Like Fanpage Bang Syaiha

Tiga Kebohongan yang Dibolehkan Islam

By Bang Syaiha | Monday, 5 June 2017 | Kategori: |


Selepas berbuka puasa tadi, sambil duduk santai menikmati secangkir kopi buatan istri, saya mendengarkan ceramah agama dari YouTube. Nggak apa-apalah mengambil ilmu darisana. Jaman sudah modern dan kita bisa belajar darimana saja, asal benar dan lurus gurunya. Nah, petang tadi, ceramah yang saya dengarkan adalah dari seorang Ust bernama Abdul Somad Lc. 

Ceramah itu, isinya adalah tentang beliau yang menjawab pertanyaan jamaah. Jadi, beliau berdiri di atas mimbar, lalu panitia masjid, silih berganti datang membawa sepucuk kertas yang di dalamnya ada pertanyaan yang sudah ditulis. 

Maka ceramah itu, isinya adalah jawaban dari puluhan jamaah yang bertanya melalui secarik kertas. Akibatnya, tema-tema yang disampaikan kesana-kemari. Kadang membahas tentang akhlak, lalu ke aqidah, kemudian ke fikih dan hukum, lalu ke yang lain-lainnya. 

Tapi tidak mengapa... Menurut saya, itu malah bagus karena isinya adalah solusi yang memang benar-benar dibutuhkan jamaah yang bertanya tersebut. 

Dari sekian banyak pertanyaan, yang paling saya ingat adalah tentang dibolehkannya berbohong untuk tiga hal. 

Pertama, boleh berbohong kalau dilakukan untuk menghindari perkelahian dan perselisihan antara dua orang. Misalnya begini, ada ibu A dan ibu B yang saling tidak suka satu sama lain. Musuh bebuyutan. Suatu hari si ibu A mendatangi saya dan kemudian menceritakan kejelekan-kejelekan si ibu B. Di mata si Ibu A ini, Ibu B memang nggak ada baiknya sama sekali. Jelek semua. Dan saya mendengarkan saja apa yang ia katakan tentang si Ibu B. 

Kebetulan, si Ibu B mengetahui kalai si Ibu A banyak mengobrol ke saya. Si Ibu B penasaran dan datang juga ke saya, lalu bertanya, "Bang Syaiha, ibu A cerita apa saja ke Abang? Dia jelek-jelekin saya ya?" 

Kalau dihadapkan pada kondisi begini, maka kita, kalau bisa jangan jujur. Karena bisa berkelahi nanti tuh si Ibu A dan Ibu B. Pada kondisi demikian, kita dibolehkan berbohong. 

Kedua, bohong yang dibolehkan adalah bohongnya seorang suami ke istri, atau sebaliknya demi kemaslahatan rumah tangga mereka. 

Misalnya, ada seorang suami pulang dari dinas di luar kota dan membawakan oleh-oleh untuk istrinya di rumah. Oleh-oleh itu adalah kain batik standar, yang nggak perlu jauh-jauh, di pasar tradisional dekat tinggal mereka juga banyak. Malah kualitasnya lebih tinggi dibandingkan oleh-oleh yang dibawa. 

Si suami, ketika sampai rumah bilang, "Mama, sini deh. Ini tadi papa beli oleh-oleh buat mama. Bagus nggak? Papa sengaja loh beliin ini khusus buat mama." 

Walau kainnya nggak ada bagus-bagusnya sama sekali, si istri lebih baik bilang, "Wah, ini bagus sekali, Pa. Mama seneng deh. Terimakasih ya." 

Jangan malah jujur, "Apaan ini Pa? Kain begini mah banyak di pasar sebelah. Ngapai jauh-jauh ke luar kota buat beli beginian?" 

Bisa berabe jadinya kalau mengatakan yang sesungguhnya demikian. 

Ketiga, bohong yang dibolehkan terakhir kali adalah bohong untuk melindungi kaum muslimin dalam peperangan. Bohong untuk menghindari peperangan. 

Misalnya, tiba-tiba ada beberapa orang lari ke dalam rumah dan bersembunyi. Mereka ketakutan karena dikeroyok oleh preman-preman pasar. Kita tahu bahwa orang yang masuk ke rumah ini adalah orang baik, nggak neko-neko. Selang nggak lama mereka bersembunyi, preman-preman pasar yang berwajah beringas datang dan bertanya, "Mana mereka? Bersembunyi di rumah ini ya?" 

Mendapatkan hal demikian, maka sebaiknya kita berbohong, "Cari siapa mas? Disini nggak ada siapapun. Cuma ada saya dan anak istri saja. Sejak tadi, saya di ruang tamu ini, nggak melihat ada satu orang pun yang kemari. Kayaknya sih tadi ada suara lari ke arah sana." 

Lalu preman-preman itu pergi. Perang tidak jadi. 

Sebenarnya, ilmu tentang ini sudah saya dapatkan sejak saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Waktu itu, almarhum bapak saya yang mengajarkan tentang ini. Sampai sekarang masih tertanam kuat di kepala saya. 

...dan petang tadi, ia terefresh kembali. Alhamdulillah.
.
.
.
Semoga tulisan ini ada gunanya... 


EmoticonEmoticon