Like Fanpage Bang Syaiha

Inilah Tiga Hal yang Pasti, Sisanya Tidak Ada yang Pasti

By Bang Syaiha | Wednesday, 4 January 2017 | Kategori:

"Di dunia ini, nggak ada yang pasti!" begitu teman saya berkata. Ia bersemangat sekali menjelaskan itu kepada saya dan kawan-kawan yang lain. 

Ia melanjutkan, "Semuanya nggak pasti. Bulan depan apakah kita masih hidup? Belum tentu! Tahun depan apakah kita masih berada di Bogor? Entah! Nggak ada yang tahu. Minggu depan, apakah bisnis online Bang Syaiha masih jalan? Bisa iya, bisa nggak." 

"Masa depan itu absurd, nggak jelas dan kita nggak tahu apa yang akan terjadi pada kita. Karena sekali lagi, di dunia ini memang nggak ada yang pasti kecuali hanya tiga hal saja." 

"Apa tiga hal yang pasti itu?" 

Saya semakin tertarik mendengarkan dan memperhatikan. Sepertinya bakal seru. Saya selalu suka mendengarkan nasihat dan tausiyah dari siapapun. 

Teman saya kembali berujar, "Tiga yang pasti di dunia hanya: Allah, hukum sebab akibat, dan perubahan." 

"Allah pasti ada. Jelas. Alam semesta yang besar dan menakjubkan ini nggak mungkin ada dengan sendirinya. Nggak mungkin berjalan secara teratur dan sistemik tanpa ada yang menjaga dan memeliharanya. Dialah Allah, Tuhan semesta alam yang maha hebat, maka berkuasa, dan lain-lain." 

"Allah memang tidak terlihat, tapi Dia bisa kita rasakan keberadaannya dengan senantiasa belajar dan memperhatikan alam semesta. Memperhatikan jagad raya. Memperhatikan diri sendiri." 

"Hal yang pasti kedua adalah hukum sebab akibat. Kalau orang Islam menyebutnya dengan sunnatullah. Ada sebab, maka akan ada akibat. Misalnya begini, jika kita rajin belajar, maka kita akan menjadi lebih pintar dan cerdas. Jika kita rajin bekerja, maka kita akan mendapatkan rejeki lebih banyak. Siapa yang hemat, dia akan kaya." 

"Hukum sebab akibat berlaku pada siapa saja di dunia. Nggak peduli dia Islam atau non islam. Nggak peduli dia beriman atau tidak, menuafik atau tidak, dan sebagainya. Siapa yang menanam, dialah yang akan memanen kelak." 

"Dengan mengetahui hukum sebab akibat, maka jika kita ingin menggapai sesuatu, diharapkan kita bisa tahu sebabnya. Kerjakan apa yang menjadi sebab terjadinya sesuatu itu, maka kita, lambat tapi pasti, akan sampai pada yang kita tuju tersebut."

"Hal yang pasti berikutnya adalah perubahan. Dunia ini dinamis. Bukan statis. Senantiasa berubah dalam waktu cepat, seakan berlari. Maka adalah sebuah keniscayaan bagi kita untuk terus berbenah menjadi lebih baik, belajar menjadi lebih mengerti, dan lain-lain." 

"Kita nggak bisa diam saja di tempat menghadapi jaman yang terus bergerak. Bisa tertinggal jauh di belakang nanti. Kita pun nggak bisa mengerjakan sesuatu yang sama setiap hari. Bangun pagi, mandi, sarapan, dan berangkat kerja. Pulang petang, malam kelelahan dan istirahat."

"Jika begini saja yang kita lakukan, tanpa melakukan sesuatu yang berbeda dibandingkan orang lain, maka kita tidak akan menjadi lebih baik di masa depan. Kita akan menjadi orang yang nggak siap jika sesuatu terjadi pada diri kita, atau pada perusahaan kita." 

"Akhirnya..." teman saya seperti hendak menutup tausiyahnya, "perubahan memang akan selalu ada. Kita akan diberi tantangan setiap hari. Diberi cobaan dan hambatan. Tapi kita bisa bergantung pada dua hal: Allah dan hukum sebab akibat tadi. Jika perusahaan tempat kita bekerja, maka itu perubahan. Jangan stress, tapi serahkan semuanya kepada Allah, lalu segera pelajari hukum sebab akibat untuk menjalani masa depan."

"Datang ke Allah, mengadu: Ya Allah, engkaulah tempatku mengadu dan berharap. Permudahlah aku dalam menjemput rejeki yang halal, baik, dan berkah."

"Selesai berdoa, segera pelajari. Bagaimana caranya ya agar kita bisa tetap berpenghasilan demi anak, istri, dan keluarga? Cari sebab-sebab apa yang bisa mendatangkan uang dalam jumlah banyak dan cepat. Jika sudah tahu, maka kerjakanlah."

Demikian.

5 komentar

avatar

Wah, harus dicari nih sebab yang bisa mendatangkan akibat yang ingin kita wujudkan.. Makasih bang

avatar

Masya Allah, keren bang

avatar

Wah keren bang, makasih tas pelajarannya

avatar

Kalau mati? Pasti juga kan Bang?


EmoticonEmoticon