Like Fanpage Bang Syaiha

Inilah Empat Alasan Logis Bahwa Pertanyaan Kapan Nikah adalah Pertanyaan yang Bodoh dan Sia-Sia!

By Bang Syaiha | Wednesday, 23 November 2016 | Kategori:

kapan nikah, nikah bukan lomba lari, kapan kawin
Inilah Empat Alasan Logis Bahwa Pertanyaan Kapan Nikah adalah Pertanyaan yang Bodoh dan Sia-Sia!
Pada beberapa kesempatan di pertemuan yang saya hadiri, sering kali ada satu dua orang, yang entah paham atau tidak, yang entah serius atau hanya bercanda, bertanya begini ke salah satu teman yang kebetulan masih membujang, "Hey, apa kabar? Wah, sekarang sudah semakin sukses aja ya sepertinya."

Temannya yang disapa, menjawab sekenanya, "Ah, nggak, masih biasa saja, kok." 

Mendapatkan jawaban demikian, orang pertama yang bertanya tadi, biasanya, akan duduk lebih mendekat, lalu melanjutkan pertanyaannya, "Eh, kamu kan sudah punya pekerjaan yang mapan tuh, udah ada penghasilan setiap bulan, lalu apa lagi yang ditunggu? Kapan akan menikah? Jangan kelamaan loh, nanti menyesal. Aku aja sekarang sudah punya anak dua, masa kamu masih belum menikah-nikah juga?" 

Orang kedua yang mendapatkan pertanyaan demikian, yang kebetulann masih lajang, biasanya hanya akan membalas dengan senyuman sambil berkata, "Doakan saja secepatnya." 

Pada kesempatan yang lain, ada juga yang malah lebih berani. Bertanya blak-blakan kepada temannya yang kebetulan belum menemukan jodohnya, "Eh, kapan kawin? Betah amat sendirian!" 

Orang yang ditanya, biasanya juga akan menjawab seadanya, "Doakan saja, semoga segera yaa.." 

*****

Teman-teman, tentu saja benar, bahwa adalah hak setiap orang untuk mengajukan pertanyaan kepada siapapun. Kepada sahabat dan teman lama, kepada keluarga dan sanak saudara, atau kepada siapa saja. 

Tapi, bukankah alangkah lebih bijak dan arif jika kita, sebaiknya memikirkan terlebih dahulu sebelum mengeluarkan pertanyaan yang akan kita ajukan itu. Apalagi jika pertanyaan tersebut adalah pertanyaan "kapan nikah?" lalu diberikan kepada orang-orang yang sudah matang usia tapi belum juga menemukan jodohnya. 

Mereka yang belum beruntung itu, pasti sudah berusaha mencari jodoh dengan beragam cara. Sudah mencoba ke beberapa. Hanya saja, karena memang jodoh mereka belum ada, jadilah mereka masih sendirian saja. 

Atau, terlepas dari boleh atau tidaknya, ada juga yang memang memutuskan tidak ingin menikah saja. Mungkin mereka trauma, karena sepanjang hidup, yang diperlihatkan kepadanya hanya sisi jeleknya rumah tangga. Hubungan suami istri, di matanya, hanya negatif semua. Ribut, bertengkar karena masalah uanng, perselingkuhan, tidak bertanggung jawab kepada anak dan menelantarkannya, serta lain hal. 

Untuk orang-orang seperti mereka, seharusnya kita bisa lebih berempati dan sekali lagi, jangan tanyakan, "Kapan nikah?"! Rangkul mereka, beri pengertian yang baik, dan siapa tahu, kan, mereka bisa berubah kelak.  

Oke, intinya, pertanyaan "kapan nikah?", sekali lagi, jangan ditanyakan ke siapapun juga. Apalagi jika yang akan kita ajukan pertanyaan itu adalah mereka yang belum menemukan jodohnya. 

berikut saya jabarkan empat alasan penting, mengapa itu tidak boleh dilakukan. 

Alasan Pertama, Pertanyaan "Kapan Nikah?" itu Menyakitkan 

Percaya atau tidak, pertanyaan "kapan nikah?" yang ditujukan ke orang yang sudah matang usia tapi masih sendiri saja, adalah pertanyaan yang menyakitkan bagi mereka. Jika boleh jujur, mereka pasti tidak ingin mendengarkan pertanyaan itu. Stop! 

Selama ini kita tidak mau berbuat jahat ke orang lain karena tidak ingin membuat mereka terluka dan sakit hati. Kita selalu berusaha, agar tidak ada orang lain yang terluka karena apa yang kita lakukan. Jika memang demikian adanya, maka sebaiknya, pertanyaan "kapan nikah?" mulai sekarang juga kalau bisa dikurangi. Karena itu menyakitkan dan kita tentu saja tidak ingin sakit itu dirasakan oleh mereka yang kita anggap sebagai sahabat, bukan? 

Jika ditelisik lebih dalam, pertanyaan "kapan nikah?" yang disampaikan kepada mereka, walau kita menganggapnya biasa saja, akan terdengar berbeda di telinganya. Pertanyaan itu, umumnya akan ditangkapnya sebagai, "Kamu terlalu sibuk pada hal lain sih, sehingga urusan berumah tangga tidak kamu pikirkan. Akhirnya, di usiamu yang sekarang, kamu masih juga belum menikah dan menemukan pasangan!" 

