Like Fanpage Bang Syaiha

Menulislah Setiap Hari, Dan Tunggulah Kotak-Kotak kecil Penuh Keajaiban Datang Menghampiri

By Bang Syaiha | Sunday, 16 October 2016 | Kategori: | |


Perempuan itu mengenakan jilbab berwarna gelap, dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi, dia melangkah semampunya, mendekati saya, lalu bilang, "Bang Syaiha, terimakasih sudah berbagi inspirasi kepenulisan. Dan jujur saja, saya benar-benar merasa harus menulis mulai dari sekarang dan setiap hari!" 

Ia berkata mantap. Sorot matanya penuh keyakinan. 

Melihat itu semua, saya menjawab, "Alhamdulillah kalau begitu, mbak. Semoga bisa menjalankannya dengan baik. Teruslah menulis, lalu tunggu saja, kotak-kotak kecil penuh keajaiban pasti akan dantang menghampiri." 

Ia mengepalkan tangannya kuat, lalu mengangguk. Mengiyakan apa yang baru saja saya bilang. 

*****


Sabtu kemarin, tanggal 15 Oktober 2016, saya berkesempatan mengisi sebuah seminar yang diadakan oleh program Beasiswa Bakti Nusa di IPB. Pada seminar itu, hadir puluhan mahasiswa yang luar biasa cerdas. Karena konon, untuk mendapatkan beasiswa tersebut, dilakukan seleksi beberapa tahap dan tidak mudah. 

Maka ketika mereka berhasil mendapatkannya, sudah barang tentu mereka adalah orang-orang pintar. Setidaknya, nilai akademik mereka pasti di atas 3,5. 

Semoga. 

Materi yang harus saya sampaikan pada kesempatan itu adalah tentang kepenulisan dan jurnalistik. Sebuah materi yang menurut saya usang dan mereka pasti sudah banyak tahu tentang itu. Karenanya, saya kemudian lebih memilih menyampaikan apa yang saya alami dan lakukan dalam dunia kepenulisan. 

Mengutarakan apa yang sudah kita kerjakan, jauh lebih powerful dan mengena. Sebabnya, saya memang sudah mengerjakan itu bertahun-tahun, juga sudah mendapatkan hasil dari apa yang saya kerjakan. 

Maka tidak heran jika kemudian, setelah kegiatan selesai dan acara ditutup, seorang perempuan yang merupakan salah satu peserta mendekati saya dan mengucapkan kalimat di atas, "Saya benar-benar termotivasi, Bang!" 

Mendengar penuturannya yang jujur demikian, saya cukup senang. Ada rasa yang entah apa di dalam dada. Sembari menganggukkan kepala, saya juga mendoakannya, semoga bisa menjadi penulis suatu saat kelak. Semoga ia bisa bersabar dalam latihan. Semoga ia bisa menulis setiap hari dan melatih kedisiplinan. 

Benar saja. 

Malam harinya, ketika saya sedang leyeh-leyeh bersama istri, sebuah pesan singkat masuk. Isinya adalah sebuah tulisan yang menurut saya bagus. Ketika saya baca dan melihat bagian bawahnya, saya ketahuilah bahwa yang menulis itu adalah salah satu peserta yang tadi hadir di acara seminar yang diadakan. 

Saking senangnya, tulisan itu kemudian saya posting di fanpage dengan menyertakan beberapa poto ketika seminar kepenulisan berlangsung. 

Akhirnya, sekali lagi saya berharap, semoga saja dari mereka, ada satu dua orang yang mau menerapkan apa yang sudah saya bilang. Semoga mereka terus belajar dan berbenah menjadi lebih baik lagi di masa depan. 

Demikian. 

2 komentar

avatar

wah, semoga semangat persertanya pada minat menulisnya tidak lengkang kang

avatar

saya ngutang banyak bang....


EmoticonEmoticon