Like Fanpage Bang Syaiha

Berhati-Hatilah Setiap Kali Hendak Berpikir

By Bang Syaiha | Saturday, 11 February 2017 | Kategori:

Kalau kalian berpikir kalian bisa. Maka kalian pasti bisa. Kalau kalian berpikir kalian nggak bisa. Maka kalian pasti nggak bisa.

Artinya, berhati-hatilah setiap kali kalian hendak memikirkan sesuatu, terutama yang berkaitan dengan bisa atau nggak bisa. Karena sekali saja terlintas bahwa kalian tidak sanggup, maka anggota tubuh yang lain akan bergerak ke arah sana, Mencari alasan bahwa kalian bener-bener nggak sanggup.

Sebagai contoh...

Misalnya kalian sebenarnya ingin bisa menulis setiap hari, tapi karena ada kesibukan dan kerja, maka kalian berpikir, "Kayaknya sulit deh untuk bisa menulis setiap hari. Kerja dari pagi sampai sore. Malemnya lelah. Kapan lagi aku bisa nulis?"

Jika ini yang ada di pikiran kalian, maka anggota tubuh yang lain juga pasti akan mendukung pemikiran itu.

Mata jadi mudah mengantuk dan terlelap. Tangan jadi berat, sehingga nggak bisa digerakkan untuk menulis. Tubuh lemah dan bawaannya ingin tiduran saja. Ujung-ujungnya, kalian memang nggak akan bisa menulis setiap hari karena di pikiran kalian yang ada pertama kali memang kalian tidak bisa.

Berbeda halnya jika yang pertama dipikirkan adalah begini, "Aku pasti bisa menulis setiap hari. Setengah jam juga cukup. Dan di sela-sela kesibukan saya, pasti ada waktu yang bisa digunakan. Pasti ada cara yang bisa dikerjakan."

Akhirnya, orang yang berpikiran positif itu selalu bisa menghasilkan tulisan setiap hari. Sederhana nggak masalah. Karena ia memang hanya ingin belajar menjadi lebih disiplin demi kebaikan dirinya sendiri.

Tidak hanya pada dunia kepenulisan, berpikir positif juga harus diterapkan pada segala bidang.

Sedang ada masalah pelik, berpikirlah bahwa itu boleh jadi adalah cara Allah mendidik kita agar menjadi lebih dewasa dan bijak. Berpikirlah bahwa Allah pasti menciptakan masalah sepaket dengan solusinya. Ingat baik-baik bahwa setiap ada kesulitan, pasti ada kemudahan.

Sedang menjalani masa pendidikan dan merasa jemu, maka berpikirlah bahwa kejemuan bisa diatasi dengan banyak cara. Jangan hanya karena merasa jemu, kalian justru balik kanan dan menyerah.

Benar bahwa setiap menghadapi masalah, apapun itu, solusi paling mudahnya adalah menyerah. Tapi sekali lagi, menyerah tentu saja bukan ciri khas pemenang, bukan? Buktinya, setiap kali menonton sebuah film lalu menyaksikan ada tokoh utama yang menyerah, kita pasti akan menggerutu.

"Masa begitu saja menyerah?" atau, "Loh, kok jagoan menyerah?"

Nah, di kehidupan nyata ini, kitalah tokoh utamanya. Dan sekali lagi, kalau setiap kali menjumpai masalah lalu menyerah, lalu apa bedanya kita dengan para pecundang di luar sana?

Nggak ada.

Demikian.
Selamat pagi


EmoticonEmoticon