Padahal, kita kan tidak pernah tahu, bahwa boleh jadi, ia justru sudah berusaha dengan segenap hati. Sudah bekerja keras, mencari kesana-kemari. Hanya karena Allah bilang belum saja, makanya ia pun masih sendiri. Perjuangannya sudah berat, maka jangan ditambahi lagi dengan pertanyaan yang tidak berarti, "Kapan nikah?" 

Doakan saja mereka, agar diberikan kekuatan dan kesabaran. Agar dipertemukan segera dengan pasangan. 

Alasan Kedua, Pertanyaan "Kapan Nikah?" itu Tidak Sopan

Tidak sopan kenapa? Ya karena ia ditanyakan kepada orang yang seharusnya memang sudah menikah, tapi belum dipertemukan saja dengan pasangannya. 

Sama tidak sopannya ketika kita menanyakan "kapan mati?" kepada orang yang sakit parah dan seperti tidak punya harapan lagi. Sejujurnya, kita yang melihat juga sudah angkat tangan dan mengikhlaskan. Tapi kan nggak mungkin toh kita tanya, "Kamu kapan matinya? Aku kasihan sama sakit yang kamu derita, mati saja ya!" 

Walau orang itu sudah sakit parah dan kritis, kita tidak layak bertanya kepadanya demikian. 

Sama saja, walau teman kita sepertinya sudah mapan, kaya raya, serta berpenghasilan, lalu dengan kondisi demikian, di benak kita seharusnya ia sudah berkeluarga, kita tidak sopan bertanya kepadanya "kapan nikah?" 

Masih ada pertanyaan lain yang lebih baik, seperti, "Bagaimana caranya agar aku bisa membantumu mendapatkan jodoh? Beri tahu, lelaki seperti apa yang kamu inginkan, barangkali aku bisa membantu." 

Kan lebih enak, lebih sopan, dan elegan. 

Alasan Ketiga, Yang Ditanya Tidak Lebih Tahu dari Yang Bertanya 

Benar! Orang yang kita tanya "kapan nikah?" toh tidak akan bisa menjawab pertanyaan yang kita ajukan. Maka berhentilah bertanya demikian. Tetap menanyakan, adalah perbuatan bodoh dan sia-sia. 

Rejeki, jodoh, dan kematian, adalah tiga hal yang hanya Allah saja yang tahu kapan datangnya. Maka jika mau adil, sebaiknya, kalian yang iseng itu, bertanya saja kepada Allah, "Ya Tuhan, bilakah jodoh teman saya itu datang? Demi dzat-MU yang maha pengasih lagi maha penyayang, hamba mohon segerakanlah pasangan untuknya." 

Itu jauh lebih baik. Bertanyalah kepada Allah yang maha mengetahui segalanya, jangan tanyakan ke teman kita yang masih sendirian. Itu akan membuatnya bingung harus menjawab apa?

Alasan Keempat, Pertanyaan Kapan adalah Pertanyaan Masa Lampau, Bukan untuk Menanyakan Masa Depan

Jika kita bertanya menggunakan kata tanya kapan untuk sesuatu yang belum terjadi, maka jawabannya adalah masa depan. Dan masa depan adalah rahasia. Kita sebagai manusia, tidak ada yang pernah tahu akan dia. Termasuk teman kita yang masih sendirian itu, kalau ditanya "kapan nikah?" maka mereka akan kebingungan harus menjawab apa, toh? 

Karena mereka sendiri juga tidak tahu kapan jodohnya akan tiba. Bisa saja bulan depan, tahun depan, lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi, atau entah kapan. 

Jangan tanyakan masa depan! Karena jawabannya tidak ada yang tahu. 

Berbeda jika pertanyaan yang menggunakan kata tanya kapan itu disampaikan untuk menanyakan kejadian yang sudah lampau. Setiap orang akan mudah menjelaskannya. 

"Kapan kamu lahir?" 
"Kapan terakhir kali kamu pulang kampung?" 
"Kapan perang dunia kedua berakhir?" 
"Kapan Indonesia merdeka?" 
...dan kapan-kapan yang lainnya!

Nah, akhirnya, untuk menutup catatan ringan yang kelewat panjang ini, mari kita simpulkan lagi empat alasan yang saya jabarkan di atas. Bukti bahwa pertanyaan "kapan nikah?" adalah pertanyaan bodoh dan sia-sia antara lain: (1) Pertanyaan itu menyakitkan, (2) Pertanyaan itu tidak sopan, (3) Yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya, dan (4) Pertanyaan itu membutuhkan jawaban yang akan terjadi di masa depan, sehingga yang ditanya pasti tidak akan bisa menjawabnya dengan baik dan benar. 

Demikian. 

6 komentar

avatar

Bener Bang, kalau ada yang nanya kayak gitu suka malas jawabnya, kalau lagi nyolot tanya balik aja, "Lo kapan cerai nya?" ahahahaha

avatar

Satuju pisan bamg syaiha. Doakan saya smoga segera diprtemukn dg jodoh pilihan Allah ya bang. Barokallah bang

avatar

Ya ampun, ya ampun. Astaga naga. Pertanyaan itu menyeramkan, uncle.

avatar

Makasih, bang Syaiha. Semoga yg sering 'latah' bertanya 'kapan nikah?' menjadi paham.


EmoticonEmoticon