Like Fanpage Bang Syaiha

Ketika Pelajaran Matematika Menjadi Menyenangkan!

By Bang Syaiha | Monday, 3 October 2016 | Kategori:

Ini salah satu pelajaran Matematika bersama saya. Memindahkan kelereng dari satu titik ke titik lainnya menggunakan sendok. Mereka boleh memindahkan kelereng tersebut, jika sudah berhasil mengerjakan satu soal dan benar.
Hari ini, saya mengajar dua kelas Matematika dan semuanya   berdasarkan apa yang saya lihat di kelas   berjalan menyenangkan. Alhamdulillah. Semua siswa suka dan pelajaran berlangsung dengan gemuruh. Ada gelak tawa, bahagia, dan riang. 

Apa pasal sehingga pelajaran bisa demikian menyenangkan? 

Pertama, saya membuka pelajaran dengan sebuah cerita yang menggugah. Semua siswa mendengarkan dengan antusias. Khidmat. Satu dua kali, ketika cerita yang saya sampaikan menyentuh sisi-sisi inspiratif, mereka berseru, "Masya Allah, luar biasa sekali ya, Ustad!"  

Di sekolah, saya memang dipanggil demikian, Ustad, yang berarti guru. 

Tadi, yang saya sampaikan adalah tentang seorang sahabat yang telah menjalani bisnis online selama sepuluh tahun dan sekarang, omzet bisnis tersebut mencapai hingga milyaran sebulan. Sebuah angka yang fantastis. Banyak sekali. Uang sejumlah itu, jika dibelikan kerupuk, bisa dapat berapa ya? 

Oke, lupakan! Nggak perlu dibayangkan lah ya!

Sahabat saya ini, bermental baja. Pantang menyerah dan selalu menggigit erat mimpinya dengan gigi geraham. Dicengkeram kuat-kuat apa yang telah ia harapkan. Makanya, tidak mengherankan jika sekarang usaha yang ia jalani berkembang sangat luar biasa. 

Ia bahkan sudah mampu memperkerjakan banyak orang   nyaris 100 karyawan   dan menggaji mereka dengan uang yang tidak sedikit setiap bulan.  

Katanya, "Kalau mereka digaji besar, maka mereka pun akan bekerja dengan ikhlas, ikut mendoakan bisnis kita, dan loyal!" 

Super sekali!

"Doa karyawan itu," ia menjelaskan lagi, "pasti menjadi salah satu penyebab mengapa saya bisa seperti ini sekarang." 

Banyak hal yang saya ceritakan ke siswa, sehingga mereka, memulai pelajaran dengan motivasi yang tinggi dan berharap bisa sukses juga seperti teman saya di atas. 

Kedua, setelah berhasil menanamkan motivasi belajar di awal, saya lalu memulai pelajaran dengan ucapan, "Oke, materi kali ini adalah integral. Ini adalah pelajaran yang sangat mudah. Saya jamin, orang secerdas kalian, pasti bisa memahaminya dengan sangat baik! Perhatikan dengan cermat dan langsung angkat tangan jika ada yang tidak dipahami." 

Kalimat di atas adalah kalimat positif yang saya masukkan ke dalam kepala mereka. Semoga terhujam kuat dan kokoh sehingga walau badai datang menerjang, ia tidak goyah. 

Saya meyakinkan mereka melalui kalimat itu, bahwa mereka cerdas dan pasti bisa memahami apa yang akan saya sampaikan di kelas. Simpel memang, tapi efeknya saya rasakan cukup signifikan. Karena sepanjang pelajaran di kelas tadi, tidak ada satupun yang mengantuk. 

Mereka memperhatikan dengan konsentrasi penuh dan langsung angkat tangan jika ada yang tidak dipahami. Satu dua kali saya jelaskan ulang, mereka kemudian mengerti. 

Ketiga, pelajaran Matematika adalah pelajaran yang berat dan mengerikan. Kunci keberhasilannya adalah dengan sering-sering melakukan latihan, gemar mencoba, dan tidak mudah patah arang. 

Maka hal inilah yang saya lakukan di kelas, tadi. Saya memberikan mereka banyak latihan. Dimulai dengan soal yang memiliki tingkat kesulitan rendah, dan secara bertahap naik level menjadi menengah, dan sukar. 

Nah, karena sejak awal saja motivasi dan kepercayaan diri siswa sudah melangit, maka diberi soal bagaimanapun, mereka akan bilang, "Jangan dibahas dulu, Ustad. Biar kami kerjakan!" 

Duh, kan senang sekali saya mendengarkan kalimat demikian. Mereka pantang menyerah dan mau mencoba hingga titik darah penghabisan   oke, ini agak lebay!

Tiga hal di atas lah yang saya lakukan sehingga pelajaran Matematika di kelas hari ini, cukup menyenangkan dan membuat saya puas. Simpel sekali sebenarnya toh? Saya hanya membuka dengan sebuah cerita yang menggugah, kemudian menanamkan kepercayaan diri kepada siswa dengan mengatakan bahwa mereka cerdas, lalu memberi latihan dengan level yang naik secara bertahap. 

Saya tidak menyangka, bahwa perlakuan sepele itu memberikan dampak yang signifikan pada semangat dan motivasi belajar siswa. 

Yah, akhirnya, semoga saya bisa konsisten melakukan perbaikan ke depan. Menjadi lebih baik dan berguna buat banyak orang, terutama siswa-siswa saya di sekolah. 

Demikian. 

2 komentar

avatar

bang syaiha... saya tiru yak....

avatar

saya selalu memulai dgn motivasi, tp membuat mereka bersemangat untuk berani.bertanya rasanya susaj sekali ya bang..di benak mereka(anak anak sukamakmur) sekolah itu rasanya nggak penting penting amat...hehehe jd curcol


EmoticonEmoticon