Like Fanpage Bang Syaiha

Masuk Angin Akut

By Bang Syaiha | Friday, 14 April 2017 | Kategori:

Kerokan, Masuk Angin
Ini bukan saya
Kalau nggak salah, tiga atau empat hari belakangan, saya tidak menulis di blog ini. Bukan karena malas atau apa, cuma, beberapa hari kemarin, saya sedang diberi ujian sakit oleh Allah. Sebenarnya cuma masuk angin, tapi masuk anginnya udah kelamaan. Jadinya badan saya remuk redam rasanya. 

Beberapa malam lalu, saya bahkan sampai muntah-muntah dan nggak bisa apa-apa. 

Kena air, badan kedinginan. Beraktivitas sedikit, kepala pusing dan perut mual-mual. Jadilah akhirnya saya memilih tiduran saja di kamar. Memeluk guling dan berpikir macam-macam. 

"Ini pasti karena saya yang begitu bersemangat ngulik-ngulik iklan tiap malam sampai larut. Saya kurang tidur, kelelahan, dan tubuh ngedrop..."

Kadang kepikiran juga begini, "Apakah ini akhir dari hidupku?" 

Nggak berlebihan sih. Soalnya, beberapa waktu yang lalu, ada abang-abang penjual makanan tempat biasa saya makan kalau lagi nggak ada istri di rumah, meninggal karena   menurut cerita tetangganya   hanya masuk angin. 

Si abang itu   semoga ia mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah   konon, malamnya merasakan tubuhnya nggak enak. Seperti masuk angin. Lalu, ia meminta istrinya mengerik punggungnya agar lebih enakan. Siapa sangka, ketika paginya, si abang tersebut nggak bisa dibangunkan dan telah pergi untuk selama-lamanya. 

Karena hal inilah, maka saya sempat kepikiran juga macam-macam. 

Tapi, jangan sampai demikian. Saya tetap berdoa dan berbuat semaksimal mungkin agar bisa tetap sehat dan bugar. Untuk apa? Untuk terus membersamai istri saya, untuk terus melihat Alif, anak saya, tumbuh dan berkembang menjadi orang yang membanggakan kelak. Aamiin. 

Malam ini, saya sudah mendingan. Nggak mual-mual lagi. Nggak lemes lagi. Hanya tinggal batuk saja yang tersisa. 

Beruntung istri saya sigap, beberapa hari ini dia membelikan saya buah-buahan, dan senantiasa menyiapkan jeruk nipis yang dicampur kecap untuk saya minum. Ia bilang, "Biar Abi cepet sembuh..." 

Terimakasih ya sayang...

Semoga, keluarga kita bisa terus bahagia selamanya. Hingga kakek nenek. Hingga tua. Hingga surga. 

Demikian. 


EmoticonEmoticon