Like Fanpage Bang Syaiha

Tiga Metode dalam Menghafalkan Al Quran

By Admin | Wednesday, 7 June 2017 | Kategori: |


Kemarin pagi saya menyaksikan videonya Wirda Mansur, putri sulung dari Ust Yusuf Mansur yang terkenal dengan ajakan bersedekahnya itu. Di video yang tidak sengaja saya temukan di YouTube itu, Wirda Mansur menjelaskan bagaimana ia bisa menghafal Al Quran hingga selesai. Lebih khusus lagi, ia menjelaskan bahwa ada tiga metode yang biasa digunakan oleh para penghafal Quran sehingga mereka mudah menghafalkannya. 

Apa saja metode yang dijabarkan Wirda di video itu? Mari kita bahas bersama... 

Pertama, metode mengulang bacaan sebanyak 20 - 60 kali. Ini adalah metode paling mudah, juga yang paling enak menerapkannya. Hanya cukup membaca satu ayat dan kemudian mengulang-ngulangnya hingga 60 kali. Kelak, pelan tapi pasti, ayat yang kita baca berulang-ulang itu pasti akan nempel dengan sendirinya di ingatan kita. 

Wirda juga menjelaskan bahwa ketika kita sedang mengulang ayat itu hingga puluhan kali, maka sebaiknya mata tetap memandang ke Al Quran. Jangan memejamkannya. Tujuannya adalah agar mata kita ikut menghafal dimana letak titik komanya, apa saja huruf yang digunakan, dan sebagainya. 

Ia juga bilang, kalau hal ini dilakukan, maka kelak, ketika kita mengulang hafalan sambil memejamkan mata, ayat itu akan tergambar jelas dan kita seakan membacanya di kepala. 

Kedua, metode yang bisa digunakan untuk menghafalkan Al Quran yang dijelaskan oleh Wirda adalah mengulang ayat hingga puluhan kali dan menyebutkan ayatnya. Baca ayatnya berulang-ulang, ketika selesai, sebutkan nomor ayatnya. 

Misal... 

Alif laam mim, satu. 

Ulangi hingga 60 kali. 

Dza likal kitaabu laa roiba fiih. Hudal lil muttaqiin, dua. 

Ulangi juga hingga 60 kali. 

...dan seterusnya. 

Keuntungann dari metode yang kedua ini adalah kita akan hafal bacaannya dan juga nomor ayat. Sehingga ketika kita menyampaikan nasihat misalnya, kita bisa dengan jelas mengatakan kepada jamaah, nama surat dan nomor ayat sehingga mereka bisa mengeceknya kelak di rumah. 

Ketiga, metode yang dijabarkan Wirda di video itu adalah metode mendengarkan. Katanya, penting sekali bagi penghafal Quran untuk memiliki mp3 murottal Quran dari berbagai imam besar, dan memutarnya di rumah, di jalan, di tempat kerja, atau dimana saja, selagi tempat itu tidak dilarang ada nama Allah disebut disana. Pakai headset agar orang lain tidak terganggu. 

Keuntungan dari metode ini adalah, jika kita sering mendengarkan bacaan dari salah satu imam, maka pelan tapi pasti maka bacaan kita juga akan mirip seperti si imam itu, terutama lagam nya. Jika demikian, maka pasti enak sekali didengarkan, bukan? 

Apa yang bisa kita ambil dari ketiga metode di atas? 

Tentu saja adalah kedisiplinan dalam melakukan pengulangan. Ini nggak mudah loh. Coba saja kalau tidak percaya. Sehari dua hari mungkin bisa, tapi kan menghafal Quran itu pekerjaan jangka panjang. Dibutuhkan juga guru dan teman, sehingga bisa saling mengingatkan jika ada yang semangatnya melemah di tengah jalan. 

Guru saya yang lain, berkata begini, "Untuk bisa menghafal Quran, maka jangan menentukan target setiap hari harus hafal berapa? Tapi sediakan saja waktunya, kamu bisa menyediakan berapa jam? Konsisten disana. Misalnya kamu bisa menyediakan waktu satu jam sehari, maka selama satu jam itu, lepaskan semua urusan dunia dan berdua sajalah dengan Al Quran. Hafalkan seberapa kamu sanggupnya." 

"Jadi, jangan menargetkan berapa ayat sehari, tapi targetkan, berapa jam waktu yang bisa kamu korbankan untuk menghafal? Kalau konsisten dan disiplin, maka pasti kelak kamu akan hafal juga. Semoga." 

Akhirnya, mari kita sisihkan waktu beberapa jam sehari untuk berdua saja dengan Al Quran. Lalu ketika menghafalnya, pilih metode satu atau kedua yang sudah disampaikan oleh Wirda Mansur. 

Demikian. 
Semoga saya dan teman-teman yang muslim, yang kebetulan membaca catatan ringan ini, tergerak hatinya untuk menghafalkan Al Quran dan mengamalkannya. 

0 Response to "Tiga Metode dalam Menghafalkan Al Quran "

Post a Comment