Like Fanpage Bang Syaiha

Doa, Kerja, Tawakkal

By Bang Syaiha | Sunday, 5 March 2017 | Kategori:

Baru saja saya hendak tidur, ponsel saya malah bergetar dan saya membukanya. Saya perhatikan, ada dua pesan masuk ke WhatsApp. Satu dari customer service (CS) saya yang melaporkan rekapan penjualannya seharian ini dan satu lagi dari siswa Rumah Muda Indonesia. 

Jadi ceritanya, hari ini siswa Rumah Muda Indonesia berlatih jualan di IPB. Maklum, kalau hari minggu, di sekitar IPB memang ramai orang-orang berkumpul untuk sekedar berolahraga, berlari, senam, atau apa saja. 

Berkumpulnya orang-orang pada sebuah tempat, adalah pasar yang menggiurkan. Mengapa? Karena tempat itu bisa dijadikan lapak jualan. Mulai dari jualan pakaian dalam, mainan anak, makanan, atau apa saja, bisa dijajakan disana. Selalu ada yang membeli entah dua, lima, atau malah lebih. 

Nah, tadi pagi, siswa Rumah Muda Indonesia mencoba menawarkan es yogurt dengan merk dagang Sentul Fresh. Kebetulan, para donatur kami adalah pebisnis online yang menjual itu juga melalui dunia maya. Sehingga stok barang ada, cooler juga tersedia. Siswa Rumah Muda Indonesia hanya tinggal ambil di gudang dan kemudian segera ke IPB untuk berjualan. 

Saya dan tim, juga donatur, tidak berharap keuntungan banyak dari aktivitas mereka berjualan. 

Jauh lebih penting daripada itu semua adalah mereka belajar tentang pentingnya berusaha, mengejar rejeki, dan menjemputnya. 

Bahwa rejeki memang benar sudah dijamin oleh Allah, tapi tetap harus ada usaha dan kerja yang harus dilaksanakan. Nggak bisa kita hanya diam di rumah saja tanpa melakukan apa-apa, lalu mengharap uang datang berjuta-juta. Mana ada ceritanya. 

Bahkan berdoa saja kepada yang maha Kuasa saja tidak bisa. Apalagi kalau tidak melakukan apa-apa. 

Seperti kisah di jaman Umar. Saat ada seorang pemuda yang sejak pagi hingga siang diam di masjid dan berdoa. Ia menangis agar diberikan rejeki yang banyak. Ia khusyuk sekali mengharap kepada Allah, agar rejeki miliknya diberikan segera. 

Umar, melihat hal demikian, lalu menegur: "Apa yang kau lakukan seharian di masjid ini wahai anak muda?" 

"Saya berdoa agar Allah memberi saya rejeki wahai Umar." 

"Kalau begitu, keluarlah dan bekerja. Sesungguhnya rejeki itu tidak akan datang hanya dengan berdoa. Harus ada usaha dan kerja. Harus ada tenaga yang dihabiskan tanpa sisa." 

Kejadian ini mengajarkan kepada kita akan pentingnya bekerja keras. Iringi selalu dengan doa, sedekah, dan dhuha. Maka insya Allah hasilnya luar biasa. 

Demikian. 

1 komentar:

avatar

Assalammualaikum bg
Mau ikutan gabung odop gimana ya carannya ?


EmoticonEmoticon