Like Fanpage Bang Syaiha

Menjaga Motivasi Menulis

By Bang Syaiha | Friday, 28 April 2017 | Kategori: |

Menjaga Motivasi Menulis
Menjaga Motivasi Menulis 
Ketika mengisi seminar nasional di Universitas Djuanda kemarin, ada seorang peserta yang bertanya begini: "Bang Syaiha bisa menulis novel dan menerbitkannya, juga bisa menulis setiap hari di blog, motivasinya apa ya? Soalnya, saya pun sebenarnya ingin bisa menulis. Tapi selalu mandeg di tengah jalan karena kehilangan motivasi dan nggak tahu harus dibawa kemana setelahnya." 

Nah, teman-teman yang baik, mari kita mulai tulisan ini dari pertanyaan tersebut. Semoga ada manfaat yang bisa dimabil dan silakan sebarkan jika berkenan.

Motivasi adalah sesuatu yang seharusnya ada pada siapapun. Nggak peduli apa profesinya, suku dan agamanya, motivasi adalah sesuatu yang semestinya ada di dalam dada setiap manusia. Ia dipercaya sebagai bahan bakar pada diri seseorang sehingga kemudian, orang itu bisa bergerak ke arah yang baik atau bahkan ke arah yang buruk. 

Orang yang di dalam dadanya tidak ada motivasi, maka bagi saya, ia seperti seonggok bangkai yang berjalan. Daging tanpa nyawa yang siap membusuk kapan saja. 

Motivasi adalah penggerak kepada hal-hal yang baik. Ada juga sih motivasi yang menggerakkan orang kepada sesuatu buruk. Tapi motivasi jenis ini, kita sering menyebutnya dengan istilah motif. Mungkin kependekan dari kata motivasi juga. 

Setiap ada yang mencuri atau melakukan kejahatan, kita sering bertanya-tanya, "Motifnya apa ya, kok bisa-bisanya dia melakukan demikian?" 

Sedangkan untuk kebaikan, kita tidak memakai kata motif, "Bang Syaiha bisa menulis setiap hari, motivasinya apa?"

...kita tidak bisa, atau tidak lazim menggunakan kata motif pada contoh kedua, "Bang Syaiha bisa menulis setiap hari, motifnya apa?"

Kan jadi jelek sepertinya. Seakan-akan, menulisnya saya setiap hari adalah kejahatan yang siap dihukum kapan saja. Atau, seakan-akan, menulisnya saya setiap hari, dilakukan karena ada udang di balik batu. 

Motivasi   penggerak kita melakukan sesuatu   bisa berasal dari dua jalan, internal dan eksternal. 

...dan mengapa saya bisa menghasilkan buku serta menulis di blog setiap hari, adalah karena motivasi yang datang dari keduanya. 

Mari kita jabarkan secara singkat dan jelas...

Inilah Motivasi Internal yang Menyebabkan Saya Bisa Menghasilkan Buku dan Menulis Setiap Hari 

Pertama, sebagai bentuk aktualisasi diri. Saya memegang prinsip, lebih tepatnya meralat prinsip dari orang ternama bernama Rene des Cartes yang ini "Aku berpikir maka aku ada," menjadi, "Aku menulis, maka aku ada."

Maka selama saya masih ada   masih bernapas dan belum meninggal, saya akan mengusahakan untuk terus menulis. Entah itu hanya sebuah status di media sosial, menulis postingan di blog, atau menghasilkan sebuah buku yang saya harap bisa menginspirasi dan membuat orang berubah menjadi lebih baik. 

Saya selalu mempercayai bahwa dalam kehidupan saya, ada banyak keajaiban dan kebaikan yang bisa dibagi ke orang-orang, makanya kemudian saya menuliskannya. 

...dan saya juga percaya, siapapun orangnya, terutama anda yang sedang membaca tulisan ringan ini, pasti juga memiliki banyak kejadian berkesan dalam hidup, banyak karunia dan pengalaman spiritual yang semestinya bisa dibagikan kepada orang-orang. 

Maka menulislah! Karena barangkali, akan ada orang yang kemudian berubah menjadi baik disebabkan ia membaca tulisan yang anda buat. Jika demikian, maka anda akan mendapatkan banyak karunia dan kemudahan. Insya Allah...

Kedua, berbagi kebaikan dan inspirasi. Nah, ini kelanjutan dari motivasi pertama di atas. Karena di kehidupan kita sebenarnya banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil, maka bagikan kepada orang-orang. Bagaimana caranya? Tulis! Karena sebuah tulisan bisa bertahan jauh lebih lama, juga bisa dibaca oleh banyak orang. 

Jika satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, maka sebuah tulisan yang baik dan viral, bisa menembus ribuan kepala sekaligus. 

Ketiga, beribadah dan mencari ridha Allah. Nah, ini adalah motivasi paling mulia dan tertinggi. Motivasi yang kekal dan jauh melebihi apapun. Dan sejatinya, melakukan apapun jua, seharusnya kita arahkan untuk ini, sebagai ibadah kepada Allah dan senantiasa mengharapkan ridhanya saja. 

Keempat, karena saya selalu percaya, bahwa setiap hal baik, jika dilakukan terus-menerus dan tidak berhenti, maka kebaikan juga yang akan didapatkan. Apalagi kalau kebaikan itu adalah menghasilkan sebuah tulisan yang baik. Entah di blog, di media sosial, bahkan jika dijadikan sebuah buku.

