Like Fanpage Bang Syaiha

Ponsel dan Internet, Buah Simalakama Modern!

By Bang Syaiha | Friday, 30 September 2016 | Kategori:

Ponsel dan Internet, Buah Simalakama Modern!
Ponsel, jika tidak digunakan dengan benar. Memang akan menjadikan pemiliknya seperti pada gambar di samping. 

Terkurung dan lupa waktu. 

Lihat saja di jalan-jalan, di kereta, atau di kendaraan umum lainnya. 

Jika dulu, ketika ponsel belum meraja lela seperti sekarang, saat di kendaraan umum, orang-orang akan saling berkenalan, bercengkerama dan kemudian menjalin persahabatan. Di jaman sekarang, tidak lagi. Orang-orang, di mana saja, sibuk dengan layar ponselnya dan kemudian lupa pada orang sekitarnya. 

Ya seperti gambar di atas. Fisik kita sih sebenarnya bebas berkeliaran kemana saja. Tapi hati dan jiwa kita tidak. Terbelenggu di depan layar ponsel. 

Karena hal inilah, maka saya mulai mengurangi sedikit demi sedikit memegang ponsel   walau tentu saja berat bukan main. Apalagi saya sering berinteraksi dengan banyak orang via internet. Saya jualan online dan menekuni internet marketing. Masih belajar, semoga bisa menjadi lebih baik. 

Ponsel dan Internet, Mendekatkan yang Jauh, Tapi Menjauhkan yang Dekat 

Ponsel dan Internet, Buah Simalakama Modern!
Benar!

Keberadaan ponsel dan internet di dalamnya, memang seperti buah simalakama. Ada baik dan buruknya. Keduanya bersisi-sisian. 

Kalau kita benar dan bijak menggunakan, maka ponsel dan internet bisa digunakan untuk mencari uang dan penghasilan. 

Saya membuktikan hal ini. Yah, walau masih recehan doang sih. 

Tapi, ketika saya sudah berkeluarga dan mempunyai anak, saya mau tidak mau harus mengurangi interaksi saya dengan ponsel. Saya tidak mau keluarga saya seperti gambar di atas. Duduk bersebelahan, tapi nggak saling berbicara. Sibuk sama pekerjaan dan media sosial. 

Kan ngeri jadinya. 

Lebih jauh, ponsel kadang malah membawa malapetaka bagi keluarga kita. Betapa banyak orang yang akhirnya berselingkuh hanya karena interaksi di media sosial. Keluarga yang mulanya bahagia, akhirnya rusak dan berantakan. 

Yang kasihan, tentu saja anak-anak mereka. Masih kecil, menjadi korban keegoisan orangtuanya. 

Jangan sampai! 

Nah, karena saya tidak ingin keluarga saya seperti pada gambar di atas, maka sejak beberapa minggu belakangan, kalau malam, ponsel saya letakkan jauh-jauh. Saya lebih memilih menghabiskan waktu bersama anak saya. Membacakannya buku, mengajaknya bermain, atau apapun. 

Anak butuh kasih sayang orangtua. Maka saya, sebagai orang yang berusaha menjadi orangtua yang baik, akan selalu berusaha ke arah sana. 

Demikian.


EmoticonEmoticon