Like Fanpage Bang Syaiha

Frekuensi Harapan!

By Bang Syaiha | Friday, 7 October 2016 | Kategori: |


Hari ini, saya mengajar materi Peluang ke siswa di sekolah. Pembahasan saya mulai dengan mengenalkan beberapa istilah penting yang harus mereka pahami. Dimulai dari pengertian peluang, kejadian acak, ruang sampel dan titik sampel, kejadian, frekuensi relatif, serta masih banyak lagi. Metode yang saya gunakan pada pengajaran ini adalah ceramah dan diskusi. 

Sebelum saya memulai penjelasan, saya bertanya dulu kepada mereka   siswa saya. Yah, siapa tahu ada yang bisa menjawab. 

Toh, kalaupun salah, bagi saya tidak masalah. Saya hanya ingin membiasakan setiap anak agar mampu berbicara dan berani mengeluarkan pendapatnya saja. Karena ke depan, dari beberapa artikel yang saya baca, kemampuan public speaking teramat sangat dibutuhkan. 

Saya senang karena beberapa siswa tidak segan mengangkat tangan dan kemudian bersuara lantang. Menjawab pertanyaan saya tanpa keraguan. 

Yah, walau beberapa jawaban masih kurang tepat, bagi saya tidak mengapa. Sudah berani berkata, mengutarakan opini yang ada di kepala, saya juga sudah cukup bahagia! Karena saya, dulu, saat berada pada usia seperti mereka, malah tidak berani berkata-kata. Kalau ditanya guru diam seribu bahasa. Seperti ada lem super yang menempelkan dua bibir saja menjadi sangat rapat dan tidak bisa terbuka. 

Pelajaran berlanjut hingga sampai pada sub materi tentang Frekuensi Harapan   sebuah teorema yang ada di bab peluang. 

Ketika menjelaskan ini, saya mulai dengan sebuah analogi begini: "Anggaplah di sebuah pusat perbelanjaan, sedang ada promo. Setiap pembelian barang senilai 100 ribu dan kelipatannya, maka akan mendapatkan satu kupon yang bisa diikutsertakan pada undian akhir bulan. Nah, agar peluang kita menang pada undian tersebut, apa yang harus dilakukan?" 

Mendengar pertanyaan saya barusan, semua siswa serentak menjawab, "Naikin belanjanya, Ustad! Biar kuponnya dapat banyak dan kemudian, peluang menangnya akan semakin besar." 

Mendengar jawaban demikian, saya mengacungkan dua jempol, memberi isyarat bahwa jawaban mereka benar. 

"Tepat! Untuk mendapatkan sesuatu, maka yang harus diperbanyak adalah usahanya. Teruslah coba dan ulangi, maka pelan tapi pasti, kalian akan mendapatkan apa yang kalian inginkan." 

Semua diam. 

"Begitulah kerja dari frekuensi harapan. Rumusnya, kan:


...peluang kejadian A, dikali banyaknya percobaan. Nah, lihat, agar frekuensi harapan kita semakin besar, maka mau tidak mau, yang kita tingkatkan adalah nilai n nya, bukan? Naikin usahanya menjadi maksimal, kerjakan terus menerus dan konsisten, maka pasti kalian akan mendapatkan apa yang kalian harapkan." 

"Kita nggak bisa naikin peluangnya. Karena nilai mereka tetap. Gini deh, ketika kita sedang berusaha menjalankan bisnis misalnya, peluangnya kan cuma dua, bisa sukses, tapi juga tentu saja bisa gagal. Peluang keduanya sama, fifty-fifty!" 

"Peluang nggak bisa dibesarkan lagi. Tapi sebab-sebab keberhasilan, usaha dan doa, bisa diperkuat. Tingkatin menjadi lebih tinggi dan tekun. Jangan pantang menyerah dan berhenti. Jika ini yang dilakukan, maka harapan berhasilnya sebuah usaha yang kita kerjakan akan semakin besar." 

Lalu, sebagian besar siswa manggut-manggut, entah mengerti atau tidak. 


EmoticonEmoticon