Like Fanpage Bang Syaiha

Kenapa Umar bin Khattab bisa Sedemikian Berani?

By Bang Syaiha | Friday, 8 September 2017 | Kategori: |


"Kalian tau nggak," kata seorang pengajar di Rumah Muda ketika ia sedang menjelaskan tentang materi keislaman di depan siswa-siswa, "Mengapa Umar begitu berani dan selalu menjadi yang terdepan dalam membela Islam?" 

Ketika pertanyaan itu dilontarkan, saya sedang berada di belakang. Duduk diam mendengarkan. Menyimak dengan kedua telinga, menyerap ke dalam jiwa. Bagaimana pun, itu ilmu yang kelak pasti berguna. Walaupun saya tahu yang mengajar materi ini adalah seorang anak muda yang usianya berada beberapa tahun di bawah saya, tapi keilmuannya di bidang agama, cukup membuat saya takjub!

Dia hafal 30 juz Al Quran, menguasai beberapa kitab kuning, paham perbandingan mazhab, dan cukup lihai menjawab pertanyaan dari siswa ketika ada yang ditanyakan. Hebatnya, tentu saja cara menjawabnya pun sangat elegan. 

Khas orang-orang yang berilmu! Nggak asal-asalan. 

"Tahu nggak, nih?" dia bertanya lagi, menunggu jawaban dari siswa. 

Tetap tidak ada yang menjawab. Diam. Pun sama dengan saya di belakang. Kira-kira apa jawabannya ya? 

"Umar begitu berani karena dalam beberapa riwayat dikatakan senantiasa mendawamkan dzikir, Allahuakbar... Beliau baca berulang-ulang, bisa ratusan atau ribuan kali. Maka di dalam dadanya, berkobar keberanian. Menganggap semua yang ada di bumi kecil. Yang besar cuma Allah saja. Nggak ada yang lain!" 

Ah masa sih? Pertanyaan yang muncul seketika di dalam dada saya. 

Dia yang menjelaskan tadi, melanjutkan, "Kalau Utsman bin Affan, dzikirnya adalah hamdallah, Alhamdulillah... Dibacanya ratusan atau ribuan kali setiap hari. Sehingga karena itulah, ia menjadi orang senantiasa mensyukuri hidup. Qanaah. Hidupnya tidak penuh tuntutan. Selalu berbaik sangka kepada Allah." 

"Lalu, Abu Bakar, dzikirnya adalah subhanallah. Maka jadilah ia seorang yang pemalu dan lembut tutur katanya. Ali bin Abi Thalib? Dzikirnya adalah kalimat tauhid, la ilaha illallah... Sehingga wajar saja ia menjadi pemuda yang tidak perlu dipertanyakan lagi ketauhidannya kepada Allah." 

Nah... 

Kisah di atas itu, seingat saja terjadi minggu lalu. Dan tadi ketika saya selesai shalat Maghrib, saya jajal deh tuh kalimat salah satu guru Rumah Muda yang keren itu. Bener nggak? Saya jabanin dah ngucapin kalimat Allahuakbar hingga ratusan kali dengan mencoba terus khusyuk dan menghadikan hati. 

Hasilnya, memang iya sih... 

Saya jadi lebih tenang. Ada sesuatu yang kemudian seperti merangkul saya dan berbisik, "Jangan takut akan apapun, karena ada Allah yang maha besar." 

Nyes banget dah!

Kalau nggak percaya, cobain aja. Dijamin kalian pun akan merasakan hal yang sama. Pilih salah satu kalimat. Mau jadi seperti apa? Pengen bisa jadi orang yang pandai bersyukur, maka berdzikirlah seperti Utsman. Pengen berani dan tidak gentar menghadapi masalah apapun, maka tiru Umar. Mau inget Allah terus dan punya akidah yang lurus tanpa bengkok sedikitpun, maka ada Ali bin Abi Thalib yang bisa dijadikan contoh. 

Beneran loh, dicobain deh. Kalau udah, boleh buat tulisan juga dan tuliskan apa yang kalian rasakan ketika mencoba mempraktikkannya dengan penuh keyakinan. 

Barangkali ada yang terinspirasi dan menerapkan. 

Demikian. 


EmoticonEmoticon