Hasil tidak akan pernah mengkhianati proses. Maka orang-orang yang menulis setiap hari karena ketulusan dan keinginan belajar serta berbagi kepada orang lain, kelak, bisa dipastikan ia pun akan mendapatkan kebaikan yang banyak.

Jika anda tidak percaya, coba saja. Menulislah setiap hari dan bagikan. 

Inilah Motivasi Eksternal yang Menyebabkan Saya Bisa Menghasilkan Buku dan Menulis Setiap Hari

Pertama, mendapatkan uang dan penghasilan yang halal. Jujur saja, ini juga adalah motivasi yang ada di dalam dada saya. Salah kah? Bagi saya tidak. Menghasilkan uang dari menulis itu halal dan boleh-boleh saja. Saya tidak naif. Saya butuh uang untuk hidup dan menghidupi istri dan anak, maka salah satu cara yang bisa saya lakukan adalah menulis.

Dari menulis dan menghasilkan buku, lalu menjualnya, saya bisa mendapatkan beberapa rupiah dan halal jika digunakan untuk membeli susu dan jajan anak saya sehari-hari. 

Kedua, personal branding. Ini penting sekali! Apalagi bagi saya yang beberapa kali diminta mengisi sebuah seminar atau pelatihan. Personal branding dibutuhkan pada jenis profesi demikian. Agar orang lain, ketika mendengar nama saya disebutkan, maka yang muncul seketika di kepalanya adalah, "Oh, Bang Syaiha, blogger dan penulis buku yang selalu menulis setiap hari itu, kan?"

Semakin kuat personal branding yang ada pada seseorang, maka semakin mudah ia mendapatkan pekerjaan untuk mengisi seminar atau kepelatihan. 

Ketiga, popularitas. Mungkin sebagian dari anda ada yang sangat idealis sehingga kemudian mengharamkan hal ini. Tidak masalah. Karena memang saya pun setuju demikian. Hanya   sengaja saya bold   mengharapkan popularitas saja dalam melaksanakan aktivitas apapun, maka tidak bagus hasilnya. 

Tapi kalau motivasi mendapatkan popularitas diletakkan pada motivasi yang ke sekian, setelah motivasi-motivasi internal di atas, maka saya rasa sah-sah saja.

Menjadi populer dan dikenal banyak orang karena aktivitas yang baik itu bagus. Karena siapa tahu,  dari situ, akan ada orang yang mengikuti jejak kita, menulis setiap hari dan menyebarkannya.

Keempat, karena ada pembaca yang setiap hari menunggu tulisan-tulisan saya. Nah, ini adalah sebuah kebahagiaan bagi saya ketika ada pesan singkat yang masuk ke ponsel begini, "Bang Syaiha, beberapa hari ini saya lihat kok blognya nggak ada tulisan yang baru ya? Bang Syaiha sedang sakit kah? Atau sedang ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan sehingga kemudian tidak bisa menulis?"

Sungguh! Saya pernah mendapatkan pesan singkat demikian, dari nomor yang tidak saya kenal, dan karena hal sederhana itu, saya bahagia.

Waktu itu istri saya sedang operasi caesar. Karena hal tersebut, saya alpa menulis sampai seminggu atau bahkan lebih. Lalu pesan singkat itu masuk dan mengingatkan saya bahwa ada orang yang menunggu tulisan-tulisan saya. 

Ternyata, bahagia itu sederhana saja. 

Bagaimana Menjaga Motivasi Menulis Agar Tetap Ada di Dalam Dada?

Pertama, gabung ke komunitas kepenulisan. Ini mudah dilakukan. Apalagi di era modern seperti ini. Banyak sekali komunitas atau perkumpulan-perkumpulan kepenulisan. Gabung saja dan kemudian niatkan untuk terus menjaga motivasi yang ada di dalam dada.

Berkumpul dengan orang-orang yang punya satu hobi yang sama, sangat menguntungkan. Terutama untuk menjaga motivasi menulis tetap ada di dalam dada dan tidak hilang seketika. Pada sebuah komunitas, kita juga akan banyak belajar, saling berbagi, dan menasihati.

...untuk komunitas menulis, anda bisa bergabung ke Forum Lingkar Pena, grup Komunitas Bisa Menulis di facebook, atau gerakan One Day One Post yang saya gagas bersama teman-teman.

Ketiganya bagus dan saya yakin, anda akan banyak belajar disana. 

Kedua, buat tulisan sebagai pengingat bahwa kita harus menulis setiap hari dan tempel di tempat-tempat yang mudah terlihat. Selain gabung di komunitas kepenulisan, anda juga bisa menjaga motivasi menulis tetap ada di dalam dada dengan membuat tulisan-tulisan pengingat dan menempelkannya di tempat-tempat yang mudah dilihat.

Desain kalimat itu semenarik mungkin dan enak dipandang, lalu letakkan di tempat-tempat strategis. Barangkali berguna. 

Ketiga, rajin membaca buku dan tulisan orang lain di blog. Membaca hukumnya wajib bagi seorang penulis. Nggak bisa nggak. Harus! Maka membacalah, agar anda punya banyak stok diksi yang bagus, sehingga ketika menghasilkan tulisan, akan jauh lebih hidup dan enak dibaca.

...dengan banyak membaca, anda juga akan mendapatkan banyak ide untuk dituangkan dalam sebuah tulisan.

Demikian. 

1 komentar:

avatar

Makasih tipsnya bang,
sebenarnya mudah, tapi istiqomahnya iti yg berat bang. Xixixi...
Bismillah, moga bisa lebih baik..


EmoticonEmoticon