Like Fanpage Bang Syaiha

Seorang Petani Sawit Ditelan Ular Phyton yang Kelaparan

By Bang Syaiha | Thursday, 30 March 2017 | Kategori:

Kemarin siang, ketika membuka sebuah portal berita abal-abal, saya sempat melihat sebuah link yang judulnya menyeramkan. Kira-kira begini: "Mengerikan! Seorang Petani Sawit Ditelan Hidup-Hidup oleh Ular Phyton Raksasa." 

Karena judul beritanya yang terkesan lebay dan dibesar-besarkan, saya kemudian tidak mengklik berita itu. Hanya bergumam dalam hati saja, "Masa sih ular mau makan manusia? Perasaan, cerita begitu hanya ada di film-film saja. Karena seumur-umur, saya memang tidak pernah mendengar apalagi melihat ada ular yang memangsa manusia." 

Saya masih tidak percaya ketika adik ipar saya tadi malam berkata, "Mas, di Sulawesi ada ular makan manusia, loh!" 

Saya mengangguk saja. Tidak berkomentar lebih jauh karena memang tidak tahu. 

Hingga kemudian, pagi ini saya browshing berita-berita di internet dan kemudian menemukan fakta bahwa berita tentang manusia yang ditelan ular phyton itu menjadi sangat viral dan dicari lebih 100.000 orang lebih. Maka saya mulai kepo. Saya klik satu dua link dan menemukan video ini. Silakan disimak jika berani: 


Bagaimana mungkin ular phyton memangsa manusia? 

Seorang pakar ular   disebut herpetologis, dari UB (Universitas Brawijaya), Nia Kurniawan mengatakan bahwa manusia bukan lah mangsa utamanya karena manusia terlalu besar dan melebihi kebutuhan kalori si ular.

"Ular piton itu lebih memangsa babi hutan dan anjing hutan, yang lebih mudah ditemui daripada manusia. Itu kebetulan saja kali ini, antara habitat manusia dan ular sanca itu tumnpang tindih, yang memungkinkan manusia dimakan oleh piton," kata Nia Kurniawan.

Dari beberepa situs lain yang saya baca, dikatakan bahwa daerah itu dulunya adalah hutan lebat dan memang banyak ular besar di dalamnya. Ketika masih hutan, ular-ular itu memburu babi dan anjing hutan sebagai mangsa. 

Namun karena sekarang hutan itu, pelan tapi pasti, disulap menjadi perkebunan kelapa sawit, maka babi dan anjing hutan berkurang. Ular menjadi kesulitan mencari mangsa dan kemudian kelaparan. Nah, kebetulan, ketika sangat lapar itu, si ular melihat petani ini sedang melintas di depannya. 

Terjadi lah peristiwa na'as ini. 

Petani malang yang menjadi santapan ular lapar itu, konon bernama Akbar (25 tahun). Ia ditelan hidup-hidup oleh ular piton raksasa sepanjang 9 meter di Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (27 Maret 2017). 

Lalu, setelah menelan Akbar, ular menjadi susah bergerak. Ia kekenyangan dan tidak bisa kemana-mana. Akibatnya, mudah saja orang-orang menemukan dan melumpuhkannya. 

Melihat di dalam perut ular ada sesuatu yang menggelembung, orang-orang penasaran dan kemudian membelah perutnya. Alangkah terkejutnya mereka, ketika menemukan bahwa di perut itu isinya adalah sesosok manusia. 

Apa yang bisa kita renungkan dari kejadian ini?

Pertama, sekali lagi, alam sudah diciptakan Allah selaras. Semestinya ular tidak mungkin memangsa manusia karena bukan itu makanannya. Tapi, karena tempat tinggal mereka diusik, akhirnya mereka kelaparan dan susah mencari makan dan kemudian manusia yang menjadi santapan. 

Mengenai hal ini, saya menjadi ingat Firman Allah dalam kitab suci yang artinya kira-kira begini: "Sungguh, apapun yang terjadi di muka bumi, itu adalah karena ulah dari tangan manusia itu sendiri." 

Kedua, pelajaran yang bisa kita ambil adalah, bahwa ajal bisa datang kapan saja. Hidup itu singkat dan maut bisa kapanpun menghampiri. Akbar si petani malang itu misalnya. Mana pernah ia berpikir bahwa hari itu ia akan ketemu ular besar dan ia dimangsa di kebun sawit. 

Saya yakin, hari itu ia hanya berpikir ingin bekerja dan mencari nafkah untuk hidupnya. Tapi usianya memang berakhir hari itu. Ia tidak bisa memajukan atau memundurkannya barang sesaat. 

Turut berduka cita untuk Akbar dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran buat kita semua.

Demikian.

4 komentar

avatar

Yaa Allah..
Ngeri ya bang

avatar

Krisis hutan ya bang, hewan hewan ud pada terdesak :(

avatar

ngeri ngeri....trnyata bkn cuma difilm aja...moga ada hikmahnya


EmoticonEmoticon