Like Fanpage Bang Syaiha

Nggak Jelas

By Bang Syaiha | Monday, 11 September 2017 | Kategori:


Sudah hampir jam 10 malam dan saya belum menulis juga. Padahal saya yang ngompor-ngomporin member grup WhatsApp One Day One Post untuk kembali menulis setiap hari. Jadi, kalau sampai saya nggak nulis, ya jadinya gimana gitu. Kan malu. Masa udah nyuruh-nyuruh nulis tapi dia yang nyuruh nggak nulis? Nggak lucu, kan?

Dikuatirkan, nanti malah ada member One Day One Post yang menggerutu, "Bang Syaiha nih bisanya ngomong doang, katanya suruh nulis setiap hari, eh dianya aja nggak nulis. Alasannya pasti sibuk lah, ini lah, itu lah..." 

"Padahal dia sendiri bilang, kalau memang mau menjadi penulis seharusnya nggak ada alasan, setiap hari harus menulis. Karena kalau sampai berhenti menulis, maka memulainya lagi nanti bakalan jauh lebih berat."

"Lah, ini dia nggak nulis...." 

Nah, saya nggak mau dong ada member yang demikian. Makanya nih malem, sebelum istirahat setelah seharian beraktivitas, saya membuka laptop dan mencoba menulis ala kadarnya. Apa yang ada di kepala saya, ya saya tuliskan. Nggak pake mikir lagi dah. Yang penting kan nulis setiap hari. Biar terlatih menuangkan apa yang ada di kepala saya saja. 

Maka kalau tulisan ini jadinya nggak jelas, ya mohon maaf aja ya... Tujuannya memang yang penting bisa menghasilkan tulisan dan diposting di blog ini. 

Jadi malam ini, sambil menulis postingan amburadul yang sedang kalian baca ini, saya sedang tiduran sambil menikmati secangkir kecil kopi hitam yang agak pahit. Tapi nggak sepahit hidupnya para jomblo yang kesepian malam minggu karena doanya agar turun hujan tidak terkabul (apaan sih!). 

Nggak tahu kenapa, tadi sekitar jam setengah sembilan malam, saya ingin sekali menyeruput kopi hitam. Padahal di rumah sudah habis. Maka jadinya mesti dibela-belain buat ke warung dan beli. 

Saya seduh kopi hitam menggunakan gula non kalori (nggak boleh sebut merk). 

...karena memang sudah sejak dua bulan lalu saya berusaha mengurangi karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh. Bukan apa-apa sih, saya hanya merasa kian hari tubuh saya semakin tambun dan berat. Makanya, mau nggak mau saya harus mengurangi asupan karbohidrat yang masuk. Dibatasi saja sih, belum berhasil dihilangkan 100 persen dari kehidupan. 

Susah, soalnya. 

Apalagi  sebagian besar orang Indonesia kan demikian, "Belum makan namanya kalau belum makan nasi." 

Jadilah, akhirnya berat sekali melepaskan diri dari makanan bernama nasi itu. Tapi ya semoga saja nanti bisa lepas juga. Agar program yang sedang saya jalankan berhasil maksimal. Pelan tapi pasti. 

.
.
.
.
Oke, itu aja lah ya....
Yang penting udah nulis...

Selamat istirahat. 

1 komentar:

avatar

Yang penting tetap nulis. Yeeeaaa :)


EmoticonEmoticon