Like Fanpage Bang Syaiha

Tragedi Setengah Gelas Kopi Hitam

By Bang Syaiha | Thursday, 10 November 2016 | Kategori: |

segelas kopi hitam
segelas kopi hitam
Pagi ini, segelas kopi yang seharusnya saya habiskan, malah dijadikan bahan eksperimen oleh Alif, anak saya. Jadilah saya tidak sempurna menikmati sajian wajib pagi ini: segelas kopi buatan istri yang nikmat sekali. Apalagi jika diminum pagi hari ketika udara masih dingin sekali. Duh, kebayang, kan? Nikmatnya pasti sampai ke hati. Beneran deh, saya tidak sedang berbohong untuk hal ini. 

Jiah! Tulisannya disengajain biar rimanya   i semua, ya?

Yuhuu, biar enak aja membacanya. Dan yang penting, jomblo-jomblo yang nggak sengaja mampir kemari, jangan baper ya! Jangan berhenti di paragrap pertama lalu nangis-nangis di pojokan meratapi keadaan yang demikian. 

Terusin ngebacanya sampai selesai. Jangan nanggung-nanggung!

Lanjut yaa.. Tadi sampai mana? Oh iya, sampai di gelas kopi saya dijadikan bahan eksperimen oleh Alif. 

Jadi, gelas itu, yang masih setengah isinya, dituangi air putih hingga tumpah-tumpah. Bukannya cemas karena telah berbuat salah, anak saya malah kegirangan. Air yang mengalir di lantai, diacak-acak dengan telapak tangan, lalu, tidak tahu dapat ide darimana, tangan yang basah itu dikulumnya. Air yang ada disana, diminumnya. 

Duh, anakku! Ada-ada saja sih yang kamu lakukan!

Dulu, ketika mengetahui kebiasaan anak saya begini, istri saya berteriak ringan, "Abang Alif, air di lantai itu jangan diminum! Kotor, tau! Nanti kalau sakit gimana?" 

Tapi pagi ini, kami berdua tidak melarang dan malah tertawa. Anak saya semakin senang dan tidak mau berhenti. 

Istri saya berbisik, "Nggak apa-apa tuh Bang Alif minum air yang ada di lantai?" 

Saya dengan santainya menjawab, "Biarin deh, yang penting Bang Alif senang. Yakin saja, semoga Allah menjaga anak kita agar tetap sehat dan kuat."

"Kalau nanti sakit perut gimana?" 

"Yaudah, biarin dulu sejenak, sebentar lagi, ketika Bang Alif sudah agak puas, baru dilarang." 

Dalam benak saya, melarang-larang anak akan banyak hal malah boleh jadi akan membuat dia tidak berkembang dengan baik, memiliki daya tahan tubuh lemah, dan sebagainya. Jauh lebih baik menyaksikan anak kita mengeksplorasi apa yang ada di sekitarnya. Selagi kita percaya bahwa anak kita tidak akan kenapa-kenapa, ya sudah, biarkan saja. 

Di jaman saya dulu, ketika kecil, saya malah bermain banyak hal. Tanah, lumpur, makan ikan bakar yang sangat tidak higienis, dan masih banyak lagi. Tapi toh, Alhamdulillah, saya jarang sakit ketika kecil. Sehat wal afiat dan bisa dewasa sampai sekarang. Karena hal inilah, saya tidak begitu protektif ke anak. Silakan main di luar, main tanah dan kotor-kotoran, hujan-hujanan hingga kedinginan, atau apa saja. 

Sebagai orang tua, saya hanya bertugas menemani. Memastikan kapan ia harus memulai dan berhenti. Memastikan bahwa ia senang dan bahagia. Itu saja. 

Rumah berantakan, kotor, dan banyak air yang tumpah dimana-mana, nggak masalah asal itu membuat anak saya senang dan belajar banyak hal. Yah, seperti pagi ini, ketika kopi yang seharusnya saya habiskan malah ditumpah-tumpahkan di lantai. Dituangi air hingga penuh kembali satu gelas. 

Biarkan saja! 

Kopi bisa dibuat lagi. Bukan masalah besar. 

Tumbuh dan berkembanglah, Nak!

1 komentar:

avatar

anak-anak, tingkahnya polos dans elalu membuat bahagia


EmoticonEmoticon