Like Fanpage Bang Syaiha

Doa dan Takdir

By Bang Syaiha | Sunday, 4 June 2017 | Kategori: |


Ada orang-orang yang keblinger bilang begini, "Buat apa kita harus berdoa? Kan semua yang terjadi di dunia ini adalah takdir dari Allah. Jadi, berdoa atau tidak berdoa kita, maka apapun yang sudah ditakdirkan Allah, pasti akan terjadi."

"Allah menakdirkan kita punya rumah beberapa tahun lagi, maka nggak perlu berdoa lah, ntar juga pasti Allah kasih kok. Allah nakdirkan kita demikian."

"Buat apa kita berdoa ingin naik haji? Kalau Allah takdirkan kita naik haji, maka kita pasti berangkat kok. Nggak usah repot-repot berdoa lah." 

"Buat apa kita berdoa ingin punya anak sholih? Kalau Allah memang menakdirkan kita punya anak yang sholih dan membanggakan, pasti juga kelak akan ada masanya ia datang kok."

"Untuk apa kita berdoa ingin punya ini dan itu? Tinggal nunggu aja. Dia takdir kita bukan? Kalau takdir kita, maka pasti akan ada masanya, semua itu menghampiri kita dengan sendiri. Sudah takdir Allah demikian." 

...dan masih banyak lagi. 

Pemikiran seperti di atas, seakan-akan benar   padahal keliru. Mungkin ada sebagian orang yang terbersit di kepalanya, membenarkan pernyataan di atas, "Benar juga ya! Kalau Allah udah menakdirkan kita demikian, buat apa kita berdoa? Toh nanti juga akan kesampaian    kalau memang sudah takdirnya begitu."

Sebenarnya, mudah saja menangkal pernyataan di atas, cukup katakan kepada mereka begini, "Kamu percaya sekali ya dengan takdir Allah?" 

Mereka kemungkinan akan menjawab "Iya. Semua yang terjadi pada hidup kita sudah tertulis di lauhul mahfudz. Jadi nggak usah repot-repot berdoa dan berusaha."

Lalu kemudian, katakan kepada mereka, "Oke, mulai besok, kamu nggak usah makan dan minum ya! Nanti, kalau Allah menakdirkan kamu kenyang, kamu pasti akan kenyang kok. Tunggu saja, Allah menakdirkan kamu demikian atau tidak."

"Kamu juga nggak perlu menikah, nggak perlu melakukan hubungan badan. Karena kalau Allah menakdirkan istrimu hamil, maka tanpa berhubungan badan pun, istrimu pasti akan hamil nanti. Tinggal nunggu saja, ada nggak takdir Allah yang menakdirkan istrimu hamil dan melahirkan."

"Kamu pun cukup di rumah saja, tidur sepanjang hari dan tidak usah bekerja. Nggak perlu cari uang untuk kebutuhan rumah tangga dan sebagainya. Mengapa? Karena, jika memang Allah menakdirkan ada rejekimu setiap bulan, maka tanpa bekerja pun pasti kamu akan punya uang kok."

...dan paparkan beberapa contoh lain yang semisal. 

Kalau hati mereka masih keras juga, kemungkinan akan membantah bahwa apa yang kita sampaikan nggak sama analoginya dengan doa dan takdir. Maka berhentilah, tidak usah berdebat dengan mereka. Karena mereka sudah bebal dan tidak mau menerima kebenaran. 

Doa dan takdir itu sebab akibat. 

Doa adalah salah satu dari sekian banyak sebab yang menjadikan segala sesuatu menjadi takdir dan terjadi kepada kita. 

Kita ingin Allah menakdirkan kita menjadi orang kaya di masa depan, maka lakukan sebab-sebab yang bisa menjadikan kita demikian. Bekerja keras dan berdoa. Mendekatkan diri kepada Allah, meminta dengan permintaan yang baik kepada-NYA. 

Kita ingin Allah menakdirkan kita menjadi orang yang hafal Al Quran, maka lakukan sebab-sebabnya juga. Cari guru yang bisa membimbing, disiplin menghafal dan mengulang hafalan, juga berdoa kepada Allah agar dimudahkan. 

Kita ingin Allah menakdirkan kita sehat dan panjang umur, sehingga bisa melihat anak cucu menjadi orang sukses di masa depan, maka lakukan sebab-sebab yang bisa menjadikan kita demikian. Jaga makanan, rajin olahraga, dan berdoa kepada Allah. 

Mungkin akan ada yang bilang, "Kalau begitu, kayaknya kita nggak perlu berdoa deh Bang. Ingin sehat tinggal jaga makanan dan olahraga saja. Ingin kaya, tinggal bekerja keras saja. Ingin bisa menghafal Quran tinggal menghafal dan disiplin saja. Cukup. Buat apa berdoa?" 

Untuk orang-orang yang nggak percaya ada kekuatan lain di balik kekuatan manusia, memang demikian. Akan berpikiran bahwa apa yang terjadi di dunia ini adalah murni karena usahanya dan nggak ada campur tangan Allah sama sekali. 

Padahal tidak demikian. Ada Allah yang maha hebat dan dia mudah saja memberikan apapun yang kita minta. 

Maka berdoa lah.... 

1 komentar:

avatar

Siap, bang. Mumpung Ramadhan. Perbanyak doa. 😀😄


EmoticonEmoticon