Like Fanpage Bang Syaiha

Cerita Bang Alif Disapih

By Bang Syaiha | Thursday, 23 March 2017 | Kategori: |

Alhamdulillah, Bang Alif sekarang sudah 2 tahun. Tepatnya 10 hari yang lalu, ketika angka di kalender digital menunjukkan angka 13 Maret, saat itulah usia anak saya tepat dua tahun dalam hitungan masehi. Dan selama dua tahun pertama kehidupannya, banyak hal yang saya rasakan. 

Misalnya, rejeki saya dan keluarga yang seakan dimudahkan oleh Allah, atau hal lain semisal ketakjuban menyaksikan setiap tumbuh kembang yang ada padanya. Melihat satu demi satu tahapan yang ia lewati, adalah sebuah nikmat yang tiada terperi. Melihat langsung ia bisa tengkurap, duduk, merangkak, berdiri, belajar jalan, hingga berlari. 

Sekarang, ketika tulisan ini dibuat, anak saya sedang gemar sekali bermain sepeda baru. 

Ya! Sejak jauh-jauh hari, saya dan istri memang sudah berkata padanya   lebih tepatnya berjanji: "Bang Alif, nanti kalau udah 2 tahun Abi belikan sepeda ya..." 

....dan seperti mengerti apa yang saya katakan, ia selalu antusias setiap kali melihat anak-anak melintas di depan rumah menggunakan sepeda mereka. 

Anak saya akan teriak, "Sepedaaaa... Sepedaaa..." 

Saya tersenyum menyaksikan hal demikian. 

Lalu, karena usianya sudah 2 tahun pula, maka ASInya sudah harus dihentikan. Sudah cukup. Dan ini, menyapihnya, adalah sebuah perjuangan berat. Butuh kerja sama antara saya dan istri. Kami harus saling bantu, saling menyemangati. 

Beruntungnya, sejak usia satu tahun, istri saya sudah sering memberitahu Bang Alif, "Abang, mimiknya cuma sampai dua tahun yaaa... Nanti kalau sudah dua tahun, Bang Alif mimiknya udahan. Udah cukup. Oke?" 

Seperti mengerti apa yang dikatakan istri saya, anak kami selalu mengangguk. 

Luar biasanya, ketika usianya benar-benar dua tahun, menyapihnya bukan pekerjaan yang berat   walau tentu saja bukan pekerjaan yang ringan juga. 

Seperti malam-malam pertama ia tidak ASI lagi. Ia terlihat bingung dan menangis. Ia resah, mungkin berpikir, bagaimana caranya bisa tidur tanpa mimik ya? Bagaimana aku akan terlelap? 

Ia tersedu. Dan ketika istri saya hampir menyerah, menyodorkan mimik kepadanya, anak saya menolak. Nggak mau. 

Artinya apa? 

Sebenarnya anak kami memang sudah paham bahwa ia harus berhenti ASI. Ia menangis dan rewel bukan minta mimik, tapi hanya sedang bingung saja harus bagaimana? Pasalnya, sejak lahir hingga dua tahun, ia kan memang selalu terlelap sambil mimik, lalu ketika dihentikan, ia mengalami kebingungan yang luar biasa hebat. 

Beruntungnya, karena kerja sama kami berdua, malam-malam itu sudah terlewati. 

Sekarang, anak kami tidak ASI lagi. Rewel masih, tapi tidak seperti malam-malam pertama perpisahannya dengan mimik. 

Appreciate sekali buat istri saya! Seorang ibu yang hebat. Juga seorang istri yang luar biasa. 

Semoga ia mendapatkan surga kelak. 

Aamiin. 


EmoticonEmoticon