Like Fanpage Bang Syaiha

Menjelajah Perkebunan Kopi di Mesastila Magelang

By Bang Syaiha | Monday, 17 October 2016 | Kategori:

Pesan Hotel? Traveloka saja!
Sumber Poto: diahdidi.com

Para pelancong selalu mencari tempat-tempat baru yang menarik dan menantang. Salah satunya adalah dengan berlibur ke Perkebunan Kopi. Jika ini adalah pilihan anda, berlibur ke perkebunan kopi, maka Anda perlu datang ke Hotel Mesastila di Magelang, hotel yang terletak di tengah perkebunan kopi seluas 22 hektar. Hotel ini juga menyimpan sejarah selama dua ratus tahun, sebagai tempat beristirahat pemilik kebun dan para tamu resor.

Penginapan di Desa Losari, Grabag, Magelang Ini memiliki arsitektur yang akan mengingatkan Anda pada kehidupan di masa raja-raja Jawa dan kolonial Belanda. Bangunan kunonya terpelihara, dengan bentuk joglo. Berbentuk villa, ada sekitar dua puluh tiga villa yang bisa disewa dan juga dapat dipesan via traveloka. Selain menginap, Anda bisa menjelajah perkebunan kopi di Mesastila, bahkan menyaksikan pembuatannya melalui Coffee Plantation Tour.

Mesastila memang bukan sekadar penginapan, tetapi juga menyajikan agro wisata, yaitu wisata pertanian dan perkebunan. Sepanjang jalannya, Anda akan menyaksikan rimbun pepohonan yang segar dan seketika dapat mengusir stress. Bukan pelancong namanya kalau belum mampir ke Mesastila. Resor ini dikelilingi oleh pegunungan, yaitu Gunung Sindoro, Sumbing, Telomoyo, Perahu dan Ungaran, Andong, Merbabu, dan Merapi.

Uniknya, lobi resor ini berupa stasiun kereta api, yaitu stasiun Mayong, yang digunakan pada zaman Belanda di Kota Jepara. Berhubung sudah tidak dipakai lagi,  maka direparasi dan dijadikan lobi hotel Mesastila. Wuih, keren yah. Terbayang kan aroma masa lalu yang membuat adrenalin meningkat. Terutama bila Anda seorang penggemar sejarah.

Yang seru, tentu saja Anda bisa berwisata mengelilingi kebun kopi, yang merupakan paket pelayanan dari hotel. Untuk itu, sebaiknya Anda memang datang sewaktu masa panen kopi. Kecuali kalau Anda datang sekadar menginap, Anda bisa datang kapan saja. Kalau Anda ingin merasakan sensasi memetik kopi, maka datanglah sewaktu masa panen.

Pesan Hotel? Traveloka saja!
Sumber Poto: tamasya90an.blogspot.com

Beberapa jenis kopi yang ada di Mesastila, di antaranya: Robusta, Arabica, Excelsa, dan Andong Sari. Perkebunan kopinya seluas sebelas hektar, dari total luar resornya yaitu dua puluh dua hektar. Wow, jadi bisa puas nih jalan-jalan ke perkebunan kopi sambil merasakan sensasi menginap di bangunan tua Mesastila yang mirip bangunan kerajaan Jawa.

Ingin mencicipi kopi Mesastila? Bisa! Disediakan pula warung kopi yang menjadi tempat menggiling biji kopi. Eit, proses penggilingannya pun unik. Masih menggunakan cara tradisional. Jadi tidak seperti di kafe-kafe kopi modern ya. Tentunya, rasa kopinya pun masih asli karena dibuat secara tradisional tanpa penambahan zat-zat kimia. Gula yang dipakai untuk memaniskan kopi adalah gula merah yang juga asli tanpa bahan sintetis. Benar-benar kembali ke alam, ya….

Kopi dan gula aren tersebut juga bisa dimakan seperti cemilan, lho. Rasanya? Kopi, tentu saja pahit. Bagi penyuka pahit, ya tak masalah. Sedangkan gula arennya seperti rasa permen kopi. Di antara semua jenis kopi yang ada di Mesastila, paling banyak ada jenis Robusta, karena lokasinya memang lebih cocok untuk menanam biji kopi Robusta. Kita boleh bangga dengan perkebunan kopi di Indonesia ini, terutama di sekitar Mesastila. Selama ini kita beranggapan bahwa kopi itu adalah produk impor, trennya orang luar. Ternyata Indonesia adalah penghasil kopi ketiga terbesar di dunia.

Kopi di Mesastila ini adalah yang terbaik, karena dipetik setelah warna biji kopinya berubah merah sehingga proses fermentasinya telah sempurna dan berkurang kadar keasamannya. Sehingga panen kopi di sini hanya terjadi setahun sekali. Itulah yang membuat kopi Mesastila ini spesial. Sesuatu yang dibuat dengan sungguh-sungguh dan sabar, tentu hasilnya akan mendekati sempurna, bukan?

Nama Mesastila yang berbau Italia memang berasal dari pemilik sebelumnya yang berdarah Italia, yaitu Gabriella Tagia. Jadi, perkebunan kopi Mesastila ini milik orang Italia? Ya, dulunya, sekarang sudah menjadi milik Indonesia.  Di dekat Mesastila juga ada perkebunan kopi lainya, yaitu di Desa Ngrancah. Jangan heran kalau di sekitar sana ada banyak warung kopi. Rencananya, Desa Ngrancah ini akan dijadikan tempat wisata perkebunan kopi.

Pesan Hotel? Traveloka saja!
Sumber Poto: wartakota.tribunnews.com

Tentunya dari perjalanan menjelajah perkebunan kopi di Mesastila ini, Anda akan memiliki perspektif baru mengenai kopi dan pentingnya Indonesia dikenal pula sebagai penghasil kopi terbesar di dunia. Sehingga kelak kita bangga memperkenalkan kopi asli Indonesia, bahkan memiliki kedai kopi ternama. Bukan hanya kedai kopi yang diimpor dari negara lain.

3 komentar

avatar

Sepertinya asik, nih, habis jalan-jalan, minum kopi.

avatar

Waw ... mantep tuh bang
Bangga jadi orang Indonesai ^_^

avatar

Bawa oleh- oleh kopi bang hehe


EmoticonEmoticon