Like Fanpage Bang Syaiha

Jangan Menikah Jika Hanya Ingin Mencari Kebahagiaan!

By Bang Syaiha | Tuesday, 27 September 2016 | Kategori:

Jangan Menikah Jika Hanya Ingin Mencari Kebahagiaan!

Jika tujuan menikah kalian adalah ingin mencari kebahagiaan, maka berhati-hatilah! Karena dalam pernikahan, isinya tidak melulu bahagia. Ada duka, air mata, dan sengsara   kalau hati kita tidak lapang dan luas.

Banyak loh yang curhat ke saya, bahwa kehidupan rumah tangganya tidak seperti yang ia bayangkan! Soalnya, ketika masih bujangan dulu, ia hanya berpikir bahwa dalam rumah tangga itu selalu senang. 

Bangun tidur ada yang buatin kopi dan masakin sarapan. 

Mau berangkat kerja ada yang nyiapin pakaian dan mengecup tangan. 

Pulang kerja ketika petang, istri sudah menyambut di depan, tersenyum riang dengan wajah enak dipandang dan aromanya membuat girang. 

...dan sebagainya.

Bujang gadis, jarang sekali berpikir bahwa dalam pernikahan itu ada duka. Ada masa ketika kalian akan nggak punya uang dan banyak hutang. Akan ada masa ketika pasangan kalian tidak enak dipandang. Akan ada masa piring-piring beterbangan kalau dada tidak lapang. 

Semua itu harus disadari dan dipersiapkan. 

Nah, sayangnya, hampir semua buku pernikahan tidak mengungkapkan ini   tentang betapa banyaknya peluang duka dan sengsara dalam rumah tangga. Monggo lihat buku tentang pernikahan dan sejenisnya, isinya manis-manis semua. Membuat semua orang menjadi ingin sekali menikah dan menggenapkan agama. 

Nggak salah sih! Menikah memang harus disegerakan, tapi dengan persiapan matang. Termasuk menyadari dan siap kalau-kalau nanti, menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan ketika menaiki bahtera rumah tangga.

Jangan Menikah Jika Tujuannya Hanya Ingin Bahagia
Jangan Menikah Jika Hanya Ingin Mencari Kebahagiaan!
Ya, kalian tidak salah membaca. Jangan sampai kalian menikah hanya karena ingin mencari kebahagiaan. Karena jika hanya itu tujuannya, seharusnya tidak menikah pun kalian bisa menemukan kebahagiaan, kan? 

Saya menulis setiap hari dan berbagi di blog ini saja sudah mendapatkan kebahagiaan. Orang-orang di luar sana, bekerja mengikuti hobi dan passionnya, juga menemukan kebahagiaan. Sebagian besar yang lain, mendapatkan kesenangan dan bahagia dengan berbagi kepada orang-orang tidak punya dan membuat mereka tersenyum.

Jadi, sekali lagi, kalau mau menikah, maka tujuan utamanya jangan hanya karena ingin bahagia. 

Tapi, tentukanlah tujuan menikah kalian lebih jauh: 

Misal: 

Pertama, saya menikah karena Islam. Saya ingin mengikuti sunnah Rasulullah dan menjalankan perintah Allah. Nah, jika ini tujuan utama menikah kalian, maka semoga saja perjalanannya menjadi enak dan mulus-mulus saja. 

Ketika menghadapi masalah dan bertengkar, kalian akan ingat Allah. Ingat bahwa dulu, ketika hendak menikah, kalian bertujuan untuk ibadah   menjalankan perintah Agama. Sehingga dada akan menjadi lebih mudah memaafkan dan menerima pasangan kita apa adanya. 

Kedua, saya menikah karena ingin mencari partner dalam menggapai cita-cita dan visi yang telah ditetapkan. 

Misalnya, kalian punya tujuan ingin menjadi pengusaha yang sukses dan kaya raya. Maka ketika hendak menikah, kalian akan mencari pasangan yang sesuai kriteria dengan mimpi yang telah ditetapkan. Sepanjang pernikahan kalian akan saling mendukung dan berkembang menjadi lebih baik. 

Kalau visi misi keluarga yang akan kalian bentuk adalah keluarga yang cinta Al Quran, maka kalian akan mencari pasangan yang bisa diajak kerjasama ke arah sana. Wajah dan bentuk tubuh akan menjadi nomor dua. Yang penting ia bisa diandalkan dalam menggapai impian dan harapan di masa depan.

Jika demikian, maka kalian akan mudah saling bahu membahu. Saling dukung. Saling menyemangati. Kalau begini kan enak sekali, toh?

Begitulah seharusnya, menikah bukan hanya karena ingin bahagia. Tapi harus lebih jauh daripada itu semua, menikah adalah karena Allah. Dan ketika menentukan mana pasangan yang sesuai, kalian harus memilihnya berdasarkan visi misi kehidupan jangka panjang yang kalian inginkan. 

Demikian. 

5 komentar

avatar

setuju sekali ni bang
menikah itu benar-benar mengarungi samudera

avatar

Saya menikah karena tidak ingin memberi harapan palsu kepada istri saya.
Hahaha

avatar

terimakasih Bang Syaiha pencerahannya..

avatar

Muantap kali bang. Insyaallah udah yakin dah :D


EmoticonEmoticon