Like Fanpage Bang Syaiha

Mengapa Tidak Bisa Menulis Setiap Hari? Karena Tidak Diprioritaskan!

By Bang Syaiha | Sunday, 3 September 2017 | Kategori: |


Kalau blog ini diibaratkan sebuah rumah, maka pasti sudah kotor bukan main, berdebu, dan bersarang laba-laba di mana-mana. Pasalnya, saya memang sudah lama tidak menulis di dalamnya. Blog ini terbengkalai karena kemalasan saya yang muncul diam-diam, lalu bersemayam di dalam dada. 

Alasan saya beberapa bulan lalu ketika berhenti menulis disini ada beberapa memang, tapi itu sepertinya tidak logis juga. 

"Ah, mau menyelesaikan tesis dulu deh, biar segera sidang. Kuliah S2 saya sudah lama nggak selesai-selesai. Kalau dulu alasan saya tidak menyelesaikan tesis karena pekerjaan yang menumpuk, sekarang kan sudah tidak bekerja. Pengangguran saja. Masa nggak bisa selesai sih?" 

"Ah, mau fokus ngerjain bisnis online dulu deh. Soalnya darisinilah penghasilan saya sekarang. Sumber penghasilan saya hanya ini, maka kalau saya malas-malasan, gimana anak dan istri saya? Mau makan apa mereka? Gimana anak saya? Pasti sedih kan, jika anak merengek meminta sesuatu, tapi kita tidak bisa memberi apa yang diinginkannya hanya karena tidak punya uang?" 

"Aduh, banyak amanah di Rumah Muda Indonesia nih, mesti ngurus ini dan itulah, harus kesana dan kesitu lah... Nanti deh nulisnya, nunggu agak luangan sedikit. Sehari dua hari nggak nulis rasanya juga nggak masalah. Nanti bisa dirapel pas lagi luang." 

...dan kemudian, ternyata saya meninggalkan blog ini bukan sehari dua hari. Tapi mungkin malah sebulan dua bulan lebih. Duh.... 

Yang ada kemudian adalah, timbul rasa malu yang menyeruak di dalam dada. Apalagi ketika menyaksikan anggota komunitas One Day One Post yang saya ikuti, semakin hari semakin menakjubkan tulisan-tulisan yang mereka hasilkan. 

Sekarang gantian muncul pertanyaan di dalam dada saya, "Kok bisa ya mereka terus menulis setiap hari? Emangnya mereka nggak sibuk? Pasti kan mereka punya aktivitas lain di luar sana. Ada yang pekerja di sebuah pabrik, guru di sebuah sekolah, ibu rumah tangga yang pekerjaannya menumpuk, dan sebagainya." 

Tapi mereka tetap bisa menulis setiap hari. 

Sebuah pertanyaan yang mungkin dulu muncul juga di benak mereka ketika melihat saya terus menulis setiap hari. Mengapa mereka sekarang bisa? Mengapa saya dulu bisa? 

Mungkin jawabannya cuma satu, karena mereka dan saya dulu memprioritaskan kegiatan ini: menulis setiap hari. 

Saya masih ingat betul kok, dulu, sesibuk apapun saya pasti menyisihkan waktu untuk menulis di blog ini. Rasanya ada perasaan bersalah ketika saya sampai alpa menulis. Ada sesuatu yang kurang dan tidak lengkap. Ada rasa berdosa. "Masa saya meminta orang lain menulis setiap hari, tapi saya tidak melakukannya?" 

...dan karena perasaan itu semua, saya kemudian selalu memprioritaskan kegiatan menulis ini. 

Semakin kesini, dengan dalih kesibukan yang banyak, saya malah berhenti menulis setiap hari. Pernah beberapa kali melongok ke blog ini, tapi ketika mencoba menulis, saya tidak mampu. Berat sekali. 

"Ah.. Ini pasti karena sudah lama tidak menulis, makanya jadi begini..." 

Tapi pagi ini, walau masih terbata-bata hendak menulis apa, saya beranikan diri saja menuangkan apa yang ada di kepala saya sekarang. Semoga menjadi awal yang baik bagi saya untuk kembali menulis setiap hari. 

Agar apa? Agar blog ini tidak berdebu dan tidak berhantu...

Demikian
Selamat pagi

8 komentar

avatar

Yeayyy.. Bang Syaiha Nulis lagi...

avatar

Blognya berhantu bang? 😲😲😲

avatar

He is back!
😃😂

avatar

Kangen tulisan Bang Syaiha, yeayy\m/

Btw, sekian lama ga nulis aja, tulisannya masi serapi dlu emang keren, hihi.

avatar

Iya nih mbak Lisa, kembali mengumpulkan puing2 semangat dan mencoba konsisten lagi...

avatar

Berdebu dan berhantu...
Hehehe

Bang Syaiha

avatar

Kayaknya sudah lama saya nggak nongol disini ya kan? Hahahaha

Bang Syaiha

avatar

Halo Iput, terimakasih sudah mampir ya...

Bang Syaiha


EmoticonEmoticon