, lalu mengompres kami bergantian. Ia juga kesana-kemari, membeli ini dan itu, memasak apa saja, dengan harapan saya dan Alif mau menyantapnya dengan lahap. Tapi apa? Tidak ada yang habis kami makan. 

Di lidah saya, sekali lagi, semua makanan, hari ini terasa getir. 

Justru saat Maghrib tadi, ketika perut saya selama dua hari ini tidak terisi nasi kecuali hanya sauprit, saya bilang ke istri, "Ummi, gorengin telor dadar dong. Tapi garamnya sedikit saja. Soalnya, lidah Abi sensitif sekali hari ini. Yang biasaya nggak keasinan, sekarang jadi asin banget." 

Tidak berselang lama, telor dadar pesanan saya datang dan saya kemudian makan hanya dengan itu. Ditambah kecap manis sedikit. Kecap itulah yang barangkali menetralisir rasa pahit di lidah sehingga saya bisa makan jauh lebih banyak. Alhamdulillah. 

Malam ini, ketika saya hendak berbaring lagi di kasur, hendak istirahat karena kondisi tubuh yang belum sembuh total, saya teringat belum menulis di blog, makanya saya langsung buka laptop dan menghasilkan satu tulisan disini. 

Mohon doa untuk saya dan anak saya ya. Semoga kami bisa segera sehat dan tertawa bahagia seperti biasa. 

Demikian.

10 komentar

avatar

Semoga Allah segera memberi kesembuhan kepada Bang Syaiha dan ananda Alif.

avatar

Aamiin, in shaa allah, cepat sembuh buat bang Syaiha dan Alif. Semoga bisa mencontoh semangat dan sikapnya yang tetap konsisten menulis, One Day One Post

avatar

Cepet sehat Suhu..Bang Alif, cepet sehat ya, Nak..

aamiin

avatar

Aamiin.
Semoga Bang Syaiha dan Bang Alif segera sehat kembali

avatar

Syafakumullah ... Bang Syaiha dan Bang Alif. Laa ba'sa thohuurun insyaallah.

avatar

Semoga Cepat sembuh bang Syaiha bang Alif..

avatar

Lekas sembuh bang Syaiha juga alif :)

Luar biasa mbak ella (y)

avatar

syafakillah bang syaiha dan alif.

avatar

Semoga lekas sehat kembali bang Syaiha dan dede Alif. Buat Uminya semoga kuat dan sehat selalu yaa.. :)

avatar

Syafakumullaah... semoga cepat sehat buat Bang Syaiha dan Alif...


EmoticonEmoticon