Like Fanpage Bang Syaiha

Jawaban Keren Si Penjual Obat Herbal

By Bang Syaiha | Wednesday, 2 November 2016 | Kategori:

Herbal
Teman saya pernah curhat, begini...

Dia adalah penjual obat herbal yang sistemnya MLM. Yang kalau ia banyak menjual, maka ia akan dapat bonus. Yang kalau ia banyak merekrut orang, ia pun akan mendapatkan poin yang bisa diakumulasikan dan ditukarkan menjadi uang. Banyak hadiah yang dijanjikan, banyak keuntungan yang kadang membuat mata kelimpungan. Kalap tidak karuan. 

Demi itu semua, beberapa kali, saya juga ditawarinya, "Ayo Bang Syaiha, gabung sini. Lumayan loh buat uang tambahan tiap bulan!" 

Satu dua kali, saya agak tertarik memang, itung-itung mencoba dan mencari peruntungan. Siapa tahu, ada sedikit uang disana. Cuma sampai sekarang saya belum mendaftar. Kapan-kapan saja deh!

Ia bercerita, suatu kali ada customernya yang bertanya   semua obrolan ini terjadi via BBM. Karena teman saya ini memang menjual produknya melalui dunia maya. Ia membuat satu website dan menjual obat-obat herbalnya disana. 

Pertanyaan customer itu, begini... "Mas, saya ingin beli obat yang ini dong. Berapa harganya?" 

Teman saya menjawab sejumlah nominal yang cukup mahal. Yah, mau bagaimana lagi? Harganya memang segitu! Keuntungan yang diambilnya, konon tidak banyak. Hanya beberapa rupiah saja. 

"Kok mahal amat?" si customer bertanya lagi. Ia tentu ingin harga yang lebih rendah. 

"Memang segitu, mbak. Soalnya ini obat herbal, aman dan sudah ada ijin edar dari BPOM-nya. Makanya jadi mahal harganya." 

"Oke deh. Tapi ada nggak jaminannya bahwa obat itu akan menyembuhkan penyakit yang saya derita?" 

Mendapatkan pertanyaan demikian, teman saya menjawab begini, "Mbak, kami tidak menjamin apapun. Obat ini hanya ikhtiar kita saja. Masalah sembuh atau tidak, itu haknya Allah." 

Beuh, mantap betul jawaban teman saya ini. Dan ternyata masih belum selesai. Ia bahkan melanjutkan, "Lagian, gini deh... Misalkan mbak pusing dan kemudian beli Bodrex di warung, lalu mbak mengkonsumsi obat itu, berharap akan sembuh seperti sedia kala. Kemudian, setelah meminum obatnya, ternyata sakit kepala mbak nggak hilang. Apakah mbak akan protes dan menuntut perusahaan Bodrex? Kan tidak, toh?" 

"Tapi obat dari mas ini terlalu mahal. Maka wajar dong kalau saya meminta jaminan?" 

"Obat ini mahal karena khasiat dan keamanannya, mbak. Ia tanpa efek samping apapun. Tidak membuat ginjal rusak. Dan lagi, ia juga sudah mengantongi ijin edar dari BPOM. Maka wajar jika kemudian harganya menjadi mahal. Yah, harga memang tidak pernah bohong lah. Semakin bagus obatnya, maka harganya juga bakal mengikuti, toh?" 

"Iya juga sih..." 

"Nah, jadi keputusannya bagaimana? Mbak jadi pesan? Barangnya terbatas, kalau mbak nggak jadi pesan, nggak masalah. Akan saya berikan ke customer lain yang sudah menunggu." 

"Eh, anu.. Saya jadi pesan, mas.." 

...dan akhirnya closing juga. 
.
.
.
.
Nah, itu aja yaa... Monggo tuliskan di komentar, hikmah apa yang bisa kalian ambil dari tulisan amburadul saya ini? 

1 komentar:

avatar

Intinya kita diwajibkan untuk berikhtiar, berusaha dalam hal apapu, hasil dari semua itu merupakan hak Alloh :)


EmoticonEmoticon