Like Fanpage Bang Syaiha

Dapat Wawasan Baru dari Novel Tentang Kamu-nya Tere Liye

By Bang Syaiha | Monday, 1 May 2017 | Kategori:

Selama dua hari ini saya ditemani novel Tentang Kamu-nya Tere Liye. Saya membacanya di setiap ada waktu senggang sambil menemani anak bermain atau melayani beberapa konsumen yang hendak membeli barang dagangan saya di bisnis online. Dalam dua hari ini, karena saya hanya membaca di waktu senggang saja, maka bacaan saya juga belum selesai. Baru setengah novel saja. 

Novel ini mengisahkan tentang seorang pengacara yang berusaha mencari ahli waris dari seorang nenek yang baru saja meninggal beberapa hari lalu. Nenek yang dikenal bersahaja dan tinggal di panti jombo tersebut, pergi untuk selama-lamanya. Tapi siapa yang menyangka, bahwa harta peninggalannya ternyata sangat besar, 19 triliun. 

...padahal tuh nenek, hidupnya tampak sederhana. Bahkan ketika ia memilih tinggal dipanti jombo, mana ada yang menyangka jika ternyata ia kaya raya. 

Malangnya kehidupan si nenek ini sangat misterius. Tidak diketahui apakah ia sudah menikah atau belum. Lalu kalau ia sudah menikah, apakah ia punya anak dan keturunan? Dan kalau tidak menikah, apakah ia punya saudara dekat yang bisa menjadi ahli warisnya? 

Ceritanya nih, si nenek yang meninggal punya harta sangat besar. Sehingga kalau tidak segera dipecahkan siapa ahli warisnya, maka harta itu bisa menjadi rebutan orang-orang yang culas dan licik. Orang-orang yang serakah, bisa kapan saja datang dan mengaku bahwa dia lah ahli waris yang berhak menerima harta si nenek tersebut. 

Karena hal itulah, pengacara yang bernama Zaman Zulkarnaen ditugaskan oleh firma hukum nya yang terkenal memiliki reputasi tinggi untuk melacak ahli waris sang nenek jika ada. 

Pencarian Zaman Zulkarnaen hanya bermodalkan sebuah buku harian lusuh dan tipis. Isinya juga hanya beberapa lembar saja. Ada beberapa poto dan catatan ringan di dalamnya. Zaman kemudian pergi ke beberapa daerah dan mencari tahu siapa sebenarnya si nenek itu dan bagaimana kisah hidupnya. 

Oke, saya belum selesai membacanya dan baru bisa bercerita sampai disitu tentang novel ini... 

Yang menarik, khususnya bagi saya, adalah ketika pada pencarian pertama Zaman Zulkarnaen, ada nama sebuah tempat, PULAU BUNGIN. 

Tere Liye bilang, itu adalah sebuah pulau yang padat. Dilihat dari langit, maka pulau itu tertutup oleh atap-atap rumah. Disana juga dikatakan bahwa tidak ada rumput yang tumbuh pada pulau itu, sehingga kambing pun terpaksa memakan kertas demi bertahan hidup. 

Kemarin malam, ketika sampai pada penjelasan itu, saya berhenti membaca dan kemudian Googling dengan kata PULAU BUNGIN. Saya bertanya-tanya, apakah tempat ini benar-benar ada di Indonesia? Atau, Tere Liye hanya mengada-ngada saja?

...dan taraaaaaaaaa...

Ternyata tempat yang diceritakan itu benar-benar ada. Lihat saja beberapa poto berikut: 
Pulau Bungin, Novel Tentang Kamu, Tere Liye
Pulau Bungin dari atas
Sesuai yang dijelaskan Tere Liye dalam novel Tentang Kamu, bahwa jika dilihat dari atas, PULAU BUNGIN memang tertutup atap rumah. Ujung-ujung atap rumah penduduk saling bertemu satu sama lain sehingga sempurna menutupi keseluruhan pulau. Rumah-rumah yang ada disana dibuat panggung agar ketika air pasang, lantai rumah mereka tidak tidak kebanjiran.

Di novel Tere Liye juga dijelaskan bahwa di pulau ini tidak ada air bersih. Sehingga kalau mau air bersih, warganya harus ke pulau Sumbawa Besar. Disana ada sebuah sumur yang bisa dipakai oleh orang-orang yang membutuhkan.

Kalau di PULAU BUNGIN, yang letaknya memang di tengah laut, tentu saja tidak ada air bersih.
Pulau Bungin, Novel Tentang Kamu, Tere Liye
Ternyata memang ada, kambing makan kertas
Nah, karena rumah-rumah penduduk sudah sangat padat, maka di PULAU BUNGIN tentu saja tidak ada lapangan rumput yang hijau. Sehingga kambing-kambing yang hidup disana, demi tetap bertahan hidup, harus makan apa yang ada, yaitu, kertas, koran bekar, atau kardus.
Pulau Bungin, Novel Tentang Kamu, Tere Liye
Pulau Bungin
Saya baca di beberapa situs, PULAU BUNGIN adalah pulau terpadat di dunia. Kriteria pulau terpadat ini diukur berdasarkan perbandingan luas wilayah dan penduduk yang menempatinya. Selain PULAU BUNGIN, ada lagi enam pulau terpadat di dunia yang lain seperti Santa Cruz del Islote, Manhattan, Fadiouth, Male, Salsete, dan Ebeye. (Selengkapnya, baca DISINI)

Dari membaca bagian awal novel Tentang Kamu Tere Liye ini, saya mendapatkan wawasan baru sekaligus menyadari bahwa pengetahuan saya masih teramat dangkal dan harus terus banyak membaca dan belajar. 

Semoga saya diberikan banyak rejeki sehingga bisa membeli buku setiap bulan dan membacanya. 

Demikian. 

2 komentar

avatar

Wow... ternyata ada ya pulau unik seperti itu di Indonesia... semoga Alloh memberikan kita kesempatan untuk menjelajahi daerah2 langka seperti itu. Aaamiin. Semangat Bang! Semoga rezekinya lancar jadi bisa beli buku terus

avatar

Waah kereen bang

smoga dimidhkn rezkinya, Aamiin...


EmoticonEmoticon