Like Fanpage Bang Syaiha

Ayam Goreng dan Mi Ayam

By Bang Syaiha | Tuesday, 4 April 2017 | Kategori: | |


Sepulang dari kampus kemarin, saya mendapatkan kejutan dari istri. Tanpa sepengetahuan saya, ia telah menyiapkan makanan kesukaan di rumah. Ia membeli dua porsi mi ayam dan lima potong ayam goreng crispy. 

Dulu, ketika baru menikah, ia pernah bertanya, "Kenapa sih kok Abi suka sekali sama ayam crispy?" 

Lalu saya jawab begini, "Abi dulu tinggal di pedalaman, desa banget lah pokoknya. Listrik aja cuma hidup malam hari, itu juga hadiah dari perusahaan tempat bapak bekerja. Kalau mesin listriknya rusak, maka bisa dipastikan abi dan warga disana mengalmi malam-malam yang gelap hingga berbulan-bulan." 

"Lalu hubungannya sama ayam crispy apa?" 

"Begini..." saya melanjutkan, "ketika lampu menyala dan abi bisa menonton televisi, sering banget ngeliat iklan ayam crispy, Mi. Cuma di tempat abi tinggal dulu nggak ada. Makanan paling enak disana dulu cuma bakso, gado-gado, atau gorengan." 

"Maka sejak itu, sejak sering menyaksikan iklan di televisi tentang ayam goreng yang sepertinya kriuk sekali, abi jadi bener-bener pengen. Dan Ummi tahu, abi baru bisa merasakan kriuknya ayam crispy ketika menginjakkan kaki di IPB, saat kuliah. Mulai darisanalah, ada rasa ingin balas dendam dan ingin sesering mungkin makan ayam goreng crispy." 

Saya terkekeh. 

...dan kalau tidak mahal atau tidak ingat akan diet, mungkin bisa jadi saya memang akan makan ayam goreng setiap hari. Habis enak sih!

Selain ayam goreng, kemarin istri saya juga menyiapkan mi ayam. Dia pun tahu saya suka makanan ini. Enak dan mengenyangkan. Lupakan dulu tentang diet. Hari kemarin saya benar-benar kenyang dan kelebihan kalori. 

Di mi ayam yang dipesan ini, diberikan juga dua sumpit. Lalu saya mengajari anak saya cara menggunakannya. Alif memang sedang senang-senangnya meniru apa yang saya katakan dan saya kerjakan. Lalu ketika saya memainkan sumpit, dia ingin mencoba. Saya berikan ke dia dan lihatlah bagaimana dia memegangnya. Tapi berhasil sih, dia bisa makan mi ayam dengan cara seperti itu. 


Anak saya alhamdulillah suka. Sejak tidak menyusui, anak saya memang doyan sekali makan. Hampir tidak pernah berhenti mengunyah mulutnya. Ia juga mulai berkenalan dengan rasa pedas. Buktinya, beberapa waktu lalu ia berhasil menghabiskan sebungkus keripik pedas dan berkeringat bukan main di kepalanya yang mungil itu. 

Ketika saya bilang pedas, dia menjawab tegas... "Nggak... nggak..." 

Semoga kelak ia menjadi anak yang sholih, cerdas, dan membanggakan. 

Demikian. 


EmoticonEmoticon